Pengalaman riding tengah malam dipantura “dihantam” wind cross dan turbulensi

Bulan puasa sebisa mungkin saya menghindari solo riding jarak jauh pada siang hari… tujuannya biar puasanya nggak bolong 😀 Maka untuk menyiasatinya, yang biasanya saya solo riding dari Batang keCirebon pada siang hari, selama bulan puasa saya rubah jam ridingnya, start jam 12 malam dengan perkiraan sampai Cirebon jam 3an agar bisa langsung sahur dan puasapun terhindar dari bolong 😀*kaca helm sebenarnya berwarna bening tapi kena efek cahaya jadi bewarna putih 😀

Bulan-bulan ini angin bertiup dari laut kedarat berhembus sangat kencang sekali apalagi ditempat terbuka, sama juga dipantura anginnya bukan hanya kenceng tapi seperti bisa menghantam motor dan motor bisa bergeser sendiri karena posisi jalan pantura berdekatan dengan pantai utara diwilayah jawa:D Berikut tips cara mengatasi wind cross dan turbulensi udara yang saya rangkum berdasarkan pengalaman setahun mengarungi jalan pantura Batang – Cirebon p-p 😀

1. Bila sepeda motor anda dihantam wind cross atau angin yang berhembus kencang dari samping, atau terkena efek turbulensi dari kendaraan yang berlawanan arah dengan anda, janganlah mengurangi kecepatan mendadak. Tapi kurangi kecepatan sedikit demi sedikit. karena bila mengurangi kecepatan secara mendadak atau berhenti tiba-tiba, motor bisa terlempar kesamping.

2. Hindari mendahului kendaraan roda empat yang melaju kencang (diatas 100 km/jam ) karena bila motor baru mau masuk, motor anda akan terdorong kebelakang terkena efek turbulensi dari mobil didepan anda.

3. Bilan anda akan mendahului kendaraan roda empat yang melaju kencang, ikutin dulu dibelakang dari jarak sekitar 20 meter… bila mobil didepan anda sudah mulai mengurangi kecepatan, barulah anda masuk untuk mendahuluinya. 😀 Bila anda tetep memaksa mendahului kendaraan besar dalam kecepatan tinggi, misal anda bisa lolos dari efek turbulensi yang pertama, anda akan terkena efek turbulensi yang lebih besar dibagian sisi depan kendaraan besar yang anda dahului. dan itu berpotensi menghempaskan motor anda 😀

Khusus pengguna sepeda motor bebek dan matik, lebih baik kalau melewati pantura dimalam hari alon-alon saja.. karena bobot kendaraan yang ringan lebih mudah terkena efek turbulensi 😀

Semoga berguna 😀

31 Komentar

  1. mbiyen pas mudik pakai supra sering banget rasane mau mabor.. pas lewat pantura biasane jam 8-12 mlam, nek yg sekarang mendingan ga begitu kabor kena angin 😀

    • bener kalau pakai p220 efek turbulen angin kurang terasa walau dengan kecepatan diatas 80km/j…karena berat motornya saja sudah 150kg.

  2. bener mas yud.. sabtu-minggu kmrn saya juga solo riding krwg-crb n minggu sore balik lg crb-krwg..
    d crb lagi musim angin kumbang.. dan motor bergeser sendiri karena tertiup angin itu emang benar adanya.. saya sampe keluar dari lajur aspalt gara2 wkt wind cross disaat yg bersamaan ada bus luragung yg terkenal nekatnya itu mendahului dgn kec. tinggi .. hehehe

  3. salah satu sebab ane mengganti Velg lebar + Ban gede pada Vixion ane…semua demi kestabilan di jalan…toh utk mengejar waktu selama kita konstan pada kecepatan 100kpj jauh lebih efektif ketimbang sradak sruduk…btw oot dikit om yud, tanya final gear Vixion ny brp? bs nembus 150kpj+++ itu final gear masih standar? ato jangan-jangan udah aplikasi 6speed ya? matur thank you…hehehe…

  4. cross wind yah?
    yup, waktu turing ke Semarang beberapa minggu lalu, gue juga kena tuh…
    Hampir semuanya merasakan…
    awalnya mengira ada masalah dengan traksi ban, eh pas di crosscheck, ternyata semua merasakan goyang dombret ala pantura tersebut.
    ride safe brada….

1 Trackback / Pingback

  1. Solo riding jarak jauh tengah malam dipantura, berani?? | yudibatang personal blog

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.