Pasang Sirbo dan stik tukang parkir tanda biker tersebut arogan dan wawasannya sempit

Halo brother biker πŸ˜€ ..Minggu ini diblog-blog tetangga lagi pada heboh membahas Sirine, Lampu Strobo dan Stik tukang parkir yang dipake dan dibawa oleh biker anak klub motor. yudibatang mencoba ikutan membahasnya, tapi bukan dari sisi legalitas perangkat tersebut melainkan dari sisi pribadi biker yang menggunakan perangkat tersebut πŸ˜€

Tahun 2009 silam, saya pernah touring bersama rekan-rekan YVC Batang dari Jakarta menuju Batang (berangkatnya saya jalan sendiri :mrgreen: ) robongan saya empat motor, semua tanpa sirine, lampu strobo dan stik tukang parkir. Sekitar jam 11 malam didaerah Indramayu kami ketemu rombongan YVC dari daerah lain diJawa Tengah. Mereka berjumlah sekitar 10 motor, salah satu motor dari rombongan tersebut menggunakan sirine dan lampu strobo..oh ya..motornya dimodif ala motor motogp dengan knalpot free flow. Waktu itu saya belum tau kalo perangkat tersebut hanya boleh digunakan oleh kendaraan tertentu (Ambulan, mobil pemadam kebakaran dan kendaraan pengawal pejabat ).Ketika beristirahat saya mencoba membuka pembicaraan dengan biker pengguna sirbo tersebut…hhmm.. ternyata orangnya nggak friendly, menjawab petanyaan cuman sepatah dua patah kata sambil acuh tak acuh ngobrol sama rekannya dan diajak ngobrolin pengetahuan tentang motor malah nggak nyambung πŸ˜₯

Lanjut perjalanan, kami bergabung jadi satu rombongan. sibiker sirbo jadi road captain didepan, sementara saya paling belakang sambil “njagain” rekan dari YVC Batang yang masih remaja dan berkaca mata pula. (dalam hati saya berkata..”Pasti nanti nyasar.. karena saya sudah pengalaman beberapa kali solo riding batang-jakarta sebelumnya..” ) Weekkss… Ternyata benar.. dijalan by pass Indramayu-Cirebon ada jalan bercabang, kekiri masuk tol dan kekanan arah cirebon… ternyata sibiker sirbo “mblandang” masuk menuju pintu jalan tol diikuti rombongan belakangnya (padaha jelas terpampang ada papan penunjuk arah), rombongan pun berhenti balik arah. saya masih pura-pura nggak tahu. akhirnya sibiker sirbo menanyakan “siapa yang tau jalan?” sayapun maju kedepan dan mengambil alih posisi road captain walau saya merasa risih dan nggak nyaman dengan suara sirine dan kelap-kelip lampu strobo πŸ˜₯
*poto Donal Terores
setelah sukses melewati kota cirebon, Jam setengah satu malam disebuah traffic light perum (trafic light yang mau kejalan atas menuju jawa tengah) ketika lampu menyala merah,Sibiker sirbo dan satu rekannya tiba-tiba berubah posisi seperti orang mau balapan,badan membungkuk, kaki menjulur kebelakang.. saya menoleh sembari memundurkan motor dibelakang kedua biker tersebut dan berkata dalam hati “Ini dia yang ditunggu..sampe dimana performa motornya?” lampu hijau menyala.. Saya lansung plintir gas sejadi-jadinya,ternyata dua motor tersebut jauh ketinggalan…”walah..menang gaya dan suara doang!!” sayapun kembali pada posisi semula, paling belakang. sampai didaerah kanci rombongan kami berpisah dengan rombongan sirbo :mrgreen:
Kesimpulan dari pengalaman riding bersama biker sirbo adalah “Biker pengguna Sirine, Lampu strobo dan stik tukang parkir adalah biker tersebut memiliki sifat arogan, tidak bersahabat dan wawasannya (tentang motor) sempit. Bagi biker yang wawasannya luas, pasti akan mematuhi peraturan lalu lintas, berempati pada pengguna jalan lain dan suka diajak berdiskusi πŸ˜€

Silahkan share pendapat anda πŸ˜€

38 Komentar

  1. ada lho klub motor yg sejak sekitar tahun 2005 (awal saya kenal & mengikuti turingnya) sampe sekarang atau mungkin bahkan sejak terbentuknya sampe sekarang anggotanya ga ada yg pake asesoris begituan, yaitu NMC (nsr motorcycle club) πŸ˜€

  2. Kalo di jogja setauku yang nggak pake strobo itu jpn sama jtf. (jogja punya ninja) sama (jogja two fifty) banyakan yang pake strobo itu motor model naked macam tiger,scorpio,pulsar,byson, empat jenis motor itu yang sering banget tak liat pake strobo+sirine.

  3. untungnya ga ngerti yg begituan dan bukan anak klub motor,. hehe,. tapi sering liat tuh yg begituan klo malming,. di cipto (grage mall) ato dimana club2 pada nongkrong..

  4. mas yudi salam kenal dari surabaya. saya bisa dpt info ttg tata tertib dan do or don’t dalam touring di mana? yg terbaru. contoh penggunaan stick lamp. sein touring ( yg kedip 3 kali kiri kanan) selama ini masih mengacu yg lama…thx sebelumnya

    • untuk informasi klub yg saya ikuti satu brand tp semua variant tipe. dari bebek sampai sport. yg pakai strobo n sirine ada satu. beliau terbiasa bergaul dgn komunitas motor sport. jd persepsinya adalah motor touring ya spt yg dibahas skrg.

  5. wew klo saya malah wajib mesti bawa strobo tiap kali pulang dari Guci, Tegal…..Klo nda bawa Strobo tuh rasanya ada yang kurang……

    Strobori emang enak……:)

  6. wah..Sirbo lagi naik daun nih..
    Para blogger otomotif lagi gencar2nya ngebahas sirbo..
    suatu hal yang positif agar makin banyak biker yang tahu tentang aturan ini..
    bisa aja kan yang make peralatan lenong tersebut ga tahu kalo itu sebenarnya dilarang?…hehehe
    Salam biker πŸ™‚

  7. ingat banget pas di pantura bro

    lagi kalem2nya naek suprit

    tau2nya dr belakang “makwuzz” nguing2!!!!!!!!!!!

    ampe kaget ane, untung handling suprit ane seimbang wkwkwkwkw *ngeles mode on πŸ˜€

    udah kayak tawon deh, nggerombol, kenceng2 pula, untung suprit ane penyabar πŸ˜€

  8. berkata dalam hati β€œIni dia yang ditunggu..sampe dimana performa motornya?” lampu hijau menyala..
    ——————————————————-
    nyang ini ane paling demen….

  9. kemarin ini di gebang menuju cirebin ada rombongan klub motor berjalan berkonvoi berompi warna kuning tapi ga ada tulisan plat E semua dengan jumlah puluhan kendaraan. Ketika saya coba dahului dengan kecepatan 90an km/jam mereka juga ga ada yang protes, salut sama mereka meskipun berkonvoi tapi tetap taat peraturan, tanpa sirbo, pentungan tukang parkir dan membiarkan pengendara lain yg lebih cepat mendahului.

  10. aku pake Strobo dan beberapa lampu untuk perjalanan malam ..kegunaan lampu ini juga ada banyak manfaat jika di gunakan dgn benar..misalnya untuk melewati antrian bis atau truk” gede lainya agar supaya lebih aman aja ..perempatan atau pertigaan yg rame di luar kota itu juga banyak jadi kalau melewati itu semua patut kita nyalakan …model motor untuk ninja,NSR,atau yg tipe jenis balap emang ngga cocok masang lampu ini itu aja ..okeh salam hormat from NVLR Surabaya

  11. Benar sekali, saya suka riding motor jauh maupun dekat, merasa risih melihat rombongan pemotor yg memakai atribut yg jelas dilarang itu….sudah kumuh arogan lagi, apa yg mereka banggakan…mencari jati diri dengan cara seperti itu malah mendapat caci maki…sangat arogan. Menurut saya itu bukan biker tapi ya semacam gang bermotor….sok hebat…padahal motornya saja motor ojek tanpa safety gear sama sekali.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.