Pengalaman teman, dikejar gerombolan monyet dihutan jati Danaraja-Kab.Tegal

Halo brother biker πŸ˜€ … Malam Jum’at ini tidak ada artikel horor, soalnya sudah full artikel horor empat Jumat berturut-turut. Bias nggak bosen saya tuliskan pengalaman teman yang lain. nggak horor sih, cuman cukup seram. Dulu waktu yudibatang masih jadi kuli pabrik, yudibatang punya kenalan orang bagian BM alias Bongkar Muat namanya Kidi dan Tamroni.

3Keduanya berasal dari daerah Bumi jawa Tegal-Jawa tengah. Kidi orangnya kecil tingginya sekitar 155 cm, kulit sawo matang. Sedang Tamroni tingginya sekitar 160cm, rambutnya ikal dan berkulit hitam. Mereka berdua ini tetangga dikampungnya. Mereka bercerita kepada yudibatang tentang pengalamannya dikejar gerombolan monyet dihutan!! Jadi begini ceritanya…

Waktu itu sekitar tahun 80an…Tamroni dan Kidi sedang berburu burung liar dihutan. Burung yang diburu adalah jenis burung kicau seperti burung kutilang, burung perkutut, burung ciblek dll. Tapi kalau dapat burung biasa seperti burung pipit juga tetep dibawa pulang. paling seneng kalau dapat ayam hutan, bisa dipotong, dibakar dan dimakan πŸ˜€


jaring menangkap burung

Namanya orang desa, berburu tidak membawa bekal dan membawa senjata api layaknya pemburu profesional. Mereka berdua hanya membawa golok, jaring (seperi net buat main bulu tangkis tapi lebih panjang. sekitar sepuluh meteran) . Mereka membawa minum yang ditaruh didalam botol dan membawa sedikit makanan yang ditaruh didalam plastik. Tamroni dan Kidi berburu burung hingga kehutan jati desa Dana reja yang jaraknya lumayan jauh dari Bumi jawa. Mereka berdua hanya berjalan kaki menusuri jalan. Sampailah pada kawasan hutan jati didesa danareje, kecamatan margasari kabupaten Tegal.

monyet 5Mulailah mereka berdua masuk kedalam hutan… Tahun 80an Hutan jati didesa danaraja masih sangat lebat, jarang ada penebangan liar. Karena hutan posisinya ada diperbukitan, jadi kontur tanahnya tidak rata melainkan banyak tanjakan, turunan dan semak-semaknya serta rumput liar masih sangat tinggi.Namun dihutan tersebut juga masih banyak satwa liar, mulai dari burung-burung liar, biawak, ayam hutan, Monyet, babi hutan dan konon masih ada harimaunya. Singkat kata, Tamroni dan Kidi mulai memasang jaring yang diikat diantara dua pohon jati. Tujuannya biar burung yang melintas terjebak kedalam jaring dan tinggal diambil. Sambil menunggu ada burung yang terjebak, mereka berdua duduk sambil istirahat sembari minum dan makan makanan kecil yang dibawa dari rumah. Satu jam menunggu, belum ada burung yang terjebak. Dua jam menunggu hanya dapat burung pipit dua ekor.

monyet 7*Poto ilustrasi

Makanan dari rumah sudah habis, namun Kidi menyimpan bungkus plastiknya siapa tau berguna nantinya.Β  Karena bosan menunggu, Tamroni dan Kidi pergi untuk mencari-cari siapa tahu dapat hewan lain seperi biawak dan sejenisnya. Tamroni yang membawa golok berjalan didepan. Baru berjalan sekitar lima puluh meter, Tamroni melihat sesuatu yang bergerak-gerak disemak-semak. “Berhenti Di, ada sesuatu yang bergerak disemak-semak!” ucap Tamroni. “ada apa Tam?” tanya Kidi. “nggak tahu, saya coba lihat dulu” jawab Tamroni. Pelan-pelan Tamroni mengarahkan golonya kearah semak-semak sedangkan Kidi mengikuti dari belakang sambil pegangan pundak Tamroni. Setelah semak tersibak, ternyata seekor bayi monyet !!

gambar-anak-monyet

Tamroni kegirangan dan hendak mengambil bayi monyet tersebut. Kidi langsung bicara “Tam!! jangan dibawa bayi monyetnya!!biarkan saja disitu”. Tamroni menjawab “Emang kenapa Di, nggak apa-apa lah kita bawa pulang saja, nanti kita pelihara”. Kidi masih ngotot tidak mau membawa bayi monyet tersebut “jangan tam, nanti pasti induknya akan mencari! bayi monyet ini!”. “Biarin saja!! nanti kalau induknya datang sekalian saya tangkap!!” seloroh Tamroni. Lalu Tamroni menangkap bayi monyet tersebut dan menggendongnya. “ayo kita kembali ketempat jaring” ajak tamroni keKidi. Tiba-tiba terdengar suara-suara bersaut-sautan… “kaaak..kaaak..kaaak..!!” Tam!! itu suara monyet!! tanpa pikir panjang Kidi langsung lari kearah pinggiran hutan yang jaraknya masih sekitar tiga kilo meter. Tamroni sesaat terdiam, lalu ikutan lari mengejar kidi. Kidi yang badanya lebih kecil serta tanpa beban larinya lebih cepat. sedangkan Tamroni berlari agak lambat, karena Tamroni berlari sambil membawa bayi monyet serta memgang golok. Mereka berdua berlari sambil sesekali menengok kearah belakang. Busyet!! Ternyata benar.. suara-suara itu berasal dari segerombolan monyet yang melompat-lompat diatas pohon. monyet 9Kidi lari paling depan, Tamroni 10 meter dibelakang kidi sedangkan jarak monyet sengan Tamroni sudah semakin dekat!! sekitar 50 meteran!! Disinilah yang namanya “indra keenam” bisa muncul. Kidi dan Tamroni berlari kesetanan, menerobos semak belukar, melompati bebatuan dan tunas pohon jati!! Jarang tinggal 30 meter tamroni terjatuh karena tersandung akar pohon!! golok terlepas dari tangan namun bayi monyet tetap dipegang erat!! Kidi berhenti sejenak dan berteriak “Tam, terus lariii.. jangan berhenti!!” Tamroni masih sempat berdiri dan mengambil golok serta melemparkan golok tersebut kegerombolan monyet!! “guusssrraaakk!!” Golok melayang kearah monyet-monyet!! namun semua monyet berhasil menghindar dan berhenti sejenak diatas pohon. Terlihat ada satu monyet yang paling besarΒ  sambil berteriak keras yang sangat memekakkan telinga, mulutnya terbuka lebar dan terlihat dua taring tajam menyembul dimulutnya tanda kemarahan yang sangat murka!! sepertinya itu pemimpin gerombolan monyet-monyet tersebut!!monyet 3

Tamroni kembali berlari mengikuti Kidi, kali ini jarak tamroni dan kidi semakin melebar.. sekitar 30 meteran!! Kidi berhenti lagi dan berteriak keras kearah Tamroni!! “Tamroni!! lemparkan bayi monyetnya!!” Jarak pemimpin monyet dengan Tamroni tinggal sepuluh meteran!!… Tamroni langsung melemparkan bayi monyet kearah gerombolan monyet!! Ajaib!! Salah satu monyet berhasil menangkap bayi monyet tersebut!! Ternyata Monyet-monyet itu tidak berhenti, tapi terus mengejar Tamroni dan Kidi. Tamroni dan kidi terus berlari.. Kidi yang lumayan berada jauh didepan reflek berhenti karena melihat Tamroni dalam bahaya!! jaraknya sudah dekat sekali!! Kidi ingat kantong plastik yang ada disakunya. monyet

Cepat-cepat diambilnya kontong plastik tersebut dan segera meniupnya!! Ketika Pemimpin monyet sudah hampir sekali menerkam Tamroni, Kidi langsung menepok plastik yang sudah ditiupnya dengan kedua tanganya.. dan terdengar suara letusan kantong plastik.. “dorrr!!”. Aneh tapi nyata, gerombolan monyet tersebut langsung bubar, formasinya berantakan dan kembali amsuk kedalam hutan!! Mungkin suara letusan kantong plastik dikira suara senapan. Tamroni dan Kidi baru bisa berhenti dengan nafas yang tersengal-sengal. “kamu sih tam, sudah saya bilangin jangan membawa bayi monyet tapi malah ngeyel!! kesal Kidi. “Sorri di, saya nggak tahu kalau gerombolan monyet itu akan terus mengejar bayinya” . Tamroni dan Kidi beristirahat sebentar, setelah agak tenang mereka kembali ketempat jaring. Dan hasilnya lumayan..mereka mendapatkan burung kicau yang banyak πŸ˜€

 

-Tamat- πŸ˜€

11 Comments

  1. Di sinyalir yg mengejar kebanyakan adalah monyet betina…mau dijadikan ayah tiri dari bayinya mungkin…wkwkwk

1 Trackback / Pingback

  1. Cerita kocak pabrik, Karyawan baru terjebak kotoran anjing | yudibatang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*