pengalaman naik bus berisi bencoleng

Halo brother biker šŸ˜€ … Malam jumat ini tidak ada artikel horor, sebagai gantinya saya tulisan pengalaman naik bis berisi bencoleng. bencoleng adalah nama lain dari penjahat, copet , rampok dan lain-lain. Pengalaman ini terjadi sekitar tahun 2007. Dulu pekerjaan saya adalah seorang Quality control produk mebel untuk pasar export dan setiap minggu saya dituntut untuk traveling keberbagai kota dijawa tengah dan jawa timur. Saya lebih sering menggunakan jasa bus untuk traveling.

maxresdefault

Suatu hari saya mau menuju kePonorogo jawa Timur untuk inspect Produk mebel jati. Saya berangkat dari Semarang jam 12 malam. Untuk menunggu bis lewat saya sering nunggu didepan spbu setia budi (sukun) Semarang. Nah..waktu itu selain membawa tas yang berisi pakaian dan peralatan kerja, saya juga membawa kardus indomie tapi dalamnya berisi komponen kursi yang berbahan atum/plastik berbentuk huruf U untuk kursi pantai.

Pict9SamiDjayaSaya naik bis bumel atau bis ekonomi yang bernama Sami Djaya jurusan Semarang-Solo. Pas masuk kedalam bis, penumpang nggak terlalu ramai. mungkin penumpangnya hanya sekitar separuh, tapi menyebar… ada yang duduk sendiri didua kursi serta ada yang duduk berdua ditiga kursi. Oh..ya, pas saya naik bis ada segerombolan orang yang sama-sama naik dari sukun, mungkin jumlahnya sekitar lima orang. yang dua masuk lewat depan yang tiga masuk lewat pintu belakang. saya duduk dikursi pinggir kaca sebelah kiri nomor 31. (lihat gambar)

img57-1314949636

Setelah duduk, saya letakkan tas dipangkuan dan kerdus saya taruh dibawah tempat duduk. Sudah menjadi kebiasaan, bila sudah naik bis dimalam hari saya makan roti dulu, terus minum, terus ngrokok sebatang, habis itu minum tolak angin dan langsung molor. Dalam perjalanan sesekali saya terbangun… dan ada penumpang lain yang duduk sendirian dikursi nomor 29, seperti memberi sebuah kode dengan gerakan mata. Tapi karena saya mengantuk sekali, saya cuek saja dan tidur lagi. Sesampai dipertigaan Kartosuro saya terbangun dan banyak penumpang pada turun.

kartosuro

Bis kembali jalan dan baru melaju beberapa puluh meter, tiba-tiba terdengar teriakan penumpang… “Tasku ilang!!… Dompetku ilang!!… sepatuku ilang!!..duitku ilang!! (Tas saya hilang, dompet saya hilang, sepatu saya hilang, uang saya hilang). Ternyata penumpang yang duduku dibarisan depan nomor 1-7, semua barangnya pada hilang. Lalu penumpang yang dari tadi ngasih kode kesaya berteriak.. “Kae wonge mau sing rombongan mudun nang Kartosuro!!” translate .. “Itu orangnya yang tadi rombongan turun diKartosuro!” . Lalu penumpang yang duduk dikursi 29 memberitahu saya.. ” mas kamu tadi saya kasih kode, tadi ada bencoleng yang merayap dibawah jok. coba barang bawaanmu diperiksa, masih ada nggak?” saya langsung ingat kerdus yang saya bawa, saya cek dibawah kursi ternyata sudah nggak ada… saya cari kesekeliling.. ternyata kerdus yang berisi atum itu posisinya sudah pindah dibawah kursi belakang.

penjahat

Lalu saya ambil kerdusnya.. Busyet!! itu kerdus diempat sisinya bolong semua!! tapi isinya nggak ilang… mungkin dikira sibencoleng didalam kerdus ada barang berharganya jadi kerdusnya “dieker-eker”. Penumpang yang ngasih kode kesaya juga cerita, tadi pas dia pura-pura tidur, sibencoleng yang merayap dibawah kursi juga mengacak-acak isi tasnya. tapi sipenumpang tetap cuek karena didalam tas yang diacak-acak cuman berisi sempak kotor dua biji dan roti! :mrgreen: So..hati-hati bila naik bis antar kota dimalam hari, banyak bencolengnya!!

16 Comments

  1. Sami Djaya bus yg dlu sering tak tumpaki saat balik kuliah dri Solo – Brebes tuh Mas…hehe…wahhh emg malem2 naik bus ekonomi…sangt2 riskannnn

  2. Nggak cuma bus ekonomi yg riskan dijarah pencoleng bro. Saya pernah naik bis malam Jakarta-Cirebon, waktu bisnya rusak di sekitar Indramayu, sewaktu nunggu bis pengganti, saya tidur2an di pinggir jalan, tas koper (yg pake kunci kombinasi) saya tinggal di bis. Setelah ganti bis dan turun Cirebon, saya baru sadar kalo kunci kombinasinya dirusak orang. Untungnya dokumen nggak ada yg ilang (soale di tas tsb cuma berisi dokumen).

  3. Pernah juga naik bis akap sinar jaya dari banyuputih,liat dg mata kepala sendiri 3orang,,sehabis rumah makan”taman selera”losari mereka grayangan,ngacak-acak tas yg ada dibagasi atas dan hp,dompet penumpang,,disitu saya udah siaga1,mereka turun di flyover pamanukan..dr awal naik mereka udah mncurigakan..Terlihat skali sbg org asing&ndak ada komunikasi tentang daerah skitar..(biasanya orang luar daerah,kbanyakan ngajak komunikasi

1 Trackback / Pingback

  1. » Mengenal jenis dan kebiasaan bus-bus dijalur pantura

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*