Kratingdaeng adalah cikal bakalnya Red Bull

Yudibatang.com – Halo brother biker 😀 … Setelah yudibatang publish artikel tentang Red Bull VS Monster, Ternyata masih banyak brother biker yang belum tahu hubungan antara Kratingdaeng dan Red Bull. Yups… Krating daeng adalah cikal bakalnya Red Bull.

Dietrich pendiri red bull

*Dietrich Mateschitz pendiri Red Bull

1. Sekilas tentang Sejarah Kratingdaeng dan Red Bull

Krating Daeng, dalam bahasa Thailand berarti kerbau merah. Krating Daeng adalah salah satu minuman berenergi/berkafein asal Thailand yang tidak berbuih, mengandung taurin sintetik (sejenis asam amino), kafein, gula, dan glukuronolakton, sejenis zat yang diklaim mampu memberi stamina, kewaspadaan, dan daya tahan fisik. Krating Daeng diciptakan oleh perusahaan Thailand TC Pharmaceutical Company milik Chaleo Yoovidhya pada tahun 1978

Krating daeng versi awal yang beredar diIndonesiapun berbeda komposisinya dengan krating daeng yang beredar sekarang. Konon karena formula asli Kratingdaeng dari thailand tidak memenuhi standar depkes, maka Krating daeng yang sekarang formulanya sudah lain dari aslinya. Yudibatang sendiri merasakan perbedaan kasiatnya antara Kratingdaeng versi awal dengan krating daeng sekarang.

yudibatang-bass-1

Dulu sekitar tahun 1997 saat saya mau konser musik rock, saya sering minum kratingdaeng dulu sebelum tampil. Kasiat Kratingdaeng versi awal memang dasyat!! saya merasakan stamina dan konsentrasi yang luar biasa!! (bukan iklan lho ya, hanya testimoni). namun kratingdaeng yang sekarang terasa biasa-biasa saja.

Sedangkan Red Bull sejarahnya dimulai Pada tahun 1982, (banyak versi cerita tentang Dietrich Mateschitz mengenal Krating Daeng , ada yg lagi duduk dihotel ada yang kena jet lag dll)  Intinya th 1982 Dietrich Mateschitz berkunjung ke Thailand dan mulai mengenal Krating Daeng.

kratingdaeng Thailand

KRATING DAENG Cikal Bakal RED BULL

Pada tahun 1983, Yoovidhya (pemilik Krating daeng) dan Dietrich Mateschitz bertemu di Bangkok dan bersepakat membuat sebuah lisensi untuk Dietrich Mateschitz untuk memproduksi dan menjual minuman itu di Austria. Yoovidhya dan Dietrich Mateschitz masing-masing berbagi saham sebesar 49% dan putra dari Yoovidhya memiliki saham sisa

redbull1

PEMASARAN CEMERLANG RED BULL

Salah satu strategi keberhasilan kegeniusan Dietrich Mateschitz adalah caranya mempromosikan Red Bull ke pasaran yang Out of the box. Red Bull dipasarkan jauh dari kehidupan sehari hari. Red Bull di pasarkan ke olah raga ekstrim, ke bar-bar yang paling kondang, ke pesawat-pesawat wisata dan tim-tim aerobik, dan kesegala jenis balapan mobil. Red Bull telah mensponsori sampai lebih dari 300 atlet olahraga ekstrim, sebuah tim balap F-1. Kampanye pemasarannya pun tidak main-main, 80 juta dolar AS untuk mensponsori olah raga ekstrim.

Madonna minum red bull

Red Bull juga mendapatkan dukungan dari para pesohor seperti Madonna, Britney Spears, dan Demi Moore yang dipotret para paparazzi ketika sedang meminum sekaleng Red Bull di sore hari sebagian dari kegiatan sehari-hari mereka. Dengan cara-cara ini, Red Bull telah diasosiasikan dengan minuman untuk kehidupan yang tidak biasa, dan menjadi gaya hidup papan atas.

 Kemasan Kratingdaeng dan Red Bull

Krating Daeng umumnya dikemas dalam bentuk botol kaca yang ditempeli kertas kemasan. Sedangkan Red Bull memiliki kemasan berupa kaleng kecil dengan warna kombinasi warna perak dan warna biru khas Red Bull.

begitulah sejarah Krating Daeng yang menjadi cikal bakal Red bull. 😀

 

*Dirangkum dari berbagai sumber

 

8 Comments

    • Mosok??? Lima ribu dapat satiu botol koq.

      Dulu sering minum pas bulutangkis sama teman2. Sekarang sudah ga maen bulutangkis lagi otomatis sudah tidak minum minuman berenergi lagi.

  1. Pernah minum waktu riding dari ngawi-alasroban-ngawi malemhari,.nyampe salatiga jam stengah 3 udah ngantuk berat,tak minumin kratideng malah parah..ngantuk emang ilang..tp mata merem sama sekali ndak terasa,itu sama sekali ndak ada ngantuk2nya tp mata merem merem trus

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*