“Pertahanan pasif” bagi pemotor ibukota

Halo brother biker 😀 … “Pertahanan pasif”… apa’an itu? Bagini masbro… berdasarkan pengalaman yudibatang riding diibukota jakarta, memang harus waspada, sigap dan sabar. Contoh saja pas ditraffic light, ketika lampu menyala merah saya berhenti dibelakang garis zebra cross…tapi ternyata apa yang menurut saya benar itu “keliru” dimata pemotor ibu kota secara umum. Yups… saya diklakson agar segera maju.

11149256_10152864656818230_2387151921901683355_n

Saya tetap diam eh..malah spakbor belakang motor saya disruduk-sruduk pake ban depan oleh pemotor dibelakang saya. Kalau tidak memiliki kesabaran, dijamin deh..bakalan ribut terus setiap hari. Saat itu terlintas ide diotak kayaknya perlu bikin “pertahanan” dengan pasang bemper belakang khusus saat riding diibu kota.

Nah pagi tadi, ada pengalaman seorang teman yang berdomisili diibukota. Pengalaman bro Yoko lagi yang pernah nolongin pemotor soax :mrgreen: ini pengalamannya :

– Pertahanan Pasif –

Hari ini ada tiga agenda meeting yang harus saya hadiri di tiga tempat yang berbeda di Jakarta. Karena itulah saya memilih naik taksi saja, sehingga terbebas dari kejengkelan akibat kesemrawutan di jalan.

pelanggaran-lalulintas-4

*poto ilustrasi

Pagi tadi dalam perjalanan ke studio di Cinere untuk mengambil tas kerja, taksi yang saya tumpangi terhambat sebuah keributan ditengah jalan. Rupanya antara pengemudi Skuter dengan motor Ninja. Setelah saya amati, keributan itu dipicu oleh gembosnya ban depan si Ninja, lantaran nancep di paku-paku yang dipasang dibawah plat nomor Skuter itu.

11951180_10205098116348739_5800354684411387367_n

Boleh jadi pengemudi Skuter itu sudah lelah sering ditabrak dari belakang, sehingga ia berinisiatif memasang duri di bokongnya. Dan hari ini sistem pertahanan pasif yang dibuatnya, terbukti ampuh bekerja. Ia tampak puas dengan hasilnya, meskipun sepagi itu harus sudah berantem dengan sesama pengguna jalan yang tengah apes, menabrak bokong berdurinya….

11892052_928496150555777_2537040359180045237_n

9 Comments

  1. pernah kepikiran yang beginian,… buat di taro di motor tua. pake motor tua di ibukota itu dianggap angin lalu, santapan motor2 batangan buat di tabrak n di tendang.

  2. klo ane jg pernah sdh brhenti ditempat yg semestinya tp tetap diklaksonin masbro, cuma ane ga peduli, ane tunjuk aja lampu merah yg diatas, tp memang lom sampe disodok dr belakang, klo ane digituin walaupun itu tentara sekalipun ane tetap hadapin, walaupun berakhir dgn adu jotos…hehehhehe….bukan ingin jd jagoan, cuma ga suka ngeliat orang2 yg arogan gitu aja…heheheh

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*