Pengalaman dicegat kuntilanak penunggu kuburan,didesa suka resmi Cikarang

Yudibatang.com – Halo brother biker ๐Ÿ˜€ … Malam Jumat waktunya artikel horor…. Artikel horor kali ini menceritakan pengalaman saya sendiri yang terjadi ditahun 2000. Dulu tahun segitu saya masih bekerja sebagai karyawan pabrik rotan didaerah Desa Suka Resmi, dekat kawasan Lippo Cikarang.

suka resmi cikarang

Diwaktu pagi hingga sore hari, status saya adalah karyawan pabrik. namun dimalam hari kadang kala saya menjadi Pemain bass pengganti (additional player) disebuah kafe dikawasan lippo cikarang. nama kafenya adalah Town Cafe (sekarang nggak tahu cafe tersebut masih ada apa sudah tutup). Sebenarnya jarak dari Mes (seperti asrama pabrik) ketown cafe relatif dekat, mungkin sekitar 1 kilo meter.

Namun itu harus dilalui melewati kuburan dulu , melewati perkampungan dan naik tembok kawasan Lippo, barulah sampai keTown Cafe. Karena malas, saya lebih sering lewat jalan aspal, rutenya memutar dan lebih jauh dengan bantuan naik ojek.ย  Suatu malam saya dapat panggilan untuk main jadi pemain pengganti diTown cafe.

kuburan ds suka resmi

Seperti biasa saya kontak tukang ojek langganan untuk menjemput dan mengantar saya keTown cafe. Jam 9 malam acara dimulai..setelah dua kali bright time acarapun selesai dijam setengah dua malam. setelah dapat bayaran dan dapat bagian uang saweran sayapun bersiap untuk pulang. Musisi yang lain sempat menawari tumpangan sepeda motor buat saya, tapi saya tolak. setelah musisi yang lain pergi, Saya kontak tukang ojek langganan.

yudibatang-bass-6

*yudibatang on the stage ๐Ÿ˜€

Ternyataaa… siOjek nggak bisa jemput karena lagi ada kepentingan… apes!! ada dua pilihan… pulang jalan kaki berputar yang jauh tak terhingga… mungkin 5 kilo meteran. atauย  pulang lewat jalan yang dekat tapi melewati rute seramm… Nyalakan sebatang rokok dulu..sambil menimang-nimang… Hhhmmm..akhirnya saya putuskan pulang jalan kaki melewati rute seram… nekat dah!! Saya jalan menyusuri trotoar yang dikanan saya ada lapangan golf… lalu saya melewati jalan setapak dipinggir tembok pembatas kawasan lippo. kondisinya gelap!! kemudian saya mulai menaiki tembok pembatas kawasan, disitu sudah ada tangga dari bambu untuk akses penduduk setempat. Turun dari tembok…saya menyusuri perkampungan penduduk lokal yang tersisa (mungkin rumah penduduk asli yang dulunya tidak kena gusur).

11201835_674059899362387_8736660239376710762_n

*poto ilustrasi tapi mirip-mirip begitu ramh-rumahnya

Rumah-rumah penduduk ini juga suasananya mirip-mirip yang digambarkan disandiwara radio mak Lampir bro… walau terletak didekat kawasan pabrik modern, namun model-model rumahnya masih “maaf” agak tertinggal. Ada yang dindingnya dari papan, ada yang dinding rumahnya dari bilik bambu. Saya berjalan sambil tengak-tengok mengawasi keadaan sekitar.

busyeett nih.. kampung orang apa kampung siluman nih… sepi benerr… saya terus berjalan sembari menggendong gitar bas yang ditaruh didalam tas bas menusuri jalan tanah sambil menghisap sebatang rokok untuk mengusir kesunyian.

kuburan malam 1

Seratus meter mejelang melewati kuburan, perasaan saya agak ragu untuk meneruskan… “terus apa puter balik ya???kalo puter balik jauh baaangeett… kalau lurus sudah dekat tinggal 500 meter lagi.. tapi harus melewati kuburan yang konon terkenal angkerr..” guman saya dalam hati. Walah… jalan terus (walau perasaan agak ngeri…). Jalan yang saya lalui ini jalan tanah dikiri kanannya ada semacam sungai kecil dan tanah kosong yang penuh dengan semak belukar.

burung hantu

Baru berjalan dua puluh metaran..terdengar suara burung hantu…”kuk…kuku… ” lalu seperti ada angin yang berhempus ditengkuk… Mak prekitiiikkk!!! agak sedikit merinding… Untuk mengusir rasa takut saya menyanyi-nyanyi lagu bon Jovi yang tadi dinyanyikan oleh penyanyi kafe… “Bad of rosses”!! sepuluh meter menjelang melewati depan kuburan… mak sripppiiitttt…. mau bangkai masbro!!! hanya bisa berkata dalam hati… “bah..kuntilanak jantan mau nongol nih!!

horor

Baca artikel ini untuk mengenali aroma mahluk halus . Saya terus berjalan agak cepat sambil baca-baca semampunya didalam hati sembari mengawasi sebelah kanan saya (lokasi kuburan), siapa tahu tiba-tiba nongol kuntilanaknya saya sudah siap. tepat memasuki wilayah depan kuburan saya berjalan semakin cepat..kadang memandang lurus kedepan, kadang menengok kekanan. Bau bangkai tercium semakin menyengat!! Tepat didepan kuburan tiba-tiba ada suara perempuan yang asalnya dari samping kiri saya… “Mas??!!” (kalau inget jadi merinding lagi ..) Saya yang konsentrasi dipandangan depan dan samping kanan, terkaget mendengar suara perempuan jam dua malam dikuburan pula!! Saya nengok kesamping kiri… Busyett!! ada perempuan berambut panjang memakai gaun putih dengan posisi kepala menunduk!!

001

Saya yang tadinya rencana mau lari, tiba-tiba kaki ini serasa terpaku ketanah!! ingin rasanya mulut ini teriak tapi terkunci!! Kkkuukkkuu… Kuntilanak itu tepat lima meteran didepan saya!! sekejap kuntilanak itu terbang dan tertawa-tawa.“.hi..hi..hi..!!. ” . Entah kenapa tiba-tiba saya bisa melompat dan lari sekencangnya sambil tangan kiri megangin tas bas gitar. Saya terus berlari tidak berani nengok kebelakang..

penampakan-kuntilanak2

sampai dipintu gerbang mes, gerbang yang terbuat dari besi kerangkeng dikunci dari dalam pula!! hadeh!! terpaksa naik keatas melewati akwat berduri!! hanya satu keinginan!! masuk kamar dan tidur!! setelah berhasil melewati gerbang besi kerangkeng, saya terus berlari menuju mues (dari gerbang menuju mes masih melewati lorong selebar dua meteran sepanjang 30 meter!!

paku kuntilanak_peeking at a ghost

Sampai dihalaman mes suasana sepi sekali!! saya jalan pelan-pelan sambil sesekali menengok kearah kuburan tempat kunilanak tadi… Buka pintu mes dan langsung masuk kamar… napas masih terasa ngos-ngosan dan tak sadar keringat bercucuran!! Alhamdulillah selamat sampai mes… sejak saat itu kalau dapat job main kekafe lagi saya tidak berani melewati kuburan itu. Samapai sekarang kadang saya juga heran… kok saya berani ya!! Jam dua malam berjalan sendirian melewati kuburan…. hi..hi..hi..

38 Comments

    • Iya..masbro, begitulah suasana tahun 2000an ๐Ÿ˜€ pabrik rotannya juga sekarang kayaknya sudah berubah jadi gudang paket ya masbro? ๐Ÿ˜€

  1. kang saya sampe tahun 2003 masih disana kang, adik saya malah kursus musik d towncafe itu, kadang kalo nungguin iseng lihatin orang mancing d setu belakang golf rangenya, kadang kalo masih ada waktu mungutin bola golf d samping golf rangenya

  2. asli serem banget padahal bacanya siang2 gini…kebayang dah ada kuntil cekikikan tengah malem dikuburan lagi….dikasih ceban aja ogah baca ini malem2.

  3. Nek awal taun 2000an ya percoyo lek..aq mbyen tau ng daerah klender(deket umae kobayogas)jg kampunge wes bedo jauh kr saiki,.tanah kosong masih banyak,saiki wes rapet,..

  4. ada orang yang seperti bakat sering bertemu hal seperti itu…
    adik, kakak dan ibu saya sering diperlihatkan yang seperti itu.. tetapi yang laki-laki, saya dan bapak saya, sekali pun belum pernah tuh.
    katanya orang yg sering lihat penampakan karena ada yg “nempelin”. makanya perlu di rukiyah… entah bener atau tidak

    • siloam hospital mana gan? knapa ngga dipotoin? Sy juga pernah di studio ciawi, kuntinya lompat nabrak tembok, tapi seolah-olah tembus…ngeriii

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*