Nasib rumah dan bangunan dipinggir jalan raya pantura

Halo brother biker 😀 … Jalan pantura merupakan jalan raya besar yang menghubungkan kota-kota dan daerah-daerah disepanjang pantai utara. Jalan raya ini setiap saat selalu saja ada perbaikan jalan, entah disengaja atau tidak, biasanya perbaikan jalan atau betonisasi ini silih berganti antar kabupaten/kota madya.

Helm kyt spiderman

Nah…karena seringnya jalan raya pantura mengalami perbaikan dan betonisasi, otomatis ketinggian jalanpun semakin lama jadi semakin tinggi dari tanah disisi-sisi jalannya. Maka rumah-tumah dan bangunan-bangunan dipinggir jalan raya pantura kalau tidak “mengikuti” ketinggian jalan raya tersebut, lama-kelamaan akan “tenggalam”.

11988189_1489093111409815_1582386628762102481_n

Tak heran banyak pemilik rumah dan bangunan dipinggir jalan raya pantura saat membangun rumahnya atau bangunanya ketinggianya “dilebihkan” untuk mengantisipasi efek “tenggalam” terlalu cepat.  Kalau masbro perhatikan, rumah dan bangunan lama dipinggir jalan raya pantura yang tidak “diupgrade”, posisinya jadi lebih rendah dibanding jalan dan trotoar…yah..begitulah nasib rumah dan bangunan dipinggir jalan raya pantura. Kalau pas musim kemarau kemasukan banyak debu sedangkan kalau musim banyak hujan, kebanjiran.

11222231_1489093034743156_6343246876576811480_n

kalau pas ada perbaikan jalan, betonisasi serta pemasangan saluran air dan lain-lain, mereka jadi sulit untuk bisa keluar dan masuk kerumahnya sendiri. Yang bikin jalan sepertinya sudah “mengagendakan” perbaikan jalan yang “abadi” 😀

 

 

 

17 Comments

  1. yg kop-kop itu kontraktornya, dimana saja, umumnya proyek jalan raya selalu tambal sulam….. jarang ada jalan bisa tahan 20 tahun tanpa tembelan renovasi …… mentalitasnya perlu dirubah …. mungkin juga perlu peningkatan IQ biar bisa menemukan teknik pembangunan jalan yg tahan gempa 10 SR dan awet tujuh turunan

    belum lagi galian bekas proyek yg seringkali mengganggu ….. heran ooh heraaannnn ….. seringkali ktemu proyek kontruksi yg malah destruktif ….wewww

  2. Proyek abadi, misalnya dari timur perbaikan mengarah ke barat, belum sampai ujung barat, jalan yg di timur sudah rusak lagi, sampai barat perbaikan diulang lagi dari timur ke barat, dan seterusnya…

  3. Proyek tanpa henti, misalnya dari timur perbaikan mengarah ke barat, belum sampai ujung barat, jalan yg di timur sudah rusak lagi, sampai barat perbaikan diulang lagi dari timur ke barat, dan seterusnya…

  4. Selalu peninggian jalan,padahal perbaikan jalan ga’ harus selalu di tinggikan.
    Cba liat di youtube di luar negeri perbaikan jalan ga’ selalu di tinggikan,malah di keruk.

  5. Kadang yang jadi pertanyaan, pelebaran jalan atau peninggian jalan ada batasannya atau tidak ya?? Jadi kebayang kalo pelebaran jalan tidak ada batas. Maka bumi isinya jalan raya selebar lebarnya:-)

  6. jalan beton sebetulnya gak enak

    karena beton itu sifatnya kaku/rigid

    sedangkan aspal lebih lentur

    secara pemeliharaan, beton lebih murah daripada aspal

    tapi aspal jauh lebih nyaman, beton kalo udah kering bergelombang,naik motor di atas jalan beton bikin tangan cepet pegal dan badan capek..bayangin aja kalo pantura full beton, naik motor bisa lebih bahaya

    selain itu karakter beton yang kasar lebih cepat memakan karet ban

  7. Kalau jalannya awet kayak di luar negeri, kontraktor dan pejabat urusan perbaikan jalannya mau makan apa? Anak-istri gak bisa sekolah dan jalan-jalan ke luar negeri lagi dong. Belum lagi musti beli Hermes buat istri dan simpanan. 😀

  8. Betoool sekali Gan…agak aneh aja, anggaran katanya belum sepenuhnya terserap ya (klo ga salah dgr)…mereka yg berada di dinas terkait dengan perekrutan yang “luar biasa” kenapa ga memberlakukan proses pengerukan terlebih dahulu ya baru dibeton ulang…kasian juga untuk rumah yang disisi kanan kirinya….koplak juga sih ya…IMHO sbg orang awam Gan

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*