Hati-hati !! memboncengkan perempuan yang bukan apa-apanya, bisa bahaya!!

Halo brother biker 😀 .. Artikel ini sebenarnya terinspirasi dari cerita pengalaman seorang teman dari Cirebon. Sebut saja namanya pakDi. PakDi ini umurnya waktu itu sekitar 42 tahun namun wajahnya masih good looking untuk ukuran seorang bapak-bapak. Pak Di sudah berkeluargan dan memiliki dua orang anak. PakDi dan keluarganya tinggal disebuah perumahan didaerah Cirebon. Suatu pagi pakDi mau berangkat bekerja mengendarai sepeda motor bebek Honda Grand.

sejarah-honda-bebek-honda-supercub-09

Dari rumah pakDi berangkat sendirian namun pas sampai dimulut gang perumahan dipinggir jalan raya ada seorang tetangga ibu-ibu yang berumur tiga puluha. Kebetulan jalanan agak ramai, Jadi pakDi berhenti sejenak menunggu jalan raya agak sepi. Nah… tiba-tiba Tetangg pakDi yang ibu-ibu ini menyapa pakdi sambil mendekat. “PakDi… mau berangkat kerja ya?… saya numpang mbonceng motornya ya?kan sekalian lewat pasar…” ucap sitetangga. Belum sempat pakDi menjawab, eh.. sitetangga langsung nyelonong duduk dijok motor pakDi. PakDi merasa nggak enak… mau ditolak tapi sitetangga yang ibu-ibu itu sudah duduk dijok, mau jalan tapi ada tetangga perempuan yang ikut mbonceng.

wpid-hantub10

*poto ilustrasi

Akhirnya… dengan ragu-ragu pak menjawab “Ya udah bu…gak apa-apa “. Selama perjalanan hingga sampai dipasar tidak terjadi apa-apa, pakDi pun melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjanya.  Nah… keesokan harinya beredar kabar yang tidak enak sampai ditelinga pakdi. Tak disangka, suami sitetangga perempuan yang dibonceng pakdi datang kerumah dan marah-marah dengan pakDi. Sisuami curiga bila isterinya selingkuh dengan pakdi, karena ada tetangga yang lain yang menyaksikan pakdi memboncengkan istri sang tetangga. PakDi sudah menjelaskan duduk permasalahannya bila dia hanya sekedar memboncengkan tetangga perempuannya sampai dipasar dan tidak ada hubungan apa-apa. Namun sisuami tetangga perempuan merasa tidak puas..dan pulang kerumah dengan masih membawa amarah mau mengambil golok!.

bawa golok

Pakdi tidak mau permaasalahan berlarut-larut dan pakdi segera mendatangi ketua RT untuk mendamaikannya. Akhirnya diadakanlah sidang pertemuan antara pakDi bersama istri sahnya, si tetangga perempuan yang ikut mbonceng dan suami sitetangga yang masih tidak terima, serta perwakilan dari kepolisian!! Weidan!! bisa jadi ruwet begini. Singkat kata masalaahpun selesai namun hubungan antara pakdi dan suami tetangga perempuan yang ikut bonceng motor pakdi tersebut jadi renggang. Nah..loo… Hati-hati bila mau memboncengkan perempuan yang bukan apa-apanya!! bisa bahaya!! he..he..

12 Comments

  1. Sa’ad bin Ubadah ra berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang.” Nabi saw bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa`ad? Sungguh aku lebih cemburu dari pada Sa`ad dan Allah lebih cemburu daripadaku” (HR Bukhari Muslim)

    Nabi saja secemburu itu. Itu hal lumrah dan normal. Tapi …

    Nabi berwasiat kepada seorang sahabat agar ia tidak marah. Kemudian ia mengulangi permintaannya itu berulang-ulang, sedang Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam tetap memberikan jawaban yang sama. Ini menunjukkan bahwa marah adalah pokok berbagai kejelekan, dan menahan diri darinya adalah pokok segala kebaikan.

    Maka sepatutnya tetap mejaga akal sehat kita. Jauhkan dari rasa amarah. Jangan buka peluang setan untuk menghasut pikiran kita. Karena perkara membunuh ada dosa terbesar setelah syirik. Bukan perkara sepele.

    Seandainya ia kesal dapat melampiaskannya ke sesuatu yang tidak menimbulkan muhorot besar. Seperti memaku tembok kayu. Memecah batu. Merendam dirinya di kolam. Duduk. Tidur. Berwudu. Shalat. Masih banyak cara agar jauh dari rasa amarah. Karena amarah adalah pintu segala kejelekan.

    • he..he.. nggak harus pake single seater masbro, tolak saja secara halus. misal aslinya kita mau jalan lewat pasar, mendingan kita lewat kearah yang berlawanan… he..he…

  2. seingat saya, seorang istri apabila dia bepergian tanpa suaminya, maka lelaki lain yg hanya blh mendampinginya bepergian adalah ayah kandung dan sodara kandung laki-laki saja. Tlg koreksi bila saya salah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*