Jorge Lorenzo sangat ambisius meraih gelar juara dunia motogp 2015

Halo brother biker 😀 … Dalam kehidupan memang dibutuhkan sebuah kompetisi untuk menjadi yang terbaik, atau minimal lebih baik dari sebelumnya. Entah itu dalam hal sekolah, pekerjaan maupun dalam hal lainnya. Kompetisi yang baik adalah kompetisi yang sehat tanpa memakai hal-hal non teknis :mrgreen: Nah..begitu juga dalam perebutan gelar juara dunia motogp 2015 ini..

keep working Jorge Lorenzo

Tanpa mengabaikan Marquez, sampai seri keempat belas disirkuit Aragon Spanyol, pembalap yang memiliki peluang sangat besar untuk menjadi juara tinggal menyisakan dua pembalap.  Yaitu Valentino rossi pemimpin sementara klasemen pembalap dengan 263 poin dan Jorge Lorenzo diperingat kedua dengan 249 poin. selisihnya hanya 14 poin. Keduanya merupakan pembalap dalam tim yang sama, Yamaha Movistar…keduanya memiliki senjata yang sama, yamaha M1 2015.

rossi-lorenzo-new-chasis-assen-2015

yang membedakan hanya mekanik dan krunya saja. Dari mereka berdua sekarang ini, mulai terlihat siapa yang sangat ambisius dan siapa yang nyantai. Yups.. Jorge Lorenzo!! Anak muda dari spanyol ini terlihat sangat ambisius untuk meraih titel juara dunia motogp 2015 ini. Tanda-tandanya terlihat saat mau start balapan, wajahnya sangat tegang sampe-sampe Umbrella girl yang gak tau menahu saja ditepis tangannya (kasarannya disuruh minggir). dan bila ada sedikit “colekan” dari Rossi, terlihat Lorenzo sangat emosional… contoh saat kualifikasi diseri motogp Misano Lorenzo marah-marah gara-gara Rossi melambatkan motornya dan saat warm up sebelum race dimulai disirkuit Aragon hari minggu lalu.

rossi hampir menabrak lorenzo aragon

Kebalikan dari Lorenzo, Rossi terlihat sangat nyantai.. ibaratnya “menang sukur… ora menang yo ora popo” 😀 Nah.. hal-hal seperti diatas membuat banyak penggemar motogp kurang menyukai tingkah laku Lorenzo. Apakah Lorenzo akan berhasil mewujudkan ambisinya menjadi juara dunia motogp 2015? Biarlah waktu yang menjawabnya 😀

5 Comments

  1. banyak para pembalap yang memiliki emosional besar (aleix espagaro, colin edward) butuh sebuah motivasi agar bisa semangat membalap. rossi paham kondisi rekannya. lorenzo sendiri pun harus ambil resiko menjadi musuh ketika di lintasan. dan tetap menjaga jarak komunikasi hanya sebagai rekan setim. doi sendiri mengeluh jika harus menjadi teman. rasanya gak tega bersaing dengan rossi terutama. makanya lebih baik hubunganku ya begini dengannya, ujar maksud lorenzo.

    jadi kalo sikapnya terlihat emosional itu memang harus dilakukannya. cuman emang gak enak dilihat ya. resiko memang.

    tapi apa sih yang gak bikin musuh ketar-ketir oleh bayangan rossi. sudah sejak dulu banyak pembalap hebat bertumbangan karena bayang2 rossi di lintasan. buktinya lorenzo jatuh. ya itu alasan saja panas disalip reding. padahal niat doi mau dapat poin banyak di depan rossi. eh jatuh.

    tapi emang lorenzo beruntung terus bisa mendapatkan durasi ban yang mumpuni tahun ini. jadi doi bisa santai di pertengahan lap. dan masih bisa menjaga semangat balapnya. – maksud kata bradley smith, motogp tidak mampu melesat ekstrim seperti itu kecuali dengan bantuan zat2 tertentu di dalam ban yang dibuat khusus pasa motor motogp. – artinya lorenzo adalah salah satu pembalap yang bisa memanfaatkan karakter ban secara maksimal. dan saat warm-up pun jadinya doi kudu mem-push bannya tersebut agar dapat hasil maksimal. makanya sedetik atau mili detik saja disenggol alias menghambat doi, doi ya marah.

    ya syukurnya mbah rossi sudah paham. pembalap lain kek petruci juga paham (meski beda kasus, tapi mengisyaratkan hal yang sama, kalo di dekat lorenzo jangan bikin kesalahan)

    ah! lorenzo emang dah aneh gaya balapnya. selain bikin tontonan terasa hambar, ya walau doi salip2an juga begitu hambar, apalagi ditambah sikapnya yang begitu. rasanya doi sedikit gak sportif. kan namanya balapan (senggolan) itu hal yang biasa. tapi ya itu harus dilakukannya buat membakar emosi seh. dilema 🙂

  2. lorenzo pernah ngomong masalah kesalnya karena di senggol simoncelli dulu.. simoncelli nganggap itu hal biasa, n dia membuat kekesalan lorenzo jadi bahan tertawaan dia dan wartawan.. tapi ketika lorenzo membalas cemoohan simoncelli dan tawa wartawan dengan kata-kata ini, semuanya jadi diam:
    “ini balapan dengan kecepatan 300km/jam, satu senggolan sedikit saja nyawa taruhannya, orang lain juga bisa agresif, tapi mereka memilih tidak begitu, jadi kamu harus memperhatikan keselamatan orang lain juga.. “

    • Semua pembalap juga bisa agresif bahkan lebih, tapi pembalap yang berjiwa sportif ialah pembalap yang bisa cepat tapi juga memikirkan keselamatannya sendiri dan orang lain, lihat Simonceli dia meninggal karena ke agresifannya sendiri, manufernya membuat Dani Pedrosa patah tulang selangka, padahal Simonceli sadar itu berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*