Petualangan ngamen bagian 1 : tidur di RSUD Brebes ditendang lelembut penunggu rumah sakit

Halo brother biker 😀 … Malam Jumat, Lupakan sejenak artikel tentang motor, waktunya publish artikel yang ditunggu-tunggu pembaca setia warung yudibatang… yups.. artikel horor!! Artikel horor kali ini mengisahkan pengalaman seram yudibatang sendiri yang terjadi ditahun 1993 alias 25 tahun yang lalu. Waktu itu saya masih duduk dibangku sekolah kelas dua SMA (sekarang SMU).. Oh iya Sekolah saya Di SMA N 1 Slawi Kabupaten Tegal. Saat liburan sekolah karena kelas dipake untuk ujian anak kelas tiga, saya bersama teman karib saya yang bernama Agus Prasetyo alias Agus Polor melakukan perjalanan petualangan ngamen selama dua hari dua malam.

RSUD-Brebes

Pada artikel ini, saya ceritakan yang bagian malam pertama dulu. Beda dengan anak sekolah jaman sekarang, yang kalau butuh uang tinggal mewek sama orang tua. Saya dan Agus memiliki keperluan yang sama, butuh uang!! Daripada minta orang tua kami lebih baik mengamen he..he.. waktu itu yang jago main gitar plus menyanyi sambil berdiri hanya saya, sedangkan Agus main gitarnya baru belajar. Serta jam terbang ngamen saya sudah tinggi he..he.. 😀 Hari Pertama saya dan Agus naik angkot menuju daerah Kabupaten Brebes. Start ngamen didaerah sumur panggang.. saya dan Agus mengamen dari rumah kerumah. Saat duhur kami beristirahat sejenak untuk makan diwarung lalu melanjutkan lagi..ngamen dari rumah kerumah hingga sore hari. Saat waktu memasuki malam, kami bingung mau nginap dimana? Masa petualangan nginapnya dihotel?… Setelah diskusi dengan Agus, disepakati kita menginap di RSUD Brebes.

poto yudi jaman SMA 94

 

 

 

 

 

 

 

 

Jam delapan malam, kami memasuki RSUD Brebes sambil menenteng gitar dan tas ransel…tanpa permisi kami langsung jalan masuk kedalaam mencari Musola…. Saat hampir sampai Mushola kami dicegat bagian keamanan. “Mas..mas.. mau pada kemana mas?” tanya bapak-bapak bagian keamanan. “Mau keMushola pak, mau numpang solat dan Istirahat” Jawab saya. “Oh..iya ..silakan..sini pinjam gitarnya” Sahut bagian keamanan. Setelah itu saya dan agus masuk kemushola numpang mandi, ganti baju dan solat. Setelah selesai dari Mushola, kami makan diwarung depan Rumah sakit.

keranda1

*Bangku panjangnya mirip keranda mayat yang bagian bawah

Setelah makan, kami ngobrol-ngobrol dengan pemilik warung dan nanya apakah boleh tidur diMushola Rumah sakit. SiPemilik warung menjawab, boleh-boleh saja ..tapi dimushola itu banyak Jinnya yangs seram dan usil!! hadeh!! Daripada nanti kenapa-napa akhirnya saya dan Agus urung tidur diMushola dan tidurnya hanya dibangku panjang dilobby Rumah sakit. Yang saya ingat diloby rumah sakit terdapat banyak bangku kayu yang panjang, mungkin sekitar 12 bangku serta ada satu pesawat televisi yang diletakkan diatas. Dan diloby tersebut banyak orang-orang yang sedang bergiliran njagain pasien. Saya dan Agus ngobrol-ngobrol dengan orang-orang yang pada duduk-duduk diloby. Masuk jam sepuluh malam, mata saya sudah ngantuk sekali dan badan terasa capek. Sayapun tertidur dibangku rumah sakit dan disekitar saya ada agus sedang ngobrol dengan orang serta ada beberapa orang yang nonton tivi.

Bagitu mata saa terpejam… Saya merasa terbang dan pindah kealam lain!! Saya merasa berada disebuah lembah dan banyak asap putih disekeliling saya serta pandangan sekitarnya hanya ada warna hitam gelap!! Saya berjongkok sambil meraba-raba tanah tempat saya berpijak… Tangan saya merasakan seperti meraba daun kering, kerikil dan tanah gembur yang bercampur lumpur.. Suasananya sunyi sekali… beberapa saat kemudian terdengar suara seperti “auman monster”… seperti difilm alien!! “Ghhrrrrr….!!” Yakin!! Takut bukan main saat itu!!

425.ab.dementors.062911

Lalu muncul sesuatu berwaran hitam dan “rembyak-rembyak” (rumbai-rumbai) yang terbang diatas kepala saya. Saya merunduk sambil kedua tangan saya letakkan diatas kepala. Lalu terdengar suara yang berat (seperti suaranya vokalisnya sepultura) .. “Aja turu nang kene!!” translate “Jangan tidur disini!!”. Sekelebatan muncul telapak kaki yang sangat besar, hitam, kukunya panjang serta berbulu dan langsung menginjak muka dan badan saya. Waktu itu saya merasa tertindih sesuatu yang sangat berat dan menutupi hidung dan mulut saya. Nggak bisa ngomong dan napas terasa sesak!! Saya hanya bisa “nggremeng’ .. “Gha..ghu…”. Saya meronta-ronta agar bisa lepas dari injakan kaki besar tersebut. Sejenak kaki besar itu lepas dan muncul muka mahluk yang memiliki kaki besar tersebut!! Serem bro!! Mukanya berbulu dan bertaring!!

Jin seram

*Mahluknya mirip-mirip kaya dipoto atas

Hanya sebenatr muka mahluk tersebut nongol, lalu kaki besar tadi menendang badan saya!! Wuaaaa!! saya merasakan badan saya terlempar dan jatuh kedalam jurang yang dalam!!! Brak!! Saya terjaga!! ternyata saya jatuh dari bangku rumah sakit!! Dan orang-orang disekitar besama agus, pada tertawa. sial!! Namun ada satu orang bapak-bapak yang menghampiri saya dan memapah saya kembali duduk dibangku serta berbisik “Koen miki turu nang kene ora maca donga ya? mesti dikerjani lelembut kene” translate “kamu tadi tidur disini nggak baca doa ya? pasti kamu dikerjain sama lelembut penunggu sini”  saya menjawab “iya pak, saya lupa nggak baca do’a”. Bapak-bapak tersebut menyuruh sayaa segera kekamar mandi dan cuci muka.

penampakan rumah sakit

*poto ilustrasi

Baru berjalan beberapa meter meninggalkan loby, “mak prekitik!!” saya melihat kuntilanak yang menembus salah satu pintu kamar pasien dan berbelok membelakangi saya. “wis.. lemes dedes… baru saja “ditendang” lelmbut ..eh.. ketemu kuntilanak. Entah kenapa saya memandangi terus kemana kuntilanak tersebut berjalan mengambang. Kuntilanak tersebut masuk kekamar lain.. saya mengikuti arah kemana kuntilanak tersebut masuk. Ternyata masuk kamar mayat bro… hiiii!! saya segera bergegas kekamar mandi untuk cuci muka. selesai cuci muka, saya keluar kamar mandi..eh..bapak yang tadi sudah menunggu diluar sambil membawa air putih dalam gelas. “Mas..kiye banyu putih diombe.. eben ora ditemploki lelembut terus” translate ” mas, ini air putih diminum..biar nggak diikuti setan terus” . Alhamdulillah.. setelah itu saya kembali tidur dibangku kayu tapi tidak pindah kealam lain lagi…hiii….

 

 

 

17 Comments

  1. Foto pas SMA mas Yudi kayaknya pas lagi trend nempel2in plester Handyplast di muka ya? Rupanya jaman itu di mana2 sama saja ya… ngah..ngah..ngahh…

  2. itu si bapak, sepertinya orang ” bisa ” ya mas yud… sibapak ngerti klo mas yudi istilahnya ” wangi “, jdi tuh wong alus pada seneng deket….
    (bahasa kebatinannya)… mgkin apa ada kluarga kakek atw buyut ya mas.. ?? atw bapak (ortu) sedikit byk tau hal bginian…??? IMHO

  3. Salam kenal mas Yud, saya seneng banget serial horor sampeyan.
    Dulu waktu di Malang saya juga paling suka berpetualang naik motor sendiri malam malam ke pantai selatan (Ngliyep, Sendang Biru) dan gunung (Batu, Pujon) lewat jalan alternatif, bukan jalan umum, pakai suzuki trs. Ada rasa ngeri-ngeri nikmat mas, dan alhamdulillah gak pernah ketemu barang alus.
    Lha sekarang kerja malah sering dalam hutan di Kalimantan Timur, sering bemotor malam kalau pulang ke Samarinda lewat hutan HTI dan areal sawit, sekitar 240 km mas…pakai klx. Alhamdulillah, juga gak pernah diganggu….paling-paling nyasar sampai bensin mau habis ditengah hutan, trus jengkel sendiri kok bisanya nyasar. Padahal kawan sekerja saya mas Leo yang punya bakat kayak sampeyan katanya sering melihat dan berkomunikasi dengan banyak saudara kita yang dari alam lain di areal yang sering saya lewati itu dan di sekitar camp. Oh ya mas…dari artikel sampeyan, saya terapkan waktu mobil triton bawa daging qurban ke dalam hutan terasa berat bener, terus saya kasih patahan dahan pohon di bak, langsung jadi normal mas. Sorry agak panjang komen saya ini dan terima kasih atas jerih payah sampeyan sharing cerita horor, semoga ada manfaatnya untuk kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*