Petualangan ngamen bagian 2 : dilempar-lempar genderuwo penunggu lumbung padi

Halo brother biker 😀 … Malam jumat …. waktunya artikel horor. Artikel horor kali ini sambungan dari cerita horor dua minggu yang lalu. Yang berjudul petualangan-ngamen-bagian-1-tidur-di-rsud-brebes-ditendang-lelembut-penunggu-rumah-sakit

Langsung saja… Jam lima pagi, saya dan Agus bangun pagi..solat subuh, mandi dan ngopi-ngopi serta sarapan pagi. Kemudian kami berpamitan dengan petugas keamanan RSUD Brebes, tak lupa kami ucapkan terima kasih atas tumpangan nginepnya 😀

RSUD-Brebes

Kami berjalan kaki menyusuri jalan utama kota brebes sambil ngamen ditoko-toko dipinggir jalan. Sampai diAlun-alun brebes kami berdua naik angkot senemunya… nggak ada tujuan, kami ikuti saja langkah kaki. Oh..iya jaman segitu belum ada Hape, gadget, GPS dan lain-lain. Kami berdua turun dipinggir jalan pantura Brebes-Cirebon. Yang saya ingat dikanan jalan ada pasar Klampok Brebes dan depan pasar ada pertigaan. Kami berjalan kaki menyusuri jalan entah menuju kemana.

poto yudi jaman SMA 94

Pokoknya kalau ada rumah yang pintunya ngebuka ya diamenin :mrgreen: Kadang kala ada pemilik rumah yang nggak punya uang dan mau ngsih beras serantam..tapi kami tolak. Adapula yang mau ngasih bawang merah seikat, juga kami tolak. Berat nanti tasnya 😀 Tak terasa hari sudah sore ..kami memasuki sebuah desa namanya desa banjaratma. dan saat memasuki waktu solat maghrib. kamipun berhenti disebuah Mushola untuk solat maghrib. rencananya kami mau menginap diMushola tersebut.

banjaratma

Ketika para jemaah sudah selesai solat dan wiridan, saya dan agus tidur-tiduran untuk melepas lelah. lalu ada bapak-bapak yang mendekat dan bartanya. “Mas..sampean mau tidur dmushola ini? “ saya menjawab ” Iya pak”. Sibapak berkata lagi.. “Aja turu nang kene mas, Dedemite jahat nemen… yuh tak terna nang umahe kepala desa bae”   Translate : “Jangan nginep disini mas… setannya gawat banget.. mari saya antar kerumah pak kepala desa” .

Lalu kami berdua berjalan mengikuti sibapak menuju rumah kepala desa. Sampai dirumah Kepala desa, kami bertemu dan disambut dengan ramah oleh pakKepala desa. Setelah selesai ngobrol serta menunjukkan kartu OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Saya benar-benar lupa siapa nama pakKades Banjaratma saat itu. PakKades segera memanggil pembantunya untuk menyiapkan kamar, makanan, baju ganti dan handuk.. Dalam Hati saya berkata.. “Alhamdulillah ketemu pak kepala desa yang baik”.

DSC_0003

Oh..iya Desa Banjaratma memliki bekas pabrik gula peninggalan Belanda, yang konon sangat angker. PakKades menyuruh kami mengikuti pembantu yang akan menunjukan kamar untuk menginap kami. Setelah itu pakkades keluar rumah karena ada urusan. Setelah masuk kedalam kamar, kami berdua langsung tiduran sambil melepas lelah. Suara saya sampai serak karena seharian yang nyanyi saya terus sedangkan agus hanya menerima uang. Baru rebahan sebentar, terdengar suara ketukan pintu. Ternyata pembantu mengantarkan handuk dan baju ganti serta mempersilahkan kami mandi dan makan malam. Singkat kata setelah kenyang dan segar, kami istirahat didalam kamar.

kasur

Oh..iya kamar yang saya tempati ini ukurannya cukup luas. Mungkin sekitar 4 x 6 meter. Kamar diterangi lampu bohlam remang-remang (mungkin 5 watt). Dipinggir kasur terdapat karung goni yang berisi padi kering yang menggunung sampai atas. Kamar sekaligus lumbung padi.. ah..nggak masalah yang penting bisa buat tidur. Agus tidur dikasur yang mepet tembok, sedangkan saya dipinggir yang dekat karung padi. Nggak berapa lama agus sudah tertidur pulas sampai ngorok. Sementara saya masih rebahan sambil memandangi padi yang menggunung.

Jin seram

Lama-lama mata saya terpenjam.. dan..kejadian lagi…. Tiba-tiba saya merasa berada diawang-awang.. antara dunia nyata dan dunia gaib… kasur tempat saya tidur seperti berayun-ayun layaknya naik peraahu,… Namun pandangan sekeliling menjadi gelap!! Terdengar suara seperti kalung yang biasa dipake untuk binatang yang berbunyi.. krincing!! krincing!! …”Mak prekitiiikk!!” entah kenapa saya merasa merinding!! suara krincing-krincing itu terdengar semakin keras!! Tangan saya berusaha meraih apapun yang ada didepan. Tangan saya berhasil memegang sesuatu… “wah..ini karung padi yang disamping saya??” guman saya dalam hati.

iblis-surat

ketika saya meraba-raba karung padi, terdengar suara geraman seperti suara binatang tapi sangat berat!! Ggrrr!!!! Dan suara nafasnya terdengar keras sekali! Pandangan saya mulai bisa melihat dangan remang-remang. Busyet!! Ternyata diatas tumpukan karung padi itu ada sesosok mahluk hitam tinggi besar !! matanya berwarna merah..berbulu lebat, bertanduk dan mulutnya bertaring!! Daaan.. tangan mahluk itu dengan cepat sudah memgang badan saya! Saya merasa sudah berteriaak kencang..”Jangan!! jangan!! tapi mulut saya masih tertutup rapat!! Badan saya terasa dilempar-lempar!! saya merasakan sekali jatuh diatas kasur dan terdengar suara kayu dibawah kasur..gubrak!! gubrak!! Reflek saya menyebut nama Allah. Tiba-tiba Mahluk itu berangsur-angsur mundur menjauhi saya … seperti menembus tembok bro!! Saya terjaga dan menengok kesebelah.. ternyata Agus masih tertidur pulas. Sedangkan kasur tempat saya tidur sudah berantakan.

hantu banjaratma

Saya segera bangun dan keluar kamar untuk cuci muka. Kemudian saya kembali tidur..tak lupa membalikan bantal dan membaca do’a. Alhamdulillah sampai pagi sudah tidak diganggu lagi… cuman saya bermimpi bahwa mahluk yang melempar saya tadi berada dibekas pabrik gula Banjaratma. Kebetulan MR.Tukul pernah ngadain acara diPabrik gula tersebut dan lukisannya mirip dengan mahluk yang saya temui..hiii…

13 Comments

    • bukan hanya bangunan tua masbro, rumah kalau lama dibiarkan kosong juga lama-lama ditempatin lelembut 😀 … Lho ngamennya dilampu merah kali amsbro 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*