Empat alasan mengapa harus membantu ratusan milyar untuk Rio Haryanto agar bisa berlaga di Balap F1

Halo brother biker 😀 …. Pertama-tama yudibatang ingin mengucapkan selamat kepada mas bro ria Haryanto yang secara resmi menjadi pembalap F1 2016 bersama tim manor. Dengan usaha keras Rio bersama keluarga yang “pontang-panting” mencari dana tambahan sebagai sarat utama agar bisa bergabung menjadi pembalap F1, Akhirnya berhasil menjadi pembalap reguler balap mobil f1.

Rio Haryanto bersama pak Sandiago Uno

*Rio Hatyanto bersama Bapak Sandiago Uno

Nah..ada status menarik tentang Rio Haryanto dari teman diFacebook, Namun ketika saya tanya sumbernya darimana? sang teman lupa dari mana sumbernya? yang jelas dari media asing. Yups.. Kalau anda masih bingung mengapa harus mengeluarkan ratusan milyar hanya untuk seorang pembalap Indonesia agar bisa berlaga diBalapan mobil paling bergengsi dan paling kentjang didunia… ini dia empat alasannya :

Pertama, memang begitu di balap mobil f1. Cuman ada 22 seat (22 jok panas ) dan puluhan pembalap lain antri masuk. Bahkan Fernando Alonso (pembalap asal Spanyol) yang juara dunia 2x pun pertama kali masuk f1 juga harus membayar ratusan milyar. Karena sukses membuktikan bakat dan kemampuannya, Alonso nggak perlu membayar lagi di tahun-tahun berikutnya.. malah dibayar mahal. Kecuali bakat sehebat Lewis Hamilton Lewis (Pembalap asal Inggris). Lewis sejak remaja sudah diincar dan dibina oleh Tim McLaren.

RIO haryanto juara GP2 Bahrain

Kedua, baru ada ,Rio yg konsisten dan istiqomah berjuang menempuh karier balapan dari usia sangat belia hingga gp2 dsb. Jadi Rio Haryanto itu bukan pembalap karbitan. Memang sih prestasinya tidak hebat hanya urutan 4 tapi lumayan lah. Saya sih juga tidak yakin dengan prestasinya nanti di f1. Bisa dapat poin dan lebih baik dari rekaman setimnya sudah lumayan. Apalagi sekarang manor pake mesin Mercedes, semoga bisa mendekati peringkat 10.

rio-haryanto dipanti asuhan

Ketiga, janji negara untuk membantu semaksimal mungkin untuk membantu prestasi warga negara. 100 milyar bisa diganti dengan urunan. Kalau urunan rata2 tiap orang 100 rb maka butuh 1 jt rakyat yg menyumbang. Loh kok ngga buat olahraga lain saja? Buat badminton? Buat bola?. Karena mungkin hanya sekarang saja kesempatannya. Ada pembalap Indonesia yang berkompeten dan berbakat, ada team manor yang merekrut. Tahun tahun selanjutnya mungkin ngga ada lagi kesempatan.

Rio haryanto Guardian 1

Keempat, membawa Indonesia ke dunia f1 dan otomotif. Mereka jadi melek ada Indonesia. Ada pembalap Indonesia yang mampu, ada negara Indonesia yang mampu. Tahukah anda, mereka sekarang tidak hanya tahu tapi juga iri. Bule-bule iri melihat negara Indonesia membantu pembalapnya, tapi mereka tidak bisa mengeluh ke negaranya. Walau bolak balik menyebut/menulis negara nya sama sekali tak mampu membantunya.

Saya rela negara membantu 100 milyar walau Rio prestasinya paling peringkat 16 di f1, daripada ratusan milyar buat biaya studi banding yg ngga jelas. Setidaknya Indonesia sudah menorehkan sejarah di f1.

 

*sumber status FB teman

12 Comments

  1. sayangnya banyak yang gagal paham. padahal nanti yang membuktikan adalah Rio sendiri, jika sukses pasti ada efeknya kok, kalo memang gagal, anggap saja pembelajaran ke depan. gimana caranya biar tetep membina untuk prestasi. 😀
    by the way, BUMN seperti Pertamina nggak masalah kok, malah bisa branding. contohnya Malaysia dengan Petronas-nya, pembalap Malaysia yang bersinar siapa? tapi siapa yang tak kenal Petronas? 😀
    kalo semua selalu ditanggapi negatif, gimana negeri ini bisa punya tren positif. 😉

  2. jelas dukung dong.perkara sukses atau tidaknya urusan belakangan yg penting ini kesempatan emas buat nunjukin jatidiri bangsa.
    kalau ada yg pesimis dengan bilang “ah paling jg urutan terakhir,udah sih ngabisin biaya milyaran”. buat orang yg bilang seperti ini ane cm mo bilang, “apa waktu orang tua lo banting tulang cari duit buat sekolah lo punya pikiran sepicik itu?” walau orang tua tau anaknya tidak mampu prestasi disekolah,tp mereka tetap berusaha membiayai sekolah anaknya,meski gambling nantinya bakal sukses atau ga.
    berkaca dari situ,yuk ah kasih semangat

  3. Seandainya yg bikin blog dan yg komen ngerti banget bisnis F1 pasti mikir2 lagi kalau mau dukung….kalau balapan motor bolehlah F1 mah no way biar pake jurus pencitraan relejius juga….

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*