Repost : Pengalaman teman, bertemu kuntilanak penunggu rawa dikota bumi, Lampung

Berhubung malam jumat ini bukannya jatah artikel horor, maka dari pada kosong artikel horor lama yang saya publish tanggal 19 April 2012 saya repost kembali, sapa tahu ada brother biker yang belum membacanya 😀

Halo brother biker 😀 … Malam Jum’at..waktunya menulis artikel sereeemm. Artikel serem kali ini tidak ada hubungannya dengan roda dua. Adalah teman yudibatang yang lama tidak bertemu bernama Simul, waktu hari Senin 16 April tidak sengaja bertemu kembali diCirebon. Setelah ngobrol-ngobrol, saya iseng tanya punya pengalaman bertemu lelembut nggak? :mrgreen: SiMul menjawab, ada bro..baru mau cerita, Kulit SiMul langsung merinding sendiri karena langsung teringat kejadian serem yang dialami beliau ditahun 2008 silam. Dulu SiMul pernah bekerja diAHM Cakung dan sakitar tahun 2008 SiMul resign untuk mencari tantangan baru. Nah..SiMul dapat “order” mengerjakan proyek pembangunan sarang burung walet dijalan Kali Tanjung, Kota Bumi-Lampung Utara.

Lokasinya dirawa-rawa ditengah hutan. SiMul mengerjakan tempat sarang burung walet yang lumayan besar. Ukuran tebal temboknya saja 1 meter, luas bangunan 14 meter persegi, dan ruanganya ada yang masuk kedalam tanah sekitar 12 meter, dan yang nongol dipermukaan sekitar empat meter. Diluar bangunan dibuat tembok keliling setinggi empat meter. untuk tempat pekerja, siMul membuat “bedeng” atau rumah-rumahan dari triplek. Pada awal-awal pembangunan semua berjalan normal. Satu bulan waktu berjalan, ketika siMul sedang duduk santai didepan bedeng, terdengar suara seperti air yang mendidih … “blekutuk..blekuthuk..blekuthuk….” Simul bukannya takut tapi malah mendekat kepinggir rawa karena penasaran dengan suara tersebut. Oh..iya saat itu pas malam Jum’at kliwon bertepatan dengan bulan pertama, jam 12 malam. Walau ada perasaan takut dan merinding, Pandangn simul tetap tertuju kearah rawa… sedikit demi sedikit dari dalam rawa keluar sebuah mahluk baerwarna hitam.. lama kelamaan mahluk itu terus muncul kepermukaan.. dan Busyet!! Mahluk itu menjadi besar sekali.. menurut siMul tinggi mahluk itu sekitar 10 meteran…

Namun setelah beberapa detik, mahluk tersebut masuk kedalam rawa lagi. Simul segera bergegas lari menuju bedeng..belum sempat masuk kedalam bedeng, tiba-tiba terdengar suara gedebak..gedebuk..braaakk!! dan anak buah simul pada lari berhamburan keluar bedeng. Tiang bedeng patah satu dan atap bedeng menjadi miring. “Ada apa ini!?”.. simul bertanya kesalah satu pekerja… “siTolib kesurupan!!” Simul segera masuk kedalam bedeng dibantu beberapa pekerja “menangkap” siTolib yang kesurupan. Wah..ternyata siTolib tenaganya luar biasa kuat, dipegangin empat orang masih bisa lepas dan terus berteriak sambil memukul-mukul bedeng. Setelah ditangkap delapan orang, baru siTolib bisa dikendalikan. Simul segera menyuruh salah satu anak buahnya yang pintar membaca ayat-ayat Alquran untuk mengusir jin yang merasuk kedalam tubuh tolib. Setelah dilakukan “komunikasi” dengan jin tersebut, ternyata Jin penunggu rawa itu minta makan kembang tujuh rupa. Akhirnya siTolib tersadar kembali. Keesokan harinya siMul membeli kembang tujuh rupa yang diletakkan diatas tampah dan ditaruh disamping rawa. Setelah kejadian itu, simul dan pekerjanya tidak pernah diganggu lagi oleh jin penunggu rawa. Singkat kata proyek selesai dan para pekerja pulang meninggalkan lokasi proyek. Hanya siMul dan satu orang penduduk setempat yang tetap bekerja dibangunan sarang burung walet tersebut sebagai penjaga.

Air liurnya burung walet itu harganya mahal, makanya harus dijaga agar terhindar dari maling spesialis sarang burung walet. Simul dan penjaga lainnya bertugas bergantian. Bila simul jaga disiang hari, maka rekannya berjaga dimalam hari. Nah suatu malam ketika simul dapat jatah jaga malam, ketika sedang keliling bangunan..simul berhenti sejenak dibagian bangunan yang mengarah kerawa. Suasana gelap tidak ada penerangan selain penerangan dari lampu senter. Simul mengarahkan lampu senternya kesekeliling bangunan antuk memastikan keadaan aman. Ketika simul mengarahkan lampu senternya keatas bangunan burung walet, terlihat sesosok mahluk berambut panjang mengenakan gaun putih yang bawahnya berumbai-rumbai sedang membelai-belai rambutnya yang sebelah kanan duduk diatas bangunan.

Merinding sekujur tubuh simul..segera berbalik arah bergegas meninggalkan mahluk tersebut. Keesokaan harinya siMul bercerita kepeda rekan penjaga, kalau semalam ada penampakan diatas bangunan didekat rawa. Rekan penjaga baru cerita kepada simul, bahwa sekitar tiga hari yang lalu ada mayat perempuan hamil ditemukan terapung dirawa-rawa. Hhiii… jangan-jangan yang semalem itu kuntilanak penjelmaan mayat wanita hamil tersebut. Hari-hari berlalu, simul berjaga seperti biasa tanpa ditemui penampakan lagi. Nah..pada suatu malam, pas malam jum’at kliwon simul berjaga malam dan berkeliling bangunan seperti biasa. Karena cuaca dingin dan gelap gulita simul membuat api unggun, simul lupa kalau ditempat dia membuat api unggun itu seminggu yang lalu ada penampakan lelembut. Setelah api menyala, simul menghangatkan badan dengan duduk disamping api unggun. Tiba-tiba terdengar suara burung hantu…”khuk..khuk..” Simul belum menyadari kalau itu pertanda akan ada penampakan. Mulai tercium bau wangi melati….”sriipppiiitt”, tengkuk simul mulai terasa merinding…menjalar keseluruh tubuh, simul menengok kekanan..tidak ada apa-apa. Tengok kekiri..tidak ada apa-apa. Simul baru menyadari dan berkata dalam hati… “waduh..ditempat ini seminggu yang lalu saya melihat kuntilanak lagi duduk diatas bangunan… jangan-jangan kuntilanak itu muncul lagi??…” Pelan-pelan simul menggerakkan kepalanya memandang keatas… daaaan….


*Warning!! Yang penakut jangan lihat poto dibawah ini!!..segera scroll kebawah dengan cepat sampai mentok!!
Satu..
Dua..
Ti..
Ga…


Tepat ketika mata simul memandang keatas, simul melihat kuntilanak diatas bangunan.. dan kuntilanak tersebut menatap mata simul!! Simul dan kuntilanak itu bertatap muka dalam jarak empat meter!! Takut luar biasa, badan serasa kaku, mulut gagu dan anehnya mata simul tidak bisa terpejam seperti ada yang memaksa untuk menatap mata kuntilanak tersebut. Wajah sikuntilanak terlihat hancur dengan bola mata yang hampir keluar..benar-benar menakutkan (Hiii…saya yang nulis saja sampe merinding sendiri..seperti ada yang mengawasi didepan rumah) Sikuntilanak diam tak bersuara dengan tatapan sadis… simul berusaha kuat memalingkan muka. Akhirnya simul berhasil memalingkan muka dan segera mematikan api unggun dan langsung lari terbirit-birit kembali kedalam bedeng. Lansung “krukuban”/selimut an kain sarung dan tidur sampai pagi. Hi..hi…hi…


Poto SiMul rekan yudibatang 😀

*Artikel terkait

Pengalaman teman, dikerjain lelembut penunggu rumah angker

Pengalaman teman, riding bertemu hantu tinggi besar dijalan semarang-magelang-jawa tengah

Pengalaman solo riding melewati jalan alas roban bertemu hantu alas roban bagian 3

*Pengalaman solo riding dirubung lelembut dijalan wonogiri – Purwantoro jawa timur

*Pengalaman solo riding tengah malam dan terjebak dikampung siluman

*Pengalaman solo riding malam bertemu lelembut diUnnes semarang

*Riding malam? kenali aroma khas mahluk halus

*Pengalaman touring melewati hutan angker dimalam hari

*Pengalaman duo riding tengah malam melewati jalan pedesaan yang angker

*Pengalaman solo riding tengah malam dijalan Cilengsi-Jonggol jawa barat

84 Comments

  1. Walah salah tebak aq maz tak kiro td ciang fb foto babi ngepot jebul malah kunthi nankring…xixixi…simul saiki ning ndi maz?zik jogo sarang walet ora?

  2. hahay… emang kalo malem jumat ada apaan? perasaan biasa aja deh.. kemaren juga tanggal 13 pas hari jumat, kata orang friday the 13th hari sial, nyatanya cuma boongan..

  3. Saya juga pernah di takuti kuntilanak deket pohon jambu setiap malam jummat saya tanya pak ustad gimana cara mengusir kuntilanak ,terus kata pak ustad baca aja surat yusuf kalau di manampakan lagi, singat cerita pas malam jumat saya sehabis pulang kerja siang bener to kuntilanak muncul lagi sambil cekikikan… Saya baca aja surat yusuf eh….. Si kunti bukan menghilang malah mendekat mas mas dan bilang aku cinta kamu mas….

      • sedikit cerita ae om…..saya penunggu sendiri kantor d lembaga kanker ungaran yang berbarengan jadi satu dengan bimbel salemba, ceritanya sebelum rumah ini dikontrak buat kantor dulunya uda ditinggal pemiliknya beberapa tahun. Saat2 awal saya menunggu dengan teman saya memang katanya suka diganggu dan beberapa teman yang maen kesini juga merasa tidak nyaman kalo mampir karena kelihatan sepi. Dan ujung-ujungnya beberapa minggu yang lalu ada siswa yang mendaftar les di salemba yang memang kantornya jadi satu dengan lembaga kanker. Anak tersebut sudah mulai ikut les 2 hari. Anehnya di hari keempat ibu dari si anak datang ke kantor bilang kalo si anak sudah tidak mau ikut les lagi. Entah kenapa sebabnya dia tidak mau bercerita tentang alasanya baik kepada ibunya sendiri….. Ketika pihak salemba menanyakan apa karena tentornya yang kurang kompetensi, si anak tidak menjawab apa2. Padahal sehari sebelum ibunya datang ke kantor si anak sendiri sms menanyakan besok jadi les apa tidak….hemh…membingungkan…… Kalo kata dari teman saya itu anak mungkin diikuti lelembut dari sini.

  4. mantabbhh… polll critanya mas yud, bikin deg2an 😀
    lupa kalo semalem jadwalnya crita horor di blog ini, jadi baru baca deh pagi ini (alesan) 😀

  5. semalam jam 11 an pas ane baca kisah ini…baca ceritnya nya sudah cukup bikin merinding, eh liat foto,terutama yg paling bawah…bukan yg pake baju item lho, tp yg lagi duduk, merinding disko liatnya…sampe2 mau isi komen ga jadi krn buru2 mau matiin komputer utk tidur…sambil berharap ga kebawa mimpi.

    mantap ceritanya, lanjutkan om…

  6. asli serem bangat ceritanya… Sampe baca juga merinding… Tp foto si kunti kliatan seksi juga.. Gmn mau di scrol sampe bawah, wong bukanya juga pke hp.. Hi.hhihihihi..

  7. cerita nenek ane, dulu waktu kakek ane mau buat rumah,
    beliau beli lahan kosong, trus dibikin rumah,
    ternyata lahan tersebut ada ‘penunggunya’
    entah kenapa, ‘penunggu’ itu merasa terganggu,

    anehnya yang diganggu sama penunggu itu tetangga kakek ane,
    tetangga itu bilang, medi/hantunya minta sesajen.

    dengan santainya kakek ane bilang, (kira2 begini)
    “buat makan sendiri aja susah, malah situ main minta aja, suruh aja cari makan sendiri”

    kesimpulan ane, jin juga seperti manusia,
    kebanyakan manusia takut sama jin,
    juga kebanyakan jin juga takut sama manusia kecuali ada beberapa jin yang mentalnya kuat dan berani menakuti manusia,

    kalo kita mentalnya kuat, insyaalloh mereka mundur teratur,
    (tentunya kita juga harus punya mental kuat dan dzikir yang kuat)

    • ceritane wis patang tahun mbah, mbok menowo jaman semono pembaca ono sing durung ngerti blog iki tapi saiki lagi ngerti blog iki 😀 .

6 Trackbacks / Pingbacks

  1. Pengalaman Uwak, dihadang kuntilanak penunggu perempatan angker diDesa Balapulang wetan, Tegal. | yudibatang personal blog
  2. tips agar bisa melihat Lelembut | yudibatang personal blog
  3. Pengalaman supir mobil rental, diteror kuntilanak penunggu jembatan | yudibatang personal blog
  4. Pengalaman supir mobil rental, diteror kuntilanak penunggu jembatan pungangan, Pandansari-Batang | yudibatang personal blog
  5. Pengalaman riding tengah malam di”temploki’ genderuwo pantura.. | yudibatang personal blog
  6. kalung tambang jemuran sebagai jimat penolak “buncul” | yudibatang personal blog

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*