ketika seorang biker lagi seneng-senengnya “maen motor”..kemanapun dijabanin naik motor

Halo brother biker 😀 … Seminggu yang lalu saya bertemu dengan seorang teman asal Sala tiga Jawa tengah yang sudah lama tidak berjumpa, sebut saja namanya Anto. Delapan tahun tahun lalu Anto menjalani aktifitas pergi kemana-mana naik kendaraan umum (angkot, bus kota, bus bumel dll). saat itu Anto sudah memiliki sepeda motor bebek Supra x. Namun Anto jarang memakainya untuk perjalanan jarak menengah dan jauh. Beliau lebih senang naik kendaraan umum.

yudibatang dijepara

Waktupun terus berjalan…delapan tahun berlalu saya bertemu lagi dengan Anto, namun sekarang sudah beda. Tunggangan anto berganti dengan motor sport Honda CB150R. Saat bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan beliau, ternyata sekarang Anto lebih senang mengendarai sepeda motornya untuk menunjang aktifitas hariannya. Dengan sangat berapi-api Anto menceritakan pengalaman berkendaranya sendirian menuju kota-kota sekitar jawa tengah dengan Honda CB150R nya.

ydb

Hhmmm… jadi ingat pengalaman saya sendiri waktu lagi seneng-senengnya naik motor… pergi Cirebon, pergi Kejakarta , keSolo, keJepara, Ke Jogjakarta sampai keponorogo Jawa timur.. dijabanin sendirian naik motor. Yah..begitulah seorang biker, saat lagi seneng-senengnya naik motor, kemanapun dijabanin naik motor. Namun seiring bertambahnya umur, kesenangan naik motor jarak jauh itu akan berkurang dengan sendirinya..

menunggu-kereta-tiba

apalagi kalau sudah merasakan perjalanan jarak jauh dengan menggunakan kereta api eksekutif gratis pula… bah.. naik motor jarak jauh kalau nggak terpaksa banget mendingan enggak deh..he..he.. 😀

Artikel terkait

* Konvoi toring vs single toring, Pilih mana?

19 Comments

  1. karena ngak naek yamaha mio. kalok naek mio dijamin jakarta bandung gak isi bensin. gak capek, gak pegel. angine semilir. seweeejukk reeekk

  2. sekali sekali sih boleh aja motoran jarak jauh. kalau rutin ya gempor, masuk angin pegal linu.
    makanya di negara maju jarang yang mau naik motor, enakan naik kereta..cepat, aman, nyaman, murah, bebas perawatan, bisa tiduran.

  3. biker sejati walau sudah umuran tetep suka naik motor walau jarak jauh, aku masih sering wira-wiri bdg-jogja 6-7jam pake mx bore.up 200cc. padahal R4 thn 2012 juga ada, tapi lebih suka naik motor , jalan nikung2 ala rossi, jalan lurus gas poll….wuss….mantap..

  4. Dulu saat kuliah suka naik motor tahun 91 an situasi dan kondisi jalan beda sekali, usia semakin bertambah, Sekarang kalau masih bisa di jangkau ya naik bis untuk tujuan antar kota, sambil nikmati jet darat Po Sumber selamat dan PO Mira.

  5. Touring Jakarta – Malang yg belum kesampaian coz motorku keburu hilang… secara sensasi naik motor lebih asyik dibanding naik R4

  6. saya udah usia 41 th, masih sering naik motor dari gombong jateng ke cikarang jabar,
    di bilang senang engak juga, di bilang engga , kenyataan nya masih dilakukan.
    kondisi yg memaksa , karena pekerjaan yg seringnya didapat di cikarang walaupun hanya berkisar 1 atau 2 minggu.
    kalau tidak bawa motor, dicikarang butuh buat transportasi & menguragi biaya hidup .
    bawa motor sebetulnya juga cape karena yg dipakai motor tua shogun 125.
    hidup memang pilihan, demi keluarga yg menuggu hasil kerja, saya pilih naik motor , kalau dapet project nya lebih dari 3 hari kerja.
    tapi kalau di cikarangnya hanya sebentar & harus di tugaskan keluar kota, ya naik umum, baik bus, kereta, atau pesawat ekonomi, yg penting job selesai & bisa bawa hasil buat keluarga.
    nasib freelance, maaf curhat.
    intinya , disyukuri, naik motor dinikmati, jangan maksa kenceng terus, bakal lebih cepet lelah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*