Pengalaman teman..diganggu lelembut penunggu ambulan

Yudibatang.com – Halo brother biker πŸ˜€ …. Seperti janji yang punya warung, tiga malam jumat berturut-turut ada artikel horor terus… Okay langsung saja. Cerita horor kali ini pengalaman seorang rekan yudibatang. Sebut saja namanya Andang dari wonosari gunung kidul-Jogjakarta. Andang adalah seorang lelaki dari wonosari yang bekerja disebuah puskesmas tepatnya bagian stay diUGD alias Unit Gawat Darurat. Puskesmas tempat kerja Andang ini lokasinya ndeso, terletak ditepi jalan arah pantai Selatan , Gunung Kidul.

*Poto ilustrasi

Suatu hari Andang dapat giliran jaga sift malam. Malam itu Andang bertugas berdua , karena diruang UGD lagi nggak ada pasiun andang gunakan waktu jaganya buat bikin-bikn laporan dengan laptopnya. Sekitar Jam 9 malam, datang dokter jaga (sebut saja namanya pakde). Biar nggak bosen, mereka bertiga ngobrol-ngobrol sembari nonton televisi. Sekita jam 10 malam, datang rombongan bapak-bapak yang membawa seorang wanita berumur sekitar 25 tahun yang terluka dan susah diajak bicara.

*poto ilustrasi

Dari keterangan rombongan bapak-bapak ini, mereka menemukan mbak yang terluka ini jatuh dari sepeda motor dipinggir hutan.Setelah mendapatkan pertolongan pertama dari dokter pakde dan Andang, siembak bisa diajak komunikasi. ternyata beliau bekerja sebagai perawat disalah satu RS swasta digunung kidul. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata terdapat luka yang dalam dipersendian kaki, nafasnya sesak, serta terlihat masih trauma dengan kejadian yang baru dialaminya.

Dengan berbagai pertimbangan, dokter pakde merujuk siembak dibawa kerumah sakit tempat dia bekerja. Karena keterbatasan karyawan, Andangpun merangkap sebagai supir ambulance. Andang mempersiapkan Motuba Ambulance untuk mengantar siembak kerumah sakit. Dokter pade berujar ” Wah sudah jam 11 malam nih, saya temani dah.. nanti sekalian mampir dikota wonosari” . Setelah mobil ambulan siap beserta perlengkapannya, Andang meluncur mengndarai motuba ambulan untuk mengantar siembak yang terluka ditemani dokter pakde dan keluarga pasien. setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit ambulan sampai dirumah sakit. Pasien sudah diterima dan mendapat perawatan lanjutan. Andang dan dokter pakde pamitan kepada keluarga pasien dan segera bergegas kembali menuju puskesmas ndeso.

Selepas kota wonosari Andang dan dokter pakde melewati jalanan yang sepi. Pertama-tama dikanan kiri jalan hanya terdapat ladang dan tanah kosong… lama kelamaan Andang melewati jalan yang kanan kirinya hutan, lokasi terjatuhnya siembak. Karena kondisi tengah malam dan sepi membuat Andang tak sadar menekan pedal gas motuba ambulannya lebih dalam. Agar suasana tidak senyap…sembari nyetir andang berbincang-bincang dengan dokter pakde. Sampai pada sebuah tikungan tajam, Andang mengurangi kecepatan mobilnya. Tidab-tiba terdungar suara nenek-nenek batuk… “uhuk..uhuk..uhuk..”. Mak prekitiikkk!! Andang merasa tengkuknya merinding. merke berdua berhenti berbicara dan fokus pada pendengaran. Lalu terdengar lagi suara nenek-nenk batuk.. “uhuk..uhuk..uhuk…” Dokter pakde menatap andang. “sampean dengar juga pak?” tanya Andang kedokter pakde. “iya,,saya dengar”. Suasana langsung hening. Andang dan dokter pakDe merasa ada “mahluk” lain yang ndompleng didalam ambulan. Beberapa saat kemudian, sampai juga andang dan dokter pakde ke puskesmas ndeso. Dokter pakde langsung turun lari meninggalkan Andang sendirian didalam ambulan.

Sebenarnya Andang mau ikutan lari, tapi “gengsi ah”.. Dengan sekuat tenaga Andang berusaha mengusir rasa takut yang menghinggapinya. “Ya Allah..kenapa saya ini, apes bener!!” ucap Andang dalam hati. Akhirnya Andang memberanikan diri memarkir ambulan kegarasinya. Waktu menunjukan pukul satu malam…sementara Dokter pakde sudah ngacir masuk kerumah dinas, andang masih sendirian beres-beres ambulan. Andang mau mengambil tabung oksigen dan perlengkapan lainnya dari dalam motuba ambulan dipindah keruangan UGD. Oh…iya saat itu kondisi puskesmas sepi… teman jaga andang sudah molor diruang tunggu. Andang turun dari kabin supir dan mlipir kebelakang… terdengar lagi bro… “uhuk..uhuk…uhuk… “ suara nenek tua batuk! Mak prindiiingg… Andang bimbang mau lari tapi kerjaan belum selesai, mau meneruskan pekerjaan tapi ada lelmbut didalam ambulan!! Bismillah… Andang nekat membuka pintu belakang ambulan. dan ternyata tidak ditemukan apa-apa. Sementara..ternyata Dokter pakde masih mengintip dan mengawasi andang dari balik korden rumah dinas.

Andang mulai mengangkat tabung oksigen dan peralatan medis dari dalam ambulan dan memindahkanya kedalam ruangan UGD. Saat andang mengangkat peralatan, pintu motuba ambulan masih terbuka. Ternyata dokter pakde dibalik korden melihat penampakan dijok depan ambulan!! Saat selesai menaruh peralatan, andang kembali kemotuba ambulan bermaksut menutup pintu belakang ambulan. Sebenarnya Andang merasa ragu…tapi ya masa mobil ambulan dibiarkan pintu belakangnya terbuka??? Dengan perasaan ngeri-ngeri gimana gituh…Andang kembali kemotuba ambulan. Andang berusaha memalingkan pandangan agar tidak melihat kabin ambulan. Handle pintu mobil sudah dipegang… saat sampai separuh… terdengar lagi suara nenek-nenek batuk…

“uhuk..uhuk..uhuk…” Andang berusaha untuk lari tapi apadaya kaki andang seperti tertancap dengan tanah!! Lalu terdengar suara kaya mak lampir… “Le..le… iki simbah sirahe gatel..” translate “Nak..nak..Ini simbah kepalanya gatel..”. Andang ketakuatan bukan kepalang… tapi entah kenapa..mendengar suara itu Andang bukannya segera menutup pintu ambulan dan lari, tapi malah membukanya kembalii… daaaann… Andang melihat samar-samar nenek-nenk didalam kabin motuba mabulan!! “Mbah?? opone sing gatel” translate “Mbah?? apanya yang gatel?” tanya andang. Busyet!! ternyata nenek-nenek itu menyodorkan sesuatu didepan andang!! tangannya terlihat seperti tengkorak berwarna hitam!! dan sesuatu yang disodorkannya itu ternyata sebuah kepala gunduul!! mukanya rata!! nggak ada mata, hidung dan mulutnya!! Andang mulutnya komat-kamit berusaha mengeluarkan sebuah kalimat tapi tidak bisa!! beberapa detik kemudian.. barulah andang bisa bergerak langsung menutup pintu ambulan dan lari kedalam pos jaga! Hhhiiii…. keesokan harinya Dokter pakde memberitahu andang bila dia melihat nenek tua didalam mobil!! Hadeh…pengalaman yang sangat menegangkan…hhhiiii….

 

*Sssttt…jangan lupa dik*ik ikl*nnya.. he..he..

16 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*