Pengalaman kerja lembur dibikin bingung kuntiwiri penunggu pabrik mebel bagian 2

Yudibatang.com – Halo brother biker 😀 … Malam Jumat…. seperti yang saya janjikan ini artikel horor lanjutan malam jumat yang lalu (Kamis 26 Januari 2016). kalimat terakhir diartikel :

Sontak saya jadi ingat kejadian horor enam tahun lalu dipabrik tersebut!! “Ayo kita pulang saja, malam jumat nih…kita lanjutkan besok saja ngecek kursinya” ujar saya. Alex dan Aanpun setuju dengan ajakan saya. Setelah berkemas-kemas kemudian sya segera memakai tas ransel… Saat mau berjalan keluar pabrik, kembali tengkuk saya serasa ada yang niup lagi! “wwuussshhh” … “Mak prinding!!”. Sesampainya dimes, saya berusaha mengingat-ingat kejadian horor tersebut..ceritanya serem!! sampai saya jadi kaya orang linglung….

Yups… enam tahun lalu, tepatnya tahun 2010 saya sudah kerja diCirebon, bekerja sebagai quality control mebel dibuyer furniture. Saya ingat sekali saat itu pas malam Idul adha, saya dapat tugas mengontrol kursi rotan yang kontainernya sudah menunggu dihalaman pabrik. Karena batas waktu pengiriman barang sudah sangat mepet, mau nggak mau barang harus diselesaikan saat itu juga.

*yudibatang ngecek kursi rotan

Dan resiko pekerjaan, saya konsisten ikutan lembur. Setiap barang yang sudah selesai difinishing (bahasa gampangnya diplitur) dan sudah kering langsung saya check. Start lembur dan mulai ngecek dekitar jam setengah delapan (sekitar habis sholat Isya). Oh..iya, bos saya yang orang bule juga ikutan nungguin, sebut saja namanaya Andri. Secara prosedur sebenarnya tidak boleh mengecek barang kalau belum 24jam setelah finishing, namun karena urgent langsung dicheck saja.

Jam 12 malam, para pekerja borongan berhenti bekerja untuk istirahat, kebanyakan dari mereka pada keluar pabrik membeli makanan. Nah..karena agak ngantuk saya tidur-tiduran dikursi yang tidak terpakai. Nah…lokasinya itu sama dengan lokasi ketika saya mendengar suara kuntiwiri yang cekikikan (baca cerita bagian 1). Saat lagi sejenak melepas lelah, memekamkan mata sambil tidur-tiduran dikursi, samar-samar saya mendengar suara dibalik tembok.. saya berusaha fokuskan pendengaran. Kadang terdengar seperti suara burung malam…namun kadang berubah seperti suara tawa perempuan muda….“iwiriwiriwir..!!” (Saat itu saya belum tahu kalau suara itu adalah suara lelmbut kuntiwiri atau kuntilanak!).

Karena suara itu terus terdengar dan semakin jelas, saya bangun dari kursi. Ternyata..suasana pabrik masih sepi, orang-orang belum pada masuk. Lihat jam dihape djadoel, jam 12.15 menit. Entah mengapa saya berusaha mencari arah suara tersebut. Saya berusaha naik kekursi bermaksud mau melongok kearah luar tembok (saat itu temboknya belum tinggi, bangunanya masih rendah, atapnya cuman seng. saya memandang kesekeliling luar tembok…ternyata cuman semak-semak, segerombolan pohon pisang dan gelap!! Saat saya melongok suara aneh itu malah berhenti!

beberapa saat kemudian… terlihat seperti ada orang berjalan….nggak begitu jelas, tapi memakai gaun putih!! bahu, tengkuk dan leher saya mulai dihinggapi rasa merinding!!… “mak preeeekkkittiiikk!!”. Wuaseeemmm!! kuntilanak!! (guman saya dalam hati). Saya berusaha turun dari kursi. Posisi tangan saya masih pegangan tembok bagian atas dan mata saya berusaha melihat kebawah mencari pijakan turun. Karena perasaan takut sudah menghinggapi, saya masih saja mencoba melihat keluar tembok….. Tiba-tiba!! “mak tongol!!” … tepat didepan wajah saya ada wajah perempuan yang tertutup rambut panjang!! mukanya nggak serem berdarah-darah kaya difilm bro!… mukanya rata dan warnanya putih polos!! beberapa saat saya malah terpaku menatap wajah putih tertutup rambut panjang dan saya tidak bisa berkata-kata… “Kuk..kuk..kuk…” (maksud hati mau kuntilanak tapi nggak bisa). Lalu…gubrak!! saya terjatuh dari kursi. Saat itulah ada orang yang mendekat… “Pak?..pakYudi??”… saya merasa antara sadar dan tidak. Orang tersebut berusaha memegang punggung saya dan membantu saya berdiri.

Orang tersebut bertanya “PakYudi kenapa pak? nggak apa-apa pak?”… Saya bisa mendengar namun tak bisa berkata-kata dan merasa bingung… seperti orang bangun tidur saat maghrib! Orang tersebut menuntun saya duduk dikursi. Saya masih merasa linglung.. “Ini dimana? ini sore apa pagi apa malam?” . Untuk beberapa menit saya masih merasa linglung. lalu terdengar lagi suara yang memanggil nama saya dan bertanya dalam bahasa berbeda. yups.. bahasa Inggris “Hi Yudi, how many item that you checked?”. (Hi Yudi, berapa barang yang sudah kamu check). Entah mengapa saya berusaha kuat untuk menjawabnya... “53 pieces sir!” Jawab saya. Reflek saya sedikit melompat kedepan sambil emmandang keatas tembok. Ternyata..sikuntiwiri masih ada disitu bro!! mata saya terasa dipaksa melihat kearah kuntiwiri tersebut!! pelan-pelan rambutnya mulai sedikit terbuka…. Lalu… “plek!” sibule menepuk bahu saya “What are looking for there?” (apa yang kamu cari disana?) tanya sibule. Barulah kuntilanak tersebut menghilang. Hhiii… kalau pembaca mendengar suara aneh yang terdengar seperti suara perempuan dan suara burung mending minggir saja … hhiii…

 

*Sstt… jangan lupa dik*ik i*la*nya 😀

14 Comments

  1. Gak ada sinyal bau bau aneh gitu kang?
    Kalo gendruwo biasanya bau gagak .
    Kalo jin kadang bau telo rebus…
    Kalo kunti biasanya sih amis atau anyir gitu deh..

  2. Blog motor tapi yang paling hits malah cerita horornya.
    NTAPS !!!
    Ditunggu cerita horor barunya kangbro.
    Udah lama jadi SR di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*