Pengalaman horor! terjebak ditangga darurat hotel gara-gara panggilan mistrius

Halo brother biker πŸ˜€ … Malam jumat saatnya artikel horor!! Okay ..langsung saja. Pengalaman ini masih fresh terjadi satu minggu yang lalu saat yudibatang sehabis berkunjung kepabrik perakitan sepeda motor Honda dikarawang.Β Entah mengapa setiap yudibatang datang kesebuah tempat yang baru hampir selalu “disambut” lelembut penunggu tempat tersebut. Untungnya dipabrik tersebut yudibatang tidak sampai menginap. Selesai acara kunjungan yudibatang dan teman-teman blogger diajak makan malam disebuah resto diAncol. Yudibatang sempat menyumbang satu lagu nyanyi diatas panggung yang diiringi organ tunggal. Selesai menyanyi, yudibatang bertanya pada rekan-rekan blogger yang menonton dibarisan depan, adakah yang merekam yudibatang saat menyanyi?merekan menjawab tidak.

Hhmmm…agak sedikit kecewa karena saat itu ponsel yudibatang batrenya habis, jadi tidak bisa minta tolong kepada rekan blogger untuk merekam “aksi” saat dipanggung. Selesai acara, kami bersama-sama menuju hotel untuk istirahat. Hotelnya namanya Swiss bil Inn Hotel didaerah Kemayoran-Jakarta. Sampai dihotel rekan-rekan blogger masih duduk-duduk dilobby menunggu proses check in. Karena penasaran, yudibatang mencoba bertanya kepada blogger yang lain apakah ada yang merekam saat yudibatang menyanyi. Alhamdulillah… ternyata ada, beliau bernama Ardiyantoyugo. Saya bilang keYugo nanti saya mau mengkopy videonya dan Yugopun tidak keberatan.


*Lorong hotel menuju tangga darurat (poto : Ardiyantoyugo)

Sekedar info, dihotel ini setiap tamu dipinjami semacam kartu yang berguna untuk “verifikasi” saat naik lift dan sebagai kunci pembuka pintu kamar. Saya menginap dilantai lima sedangkan Yugo menginap dilantai delapan. Setelah masuk kamar, ganti sarung dan rebahan sebentar, saya kontak yugo via WA kalau saya mau datang kekamarnya untuk mengkopi video. Ternyata yugo belum tidur dan mempersilahkan saya untuk naik kelantai delapan. Saya keluar kamar dengan kaos oblong plus sarungan membawa ponsel, kartu tamu dan card reader. Saya masuk kelift, menggesek kartu dan pencet tombol nomer delapan.

Ups..Lift tetap diam tidak bergerak, Saya berfikir ada yang eror, dicoba sampai tiga kali namun lift tetap diam tidak bergerak. karena penasaran, saya kembali mencoba pada lift nomer dua…hasilnya tetap saja lift tidak mau bergerak.Β  saya kembali kekamar hotel yang kebetulan didalam ada dua orang rekan blogger dari Bali (Johan dan manik). Ternyata menurut mereka kalau saya tinggal dilantai lima, kartunya nggak bisa digunakan untuk naik lift kelantai lain selain loby. Asem!! . Lalu saya kembali kirim pesan via WA kepada yugo, agar ketemu didepan lift lantai lima.Β “gedang klutuk mateng kuning..unthak-unthuk balik maning” sayapun bergegas kembali menuju lift dan menunggu yugo.

*pintu satu arah tangga darurat (poto : Ardiyantoyugo)

Nah!!! disini cerita horor dimulai…. Saat saya sendirian menunggu yugo didepan lift lantai lima (kira-kira jam 12 malam), samar-samar terdengar suara orang dari lorong lain “hhuuuuuuuuu” suaranya agak-agak mirip suara burung hantu. Saya penasaran dan melangkah pelan-pelan mencari arah suara tersebut. samakin jauh saya melangkah, suara itu semakin terdengar dengan keras. “huk..huk..” suara perempuan menagis bro!! Saya terus melangkah dan mencari sumber suara tersebut. Akhirnya ketemu asal suara tersebut dibelakang sebuah pintu, namun bukan pintu kamar melainkan pintu tangga darurat (diatasnya ada tulisan tangga darurat). Saya pelan-pelan buka pintu tersebut (gagang pintunga panjang melintang)… tidak ada siapapun didalam, dan didalam hanya ruangan kecil sekitar 1,5 x 1,5 meter dan ada pintu yang sama. Saya masuk dan mendorong pintu kedua…

woh!!…ternyata nggak ada siapa-siapa!! cuman ada tangga buat naik dan turun! saya bermaksut kembali menuju depan lift, ternyataaaa… pintunya nggak bisa dibuka!! pintunya hanya satu arah, alias hanya bisa dibuka dari luar!! sem!! Saya naik ketangga menuju lantai delapan tepat didepan pintu darurat lantai delapan saya menelpon yugo dan memberitahu saya terjebak ditangga darurat yang pintunya satu arah. Yugopun bergegas mencari saya… namun yugo tidak bisa menemukan saya. Saya coba ketok-ketok pintu agar yugo bisa mendengar suara ketukan pintu. Ternyata… ada suara ketokan lain dari balik pintu. Jreng!! mak “prekkiittiiikkk”… Bayangin bro, sendirian tengah malam terjebak ditangga darurat!Β  Saya bergegas turun kelantai tujuh dengan harapan pintu darurat dilantai tujuh bisa dibuka. ternyata saat saya dorong , pintunya juga satu arah dan ada suara ketokan lain dibalik pintu. keringat dingin mulai bercucuran!! dan ada nyolek punggung saya…. saya tengak tengok tiada seorangpun disitu! Saya turun lagi kelantai enam, hal yang sama terjadi lagi. Malah lebih parah!! saat saya mencoba mendorong pintu lantai enam, Telinga saya ada yang niup “fuuuhhh” …mak “prinding”… lalu terdengar suarara seperti benda jatuh… Brak!! tepat dibelakang saya.

Spontan saya melompat sendiri! saya lihat dibelakang saya tidak ada apapun. ternyata adanya disamping saya.pocong!! mukanya tertutup kapuk kapas semua. hhiiii….. perasaan nggak karuan , pengin lari kok gak bisa. untuk beberapa saat badan saya terpaku. Saya merem dan membaca ayat kursi. Selesai membaca, pocongnya lenyap. Saya bergegas menuruni anak tangga hingga kelantai satu. saat membuka pintu lantai satu, Alhamdulillah sampai didepan lobby hotel. Disitu ada security yang melihat saya dan terheran-heran mengapa saya keluar dari situ. Saya menjelaskan kalau masuk ketangga darurat dan tidak tahu pintunya satu arah. masuk kelobby hotel masih sarunga, yugo sudah menunggu disitu. Yugo bercerita sudah mencari-cari saya tapi tidak ketemu. Ternyata yugo mencari saya ditangga darurat yang lain. Sem!! pantesan nggak ketemu.

Setelah mendapatkan Memory Card saya masuk lift dan kembali kelantai lima dan bergegas masuk kamar. hhiiii….

 

*Ssstt..jangan lupa dik**k Ik**nya πŸ˜€

 

29 Comments

  1. Makane mbah…. Ta kancani ra gelem wong aku munggah lift di kancani sisan tapi yo mergo wes kulino mbah meskiyo jarang-jarang

  2. Laen kali turun ke lobi aja, trus minta pencetin nomor lantai sama satpam/resepsionis.. atau sekalian janjian di lobi ajah…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*