Meminta ganti rugi “over” gara-gara mobil sedikit kesrempet bisa mendatangkan “karma”

Halo brother biker 😀 .. Judule “angel” alias susah… maksudnya begini. Pernah saya melihat peristiwa “kecelakaan kecil” sebuah mobil bodynya kesrempet sedikit oleh kendaraan lain terus sipemilik mobil nggak terima dan meminta ganti rugi kepada pihak yang menyerempetnya dengan nominal yang lebih besar dibanding biaya perbaikan yang sebenarnya. Kebanyakan pihak yang menyerempet ini pasrah dan dengan berat hati membayar ganti rugi sesuai yang diminta sipemilik mobil. Namun ada juga yang “otot-ototan” hingga berlanjut kepihak yang berwajib.

Nah… ada pengalaman dari seorang rekan asal surabaya, Sebut saja namanya Agus. Saat itu hari Jumat, Agus mengendarai mobil Toyota Yaris keluaran 2012 dari Semarang ke Cirebon. Dalam perjalanan, mobil Agus tak sengaja diserempet oleh mobil lain. Mobilnya Daihatsu Terios. Agus nggak terima dan mendahului terios tersebut sembari melambaikan tangan keluar jendela dengan maksut agar segera menepi. Kedua mobil tersebut menepi dan kedua pengemudi keluar mendiskusikan “lecet” pada body mobil yaris Agus. Agus “buka harga” sebesar 500ribu, pemilik terios “menawar” hingga sepakat diangka 300ribu. Agus sangat senang dapat ganti rugi 300ribu sedangkan pemilik terios seperti tidak ikhlas membayar ganti rugi 300ribu.

Sampai diCirebon Agus ketemu saya dan menceritakan kejadian seperti diatas kepada saya. Setelah saya amati dan pegang dan usap-usap “lecet” pada body mobil Agus… ternyata diusap pake tangan juga ilang! alias cuman ketempelan cat mobilnya terios! Saya hanya bisa berkata dalam hati ” wong..body mobil nggak apa-apa kok minta 300ribu…kena karma kamu nanti”.  Waktu terus barlalu… dua minggu kemudian kembali saya bertemu Agus diCirebon. Agus bercerita bahwa dia mengalami kejadian apes tiga hari pasca srempetan mobil. Yups, ceritanya hari senennya Agus berencana pergi kejakarta dengan pesawat terbang. Just info, Agus ini sudah sering bepergian menggunakan pesawat terbang. Langganan beli tiketnya via online pake Tr**e*oka. Nah..saat agus mau menukar tiket, ternyata agus salah pencet saat pesan! Harusnya yang benar Surabaya-Jakarta tapi Agus mencetnya Jakarta – Surabaya! Mau nggak mau tiket yang seharga 700ribu itu hangus ! Dan Agus harus beli tiket langsung dibandara dengan nominal yang lebih besar! Diyar!!!

Diceritain seperti itu saya hanya tersenyum dan nyeletuk “Mungkin itu karma/balasan gara-gara minta ganti rugi 300ribu..padahal mobil nggak apa-apa”.  Agus menjawab “Iya mbah… aku kena hukum karma iki… habisnya malah dua kali lipatnya”. Memang hari itu anda dapat uang, namun bisa jadi dilain hari anda akan mengeluarkan uang dengan jumlah lebih besar untuk hal yang tidak berguna. Begitulah ceritanya… Jadi bila terjadi srempetan, kalau mau minta ganti rugi ya sewajarnya saja… Jangan “over”…bisa kena karma. Syukur-syukur bisa legowo saling mema’afkan…podo-podo slamete  😀

 

 

 

4 Comments

  1. Ane jg pernah Mbah serempetan sesama Avanza. Kena spion. Spionku pecah plus retengnya. Yg nyerempet ga berhenti minimal minta maaf ato gmn malah melengos kabur.. Tak ganti sensiri habis 175rb.. mugo2 sing nyerempet dingapuro..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*