Wuling akankah “menjelma” bak rising star layaknya Xiaomi didunia smart phone?

Halo brother biker 😀 …. Dalam dunia bisnis, yang namanya persaingan usaha (persaingan sehat tentunya) akan terus terjadi sampai kapanpun. Salah satunya dalam dunia otomotif kendaraan roda empat dan roda dua. Dulu, sekitar awal tahun 2000an… brand bendatang baru asal negeri tirai bambu bermunculan bak jamur dimusim hujan ikut berkompetisi dipasar roda dua tanah air. Sebut saja Sanex, hongda, jialing, dan lain-lain. Saat itu pabrikan sepeda motor jepang yang sudah eksis duluan “mengcounter” dengan meluncurkan sepeda motor versi hemat. Waktu terus berjalan, dan akhirnya brand-brand pendatang asal tirai bambu ini tidak kuat dan angkat kaki dari persaingan.

Nah..sekarang ditahun 2017 pasar kendaraan roda empat juga kedatangan brand pendatang baru asal negeri tirai bambu. Dialah wuling motors. Namun..yudibatang mengamati, Wuling ini nggak main-main dalam terjun kepasar roda empat tanah air yang secara umum masyarakatnya sudah terpatri oleh produk mobil “jepangan” yang sudah teruji dan jaringan 3snya.

Yups.. aslinya wuling motor sudah eksis diIndonesia dari tahun 2015 dan sudah mendirikan pabriknya. Sekarang hampir disetiap kota sudah mulai berdiri dealer-dealer Wuling. Ada bekas show room dan dealer mobil yang sudah tutup, dibuka kembali menjadi dealer wuling. Ada dealer sepeda motor yang ownernya ikutan membuka dealer wuling. Mereka-mereka para pemilik dealer wuling ini tentu cara berpikirnya sudah matang dan sudah mengkalkulasi untung ruginya dalam jangka panjang.

Persaingan pasar kendaraan roda empat hampir mirip dengan persaingan didunia smartphone. Nokia pemain lawas yang kurang berinovasi akhirnya runtuh “dihajar” Samsung. Konsumen smartphone lama kelamaan semakin pintar tentang spek sebuah smartphone. Munculah brand smarthpone asal negeri tirai bambu yang bejaban melawan dominasi samsung, dialah Xiaomi. Dan brand Xiaomi ini sekarang tidak bisa dipandang sebelah mata. Xiaomi sudah memiliki “fans boy” tersendiri.

Kembali keWuling, Presiden SGMW Motor Indonesia, Xu Feiyun, mengungkap cara perusahaannya memproduksi kendaraan roda empat dengan harga yang kompetitif di Indonesia. Ia mengatakan Wuling menggunakan strategi efisiensi biaya produksi sehingga bisa menghasilkan produk yang lengkap dengan harga terjangkau.

“Kami bukan menggunakan strategi harga rendah, tapi kami pakai strategi cost efisien yang lebih tinggi, maksudnya produk kami lebih bagus, lebih lengkap tapi harganya lebih bisa dijangkau konsumen,” kata Xu Feiyun seusai mengumumkan harga Confero di Jakarta, Rabu 2 Agustus 2017. Wuling akankah “menjelma” bak rising star layaknya Xiaomi didunia smart phone?

9 Comments

  1. baca2, si wuling dinegerinya sana sudah teruji juga. Kalau disini masih harus dibuktikan penjualannya. Bawa brand tiongkok, soal gengsi juga…..

  2. ini akan jd trend mobil murah berkelas, perusahaan japan akan mengamati , jika penjualan nya fenomenal, mereka juga siap untuk produksi mobil yg sekelas baik harga maupun fitur.
    konsumen akan di untungkan.

  3. saya rasa ntuk prodak mbl kali ini gw yakin kualitasnya tdk trlalu mengecewakan Krn emg sdh dipersiapkan siap tempur dibanding mbl buatan Cina lainnya,persis kasus Xiaomi yg dr awal diragukan Tp skrg jd ancaman prodak lain,hingga smartphone bermerek lainnya kalang kabut inovasinya,Krn beban brand besar mereka,jd gw yakin mungkin akan ada masih sedikit dr Wuling Tp stlh jln 2 tahun gw yakin akan meretoki merk Jepang yg bs dikatakan sllu minor changed Tp harga naik trs,gw yakin akan bnyk org merubah mindset sehingga bnyk yg beli ini mobil #sory kepanjangan Tp ini opini pribadi saya,Krn jika benar saya harap Esemka segera lakukan hal yg sama walaupun saat ini ms proses membuat pabriknya

  4. Dari kejauhan logo_nya mirip tiga berlian..
    Asal banyak sparepartnya dimana2 saya yakin ni mobil laku dah..palagi dah RWD
    naik-naik ke kebun teh Pagilaran ndak kuatir..

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*