Walau ada Ojek Online, sesekali kita perlu memakai jasa ojek konvensional

Halo brother biker 😀 … Persaingan dalam urusan transportasi terus berkembang dari waktu kewaktu. Contoh dulu  ada delman, becak dan angkot…lama-lama muncul ojek online. Dikota-kota besar masyarakat lebih memilih menggunakan jasa ojek online dari pada ojek konvensional. Nggak perlu tawar menawar, nggak ribet dan sudah tahu ongkosnya dari aplikasi yang tersedia. Sekarang ini masyarakat membutuhkan transportasi yang murah, cepat dan nggak ribet untuk menunjang aktifitasnya.

Nah…Ojek konvensional kalau tidak mengikuti arus, lama-lama akan tersisihkan. Namun… sepertinya sesekali kita perlu memakai atau “nglarisi” ojek konvensional. Khususnya ojek yang drivernya sudah tua dan nggak tahu perkembangan gadget. Mungkin disaat kita tidak terlalu terburu-buru dan memiliki uang lebih, tidak ada salahnya kita memakai jasa ojek konvensional. Ini pengalaman pribadi, saat turun dari sebuah stasiun kereta api dan mau pesan ojek online… Saya melihat bapak tua pengojek yang terus menawarkan jasa ojek kepada para penumpang kereta yang baru turun. Namun tak satupun penumpang yang mau menggunakan jasanya. Akhirnya saya mendekati pengojek tua tersebut dan menjadi penumpangnya…. Jadi teringat lagunya ebit “keriput tulang pipimu gambaran..perjuangan… bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari… kini kururs dan terbungkuuusss… hhhmmm… namun semangat tak pernah pudar..pesti nafasmu kadang tersengal..kau tetap setia… “

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*