Opini : Sesekali seorang biker perlu melakukan solo riding AKAP

Halo brother biker 😀 .. proses perkembangan seorang pria, dimulai dari bayi – batita – balita – anak-anak – remaja – bujang tanggung – dewasa. Dewasa disini menggambarkan pria tersebut secara fisik sudah berbentuk dewasa. Namun sikap dan wawasannya belum tentu dewasa. Kadang ada seorang pria bentuknya dewasa/tua namun kelakuannya seperti anak-anak. Ciri-cirinya mudah tersinggung, baperan dan maunya menang sendiri. Seperti syair lagu dari Bang Rhoma Irama :

“Darah muda..darahnya para remajaaa… yang selalu merasa gagah..dan takkan mau mengalah.. Masa muda masa yang berapi-api, yang maunya menang sendiri..walau salah tak perduli.. Biasanya…para remaja berfikirnya sekali.. saja tanpa menghiraukan akibatnya”.

Ada pepatah mengatakan, Seorang pria yang gampang marah atau“ngamukan” biasanya karena “dolane kurang adoh” alias Mainnya kurang jauh 😀 Begitu juga dengan dunia biker… Seorang biker kalau mainnya cuman disekitar tempat tinggalnya dan jarang bertemu serta berinteraksi dengan biker lain dari luar daerah biasanya juga cara berfikirnya seperti Darah muda. Merasa merasa paling hebat, maunya menang sendiri… kalau pas lagi naik motor bawaanya penginnya kenceng, tidak boleh ada yang menghalangi dan pengguna jalan yang lain harus minggir!

*Yudibatang solo riding kejakarta ketemu blogger otomotif tahun 2010

Salah satu cara agar seorang biker wawasannya berkembang adalah dengan sesekali melakukan solo riding/ berkendara sendiri AKAP alias Antar Kota Antar Provinsi. Ingat ya ..solo riding, bukan toring rombongan. Misalkan merasa kurang yakin, minimal bawa teman untuk bergantian bonceng atau satu teman dengan membawa motor sendiri. Mengapa demikian?? Dengan cara ini si biker akan mendapatkan pengalaman berharga saat berkendara sepeda motor jarak jauh. Yups, dari sebelum berangkat riding sibiker mau tidak mau harus persiapan! mempersiapkan kondisi motor, mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa, persiapan membawa bekal (uang), persiapan kesehatan dll.

Saat riding jarak jauh didaerah orang, sibiker akan lebih hati-hati… dijalan akan bertemu angkot lokal yang suka berhenti mendadak, ketemu bis akap yang suka ngeblong dan kadang kala suka “menyasak” (memaksa turun dari jalan) biker yang tidak memberi jalan, ketemu emak-emak lokal yang sent kiri tapi beloknya kekanan Serta ketemu truk-truk bermuatan berat yang berjalan lambat dan kadang bikin jengkel bagi biker yang jam terbangnya kurang. Biasanya biker yang solo riding akan menemui kejadian “near miss” alias hampir mengalami kecelakaan! Disini sibiker akan berpikir lebih perhitungan dalam berkendara dan akan bisa mengukur batas maksimal konsentrasi saat berekendara… salah sedikit bisa tewas!!setiap dua jam harus istirahat dll.

*yudibatang ketemu dan kenalan dengan Om jeskoneng diTegal

Saat bersistirahat untuk minum, biasanya sibiker akan berkomunikasi dengan orang yang ditemuinya..entah pemilik warung, sesama biker dll. Seperti pengalaman saya saat riding dari Cirebon menuju batang dan beristirahat didaerah Tegal, jawa tengah. Saya bertemu dengan biker lain.. lalu ngobrol-ngobrol ..ternyata salah seorang anggota sebuah komunitas motor yang terkenal santun dalam berkendara… Prides!! Ketemu prides

Pilihan utama ya solo touring, kalau mau konvoi touring cari teman biker yang jam terbangnya sudah tinggi dan cara berfikirnya dewasa…agar dijalan tidak bikin malu alias “ngisin-ngisini”.. memaksa pengendara lain minggir dan cenderung arogan. Jadi Sesekali seorang biker perlu melakukan solo riding AKAP (Antar Kota Antar Propinsi).

Silahkan share pendapat anda 😀

16 Comments

  1. Semenjak kuliah di Bali, tiap kali libur panjang pulang ke Tulungagung solo riding 560an km😵 udah 12x ini solo riding Tulungagung – Bali, dan kesemuanya selalu kena hujan. Waktu solo riding kedua, kesebelas, dan yang terakhir ke12 dapat pengalaman mistis juga 😵. Wkwk, lumayan mas bisa buat cerita ke anak cucu nanti

    • Iyaa, betul juga, dari Jabar ke DKI.

      Saya juga bisa sehari beberapa kali AKAP, soale saya tinggal di kota kecil di Jateng yg dekat dgn perbatasan Jatim. Tinggal nyebrang Bengawan Solo udah nyampe Jatim.

  2. Setuju om..lebih seru jalan sendiri..deg2an sendiri, bingung sendiri, nyasar2 sendiri seru sih..tiap berhenti isi bensin atau sholat pasti dibarengin “nanya jalan” walaupun udah ada google maps, tetep lah penduduk lokal lebih paham medan..

    Paling jauh naik motor dri Bekasi-Surabaya-Malang-Bromo-Malang-Jogya-Bekasi..selama seminggu full 🙂 pakai matic Suzuki Hayate(bukan iklan)..klo ditanya mau lagi jalan2 sendiri jawab nya pasti mau!!!

  3. solo riding lg turing sama solo riding mau kerja itu beda loh…
    ane riding 200km mau kerja 5jam sampe,tp klo turing (maen) bisa 1 hari baru sampe tujuan..

  4. Sering mbah yud, apa lagi kalo libur kuliah jogja – jateng – jabar via weleri …
    emg sih solo riding bikin sedikit lebih dewasa dala berkendara hohoho …

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*