Perjalanan Soichiro Honda from zero to hero and become legend part 4

Soichiro Honda

Yudibatang.com – Halo brother biker 😀 … Kembali menulis lanjutan kisah perjalanan Mbah Soichiro Honda,… sekarang memasuki bagian ke empat. Bagi yang belum baca bagian sebelumnya silahkan dibaca perjalanan Soichiro Honda Bagian 1 , bagian 2 dan bagian 3. 

Tahun 1928, Umur Soichiro Honda memasuki umur 22 tahun dan usia segitu beliau sangat produktif,… beliau masih bekerja untuk Art Sokai. Just info,..Gaji Soichiro saat itu adalah sebesar 5 yen! Gajinya setara dengan gaji 10 orang saat itu! Walaupun gajinya besar, Soichiro belum melupakan keinginannya untuk membuka usaha sendiri yaitu membuat usaha bengkel. Dan akhirnya kesempatan itu datang….

bengkel Art

Soichiro dipanggil pimpinan ditempat kerjanya. Rupanya pimpinan sangat memperhatikan prestasi yang telah dicapai Soichiro. Pimpinan menilai bahwa skill Soichiro honda sudah sangat ahli dibidang permesinan dan permobilan. Pimpinan menawarkan membuka cabang bengkel Art Sokai dikota asal Soichiro. Soichiro menyambut baik tawaran pimpinannya. Singkat kata ditahun itu pula, Soichiro membuka cabang bengkel Art Sokai disekitar kota Hamamatsu. Masa-masa ini adalah masa yang penting bagi Soichiro Honda. Karena pelayanan bengkel milik Soichiro sangat memuaskan kastamer, maka bengkelnya semakin ramai dan banyak para pekerja magang berdatangan. Oh..iya,..Walau Soichiro statusnya sebagai pemilik bengkel, namun beliau tidak hanya duduk manis, ngopi-ngopi dan udad-udud thok! Beliau masih sering mengawasi hasil pekerjaan anak buahnya. Dimata para pegawai, Soichiro dikenal sangat galak, namun hal itu demi untuk menjaga kualitas dan kebaikan bersama.

Contoh suatu hari ada pegawainya yang salah dalam menangani mesin dan menyebabkan mesin tidak bisa hidup dan Soichiro langsung mengecheck sendiri mesin itu…. begini dialog ilustrasinya : “Siapa yang mengganti karbu ori mobil ini dengan karbu kijang!! cepat ganti dengan yang ori!! kalau salah saya hajar kamu!” he..he…

Diantara para pegawai/ murid magang Soichiro Honda ada yang mentalnya down dan nggak kuat sering dimarahi akhirnya pergi meninggalkan bengkel. Namun bagi murid magang yang mentalnya kuat memilih tetap tinggal dan akhirnya menjadi montir yang berhasil serta bisa membuka bengkel sendiri.

Pada tahun 1935, Soichiro berumur 29 tahun,.. Soichiro Honda menikah dengan gadis pujaannya yang bernama Sachi Isobe. Sachi Isobe adalah Siswi berprestasi yang lulus di Sekolah tinggi wanita dalam kurun waktu dua tahun. Waktu terus berlalu… dan bengkel Art Sokai milik Soichiro Honda berkembang sangat pesat dan tumbuh semakin besar! namun hal itu belumlah membuat Soichiro honda merasa puas. Sebaik apapun dia dalam membetulkan mobil Ford laser, Soichiro merasa mobil itu bukanlah mobil buatannya.

Kemudian Soichiro mendiskusikan keinginanya untuk mebuka usaha baru dengan istrinya. Sang istri sangat mendukung dengan keputusan Soichiro. Soichiro punya keinginan membuat mobil sendiri, namun dia kesulitan untuk mendapatkan material baja. soichiro terus mencari inspirasi usaha apa yang potensial selain membuat mobil. Akhirnya Soichiro menemukan ide untuk membuat ring piston! Pada waktu itu belum ada perusahaan yang mampu membuat ring piston. Selanjutnya Soichiro membuat penelitian sendiri tentang bagaimana membuat ring piston yang bagus “Ring piston adalah sebuah part yang terdapat diantara piston dan silinder yang berfungsi agar oli tidak bisa mencampur dan ikut terbakar didalam silinder”.

ring piston sepeda motor

Soichiro sangat serius dalam mengerjakan proyek ambisiusnya. Beliau bekerja siang dan malam untuk membuat sebuah ring piston yang berkualitas bagus,..namun hasilnya selalu gagal! Tapi Soichiro tidak putus asa,… dia bertanya kepada para ahli logam. Namun tidak ada satupun ahli logam yang bisa membantunya,…akhirnya ada seseorang yang menyarankan Soichiro agar bertanya ke sebuah Universitas ,… yaitu Universitas Hamamatsu jurusan mesin. DiUniversitas tersebut Soichiro bertemu dan bertanya tentang bahan ring piston yang bagus kepada seorang yang berkompeten dibidang permesinan. Soichiro banyak mendapatkan pencerahan. Soichiro sangat puas dengan penjelasan orang universitas tersebut. Dan beliau mendapat pengetahuan baru. Kunjungannya ke Universitas telah membuka hati dan pikirannya dan membawanya pada suatu keputusan. Akhirnya soichiro masuk sebagai mahasiswa diuniversitas Hamamatsu jurusan mesin diusia 39 tahun!. Dan Soichiro sangat semangat mengikuti pelajaran yang diberikan oleh dosennya.

Singkat kata ..dua tahun kemudian Soichiro berhasil membuat sebuah ring piston yang berkualitas bagus. Soichiro memproduksinya dalam jumlah besar dan ring piston buatannya laku keras sehingga pabriknya menjadi semakin besar…. Bersambung…

 

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*