Penggunaan satu mesin untuk beberapa produk mobil/motor sudah biasa diIndustri Otomotif

Poto Mbah Bonsai sedang "nglethak" mesin

Yudibatang.com – Halo brother biker 😀 ,.. Saya bukan ahli ekonomi maupun analis ekonomi, tapi saya pernah punya pengalaman berdagang. Satu kata dalam sebuah perusahaan yang sering terus dipraktekan adalah “EFISIENSI” ini bukan nama bus lho ya. Efisien dalam bekerja, efisien tempat, efisien waktu, efisien biaya dan efisien dalam membuat sebuah produk . Nah… Bahasa bisnisnya efisien biaya mungkin yang ini

“menggunakan common parts… agar bisa terjadi cost reduction… !!!”

Nah… apa hubunganya dengan produk otomotif? yups,… biar komponen dan mesin bisa digunakan bersama dan mengurangi biaya produksi. Jauh sebelum geger masalah mesin Honda CRF150L yang sama dengan mesin Honda Verza serta Honda Mega pro, Perusahaan otomotif seperti Suzuki, Daihatsu dan Toyota sudah menerapkan “strategi” satu mesin untuk beberapa produknya.

Contoh Mesin Legendaris Suzuki yaitu Mesin F10A SOHC 970cc dengan karburator. Mesin ini terkenal bandel dan irit BBM, lahir tahun 1983 hingga didiscontinue tahun 2006. Satu mesin F10A ini dipakai untuk empat produk suzuki yaitu Suzuki Carry, suzuki Forsa, Suzuki Katana dan Suzuki Karimun kotak. Contoh dari Daihatsu yaitu mesin Daihatsu Charade XG, Charade CS yang identik dengan mesin Daihatsu Hijet 1000. dll.

Honda Indonesia juga sudah menerapkan strategi ini, mesin yang paling terkenal bandel dan mudah perawatannya yaitu mesin NF100 yang dipakai supra x, supra fit, revo 100 dll. Tak ketinggalan yamaha juga menerapkan strategi ini, dimulai dari mesin Yamaha Vixion yang secara platfom identik dengan mesin jupiterMX series dan mesin yamaha R15, Mesin Yamaha Vixion juga dipakai mesin-mesin dari brand lain diluar negeri Baca Galeri motor yang bermesin sama dengan Vixion . Dan Honda AHM masih menerapkan sitem ini. contoh mesin Honda CB150R yang identik dengan mesin Honda Sonic150, Honda Supra GTR dan honda CBR150R. Dan yang lagi hot yaitu mesin Honda Megapro 150, mesin Verza 150 dan mesin Honda CRf150L.

Mesin Honda CB150R VS Mesin All new Yamaha Vixion

Tak ketinggalan, Suzuki Indonesia juga mengikuti strategi ini dengan menerapkan satu mesin untuk tiga motor yaitu Suzuki Satria F150 Injeksi, Suzuki GSX-S150 dan Suzuki GSX-R150.

Bikin mesin motor atawa mesin mobil itu tidak gampang, dibutuhkan riset dan pengembangan yang sangat cermat dan terukur, disertai Trial and error. Harus dicari formula metalurginya yang pas, itungan tekhnis yang presisi dan durability. Justru dengan diterapkan sistem ini, konsumen jadi lebih mudah untuk mendapatkan suku cadang. Misal mau beli suku cadang suzuki karimun, biar bisa dapat murah ngomongnya kepemilik toko beli suku cadang carry angkot, pasti harganya lebih murah he..he… Setiap pabrikan otomotif memiliki strategi marketing berbeda-beda, tujuannya ya biar dagangannya laku dan “wajib” dapat untung. kalau nggak untung ya namanya bukan perusahaan, tapi dinas sosial he..he..

4 Comments

  1. Wiuhh, ternyata Mas Yudi ahli teknik juga.👍

    Betul Mas, kalo di industri, mesin itu “parts”. Jadi sangat umum kalo satu mesin dipake buat berbagai alat dan kendaraan yg berbeda2.

    Tambahan contoh, mesin Isuzu Panther 2.5 dipake buat forklift, air compressor, dan genset. Kalo di USA sana, beli truk bisa milih mau pake mesin Cat, Cummins dsb yg juga dipake buat fire engine dan genset. Di pesawat bikinan USA dan Eropa banyak yg mesinnya sama. Mesin crane di tempat kerja dulu sama dgn mesin air compressor, pake Detroit Diesel yg typenya sama. Banyak contoh lagi sih kalo mau.

    Dan tidak semua pabrik mobil/motor bikin mesin/transmisi sendiri. Mobil2 saya, yg Hyundai pake transmisi buatan Mitsubishi, yg Nissan ternyata transmisinya bikinan Borg-Warner USA.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*