Pengalaman solo riding kesasar dipedalaman Temanggung dan hampir masuk alam Jin bagian 2

Yudibatang.com – Halo brother biker πŸ˜€ ,… Malam jumat,… waktunya artikel horor yang sudah ditunggu-tunggu,…… Okay,..siapkan kopi, rokok, cemilan, botol aqua kosong siapa tahu sampean mau kencing tapi takut dan sarung buat krukuban..he..he.. Bagi pembaca yang belum mengikuti cerita horor bagian pertamanya, bisa diklik Pengalaman solo riding kesasar dipedalaman Temanggung dan hampir masuk alam Jin .

pertigaan secang

Saya masih riding dibelakang bapak tua,.. tak terasa saya sampai disebuah pertigaan lagi, kali ini pertigaannya labih besar dan diseberang jalan seperti ada kantor polisi, sebelum pertigaan juga sudah ada papan penunjuk jalan yang menjelaskan kalau mau ke Semarang lurus dan kalau ke Temanggung belok kiri. Hati saya mengatakan jalan lurus,… namun entah mengapa raga saya malah membelokkan setang motor kekiri mengikuti bapak tua tadi,……

Saya merasa seperti orang linglung dan seperti kerbau yang dicokok pake tali mengikuti bapak tua misterius tersebut. Rasanya seperti naik motor tapi terbang,..sekelebatan.. tau-tau saya sudah melewati kantor bupati temanggung! padahal jarak dari pertigaan Secang ke kantor bupati Temanggung ini lumayan jauh.. sekitar setengah jam perjalanan. Dan saya riding terus lurus dan berhenti diperempatan yang jalannya menurun serta terdapat traffic light. Disini,..saya merasa agak sadar..dan pengendara motor tua misterius itu sudah tidak ada entah kemana perginya. “Lho?? kok saya ada disini??” guman saya dalam hati. Saya tengak-tengok… kanan-kiri lampu menyala merah dan ada dua pengendara motor didekat saya, yang disebelah kanan hanya satu pengendara dan disebelah kiri berboncengan… yang membonceng perempuan berambut panjang!!. Namun aneh.. motornya nggak ada suaranya dan motornya model jaman dulu…pengendaranya motor dan boncengannya juga pakaiannya seperti pakaian orang jaman tahun 60-an.!! wajahnya saya lihat sekilas hanya putih doang dan rata !! dan tercium baunya wang..sempripiiittti!! Mak..prekkiitiikkk!!! … tengkuk saya mulai merinding. Begitu lampu menyala hijau saya langsung tancap gas motor sekencangnya!!.. padahal saya nggak tahu jalan itu mengarah kemana..yang penting jalan dulu,… ngeri!!

kuntilanak membonceng motor
kunti

Setelah motor berjalan sekitar 2 km, saya melihat dispion, dua pengendara motor lelembut yang disamping saya tadi sudah tidak kelihatan… Saya mengurangi kecepatan motor.. riding pelan sekitar 40 km/jam. Kemudian saya berhenti dipinggir jalan untuk mengatur nafas yang megap-megap. Saya masih sesekali nengok kebelakang,.. kuatir pemotor lelembutnya muncul lagi. Saya ambil air mineral yang selalu saya taruh dikonsol skutik saya. Setelah minum dan agak tenang,.. saya nyalakan sebatang rokok. Saya masih duduk diatas motor menunggu dan berharap ada pengendara motor manusia yang lewat dan mau bertanya arah. kemudian saya ambil ponsel disaku, bemaksud untuk menelpon seseorang dan tanya-tanya ke mbah google serta melihat Jam diponsel. Waktu menunjukan jam 10 malam!! wah.. berarti saya sudah sekitar tiga jam jalan dari pertigaan secang sampai ditempat yang asing alias antah-berantah!! Dan ternyata ditempat itu nggak ada sinyal sama sekali. Ditunggu sekitar 15 menit tak satupun pengendara motor yang lewat. Jalanan sepi sekali,..sampai-sampai suara jangkrik terdengar keras sekali. Akhirnya saya putuskan kembali menyalakan mesin motor dan jalan lagi. Saya terus riding menyusuri jalan itu,… lama-lama dikanan kiri jalan hanya terlihat semak-semak belukar dan pohon-pohon…. jalanan mulai berkelak kelok, sepi dan peteng ndedet bin poek mongleng alias gelap gulita!

*poto ilustrasi rumah gubuk

Dari kejauhan saya melihat ada satu rumah gubuk yang dindingnya terbuat dari bilik bambu dan pintunya terbuka setengah,.. didalam rumah gubuk itupun ada semacam cahaya lampu minyak, saya mengurangi kecepatan dan hendak bertanya kepemilik rumah. Saat saya berhenti persis didepan rumah gubuk itu, Seseorang dari dalam rumah gubuk itu malah menutup pintunya!

Saya ragu ,..mau turun dari motor, menuju rumah itu serta bertanya pada penghuni rumah atau tidak,…. Wiss.. nekad saya turun dari motor namun mesin dan lampu motor masih menyala. Karena kalau lampu motor nggak nyala, pandangan disekitar jadi gelap banget. Pelan-pelan saya menuju rumah gubuk itu,… “Kulo nuwun…Mbah? pade nyuwun pirso” translate “Permisi..Mbah? mau numpang tanya” ucap saya. Sesekali saya ketuk pintu rumah gubuk itu. Namun ,…tak ada jawaban dari dalam rumah. Sampai tiga kali saya ulangi mengetuk dan memanggil pemilik rumah, namun tetap tak ada yang menjawabnya. “ppuuhhhh…cceesss”.. mak prindingg!! leher bagian belakang saya seperti ada yang meniup dan leher terasa dingin!!

Mak ..prekitikkk!! reflek saya tabok sendiri leher saya. plak!! saya tengok kebelakang juga tidaka ada orang. HHiii… akhirnya saya putuskan mundur dan kembali kemotor. Saat berjalan kemotor juga perasaan was-was…kalau-kalau ada yang ngikuti dari belakang,… dan seperti ada seseorang yang mengawasi saya disamping rumah gubuk itu…Hiii!! lama-lama saya jalan agak cepak dan segera naik keatas jok motor. Saat saya sudah tepat diatas motor dan kedua tangan sudah disetang, ketika tangan kanan mau memuntir gas,…. mesin motor malah mati begitu pula lampunya… dengan perasaan nggak karuan saya pencet tombol elektrik starter… “cekkiikkiiikk…cekkiikkiikkk…” Mesin tak kunjung nyala,.. padahal biasanya normal-normal saja….Β  sambil tengok kanan kiri saya tetep memencet tombol elektrik starter. Setelah dipencet ketiga kalinya, barulah mesin dan lampu motor menyala…

Bersambung lagi episode ketiga… πŸ˜€

 

15 Comments

  1. Waduh,klimaksnya bakal serem nih kalo lebih dari 2 part :v

    Antara pengalaman berharga atau apes kan tersesat di entah itu masih alam manusia atau…hiii

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.