Pengalaman nyetir hampir menabrak bus, gara-gara mesin over heat di Jepara Jawa Tengah

mesin over heat
Motuba Daihatsu Charade yudibatang di jepara

Yudibatang.com – Halo Brother biker … Salah satu pengalaman yang mengerikan yang pernah saya alamai adalah Pengalaman nyetir hampir menabrak bus, gara-gara mesin over heat di Jepara Jawa Tengah. Jadi ceritanya begini…. Waktu itu sekitar tahun 2013, saya sedang ada pekerjaan di daerah Jepara Jawa Tengah. Saat itu saya mengendarai motuba Daihatsu Charade tahun 1986. Walaupun mobil tua, tapi kondisi mesin, kaki-kaki dan kelistrikan sudah saya upgrade. karena motuba ini saya gunakan untuk perjalanan jarak jauh kadang perjalanan dari Batang-Cirebon kadang dari Batang keJepara.  hanya satu bagian yang belum beres, yaitu AC.

( Baca :Pengalaman otak-atik AC Mobil tua dan Mledoss )

salah satu Penyebab mesin over heat

AC di motuba saya masih bermasalah, kalau AC dinyalakan tapi hasilnya kurang dingin padahal sudah servis Ac dan isi freon. Untuk sementara AC dinyalakan kalau pas hujan saja. Kalau disiang hari ya pake AC alami bin kristalisasi keringat. Berangkat dari Batang sekitar jam 5 pagi sehabis subuh. Sampai Jepara sekitar jam setengah sepuluh pagi. Bacause Lagi seneng-senengnya dolanan motuba, sampai diPabrik bukannya istirahat dulu, tapi langsung buka kap mesin dan “otak-atik” mesin motuba. saya coba rubah-raubah posisi selang -selang angin dibagian selenoid AC.

Setelah itu, saya coba kembali mengendarai motuba saya jalan dalam kondisi AC menyala. Oh iya kebetulan Owner pabrik yang bernama Pak Abdul lagi nyantai dan ikutan naik kemotuba saya. Pertama jalan, kabin motuba masih terasa dingin, melewati jalan Wahid hasyim, jarum indikator temperatur mesin sudah mulai naik (posisi ditengah). Saya nyetir sembari ngobrol-ngobrol dengan pak Abdul. Karena rute ngetes mobil yang dekat dengan lokasi pabrik, saya nggak begitu kawatir dengan temperatur mesin.

Mulai masuk tikungan diJalan Kopral Moh Sukri, saya masih cuek. Dan jalan semakin menurun tapi kondisi lalu lintas sepi. Tiba-tiba mesin mati mendadak!! waduh !! Mesin over heat nih..dan ketika kaki saya menginjak pedal rem, Bah!! pedal tidak bisa ditekan alias macet!! “Busyet!! Over heat parah nih mesin” guman saya dalam hati. (Pada umumnyaa mekanisme rem pada motuba menggunakan  boster yang berhubungan dengan kompresi mesin, jadi kalau mesin over heat dan mati, booster rem juga tudak bekerja alias macet CMIIW ). Jalan semakin menurun curam dan didepan ada bus kecil, disisi kanan ada trotoar tinggi lalu ada tembok pembatas dan sungai. Disisi kiri jalan aspal hanya tanah dengan rumput sedikit.

Yang harus dilakukan ketika mesin over heat

Tindakan pertama yang saya lakukan ketika mesin over heat adalah Saya berusaha tetap tenang dan tidak panik, saya tidak bilang ke pak Abdul kalau mesin mobil mati.

Tindakan kedua ketika mesin over heat saya matikan saklar AC mobil. Sementara siBus kecil malah berhenti menurunkan penumpang!! Saya bersikap pura-pura tidak terjadi apa-apa agar pakAbdul tidak Panik. Saya tetap mendahului bus kecil.

Tindakan ketiga saat mesin over heat saya turunkan gigi bertahap.. dari gigi empat pindah kegigi tiga, gigi tiga pindah kegigi dua dan sampai pada gigi satu. Proses menurunkan gigi secara bertahap ini lumayan bisa mengurangi laju mobil.

Tindakan keempat ketika mesin over heat , saya saya tarik tuas rem tangan untuk mengehntikan laju mobil karena rem sudah tidak berfungsi.

nyetir mobil

Akhirnya mobil bisa berhenti dan saya pinggirkan kepinggir aspal. Setelah itu saya pura-pura membuka kaca jendaela dan bilang ke Pak Abdul kalau saya mau merokok. Saya coba menyalakan mesin…cekikikiki… mbreeemmm!!.. Alhamdulillah mesin menyala lagi. Pak Abdul bertanya “Lho kok tadi mesinnya dimatikan masyudi?” . Sambil tersenyum saya menjawab “Tadi mesin over heat dan mati sendiri, remnya juga macet”. “Walaaaahhh Mas… untungnya mas yudi nggak ngomong, kalau saya tahu tadi mesin over heat dan remnya macet dijalanan menurun, saya mungkin sudah teriak-teriak minta tolong”!! Ujar pak Abdul dengan wajah cemas.

Just share, memiliki motuba harus tahu seluk belum motuba tersebut. Selalu check dan re-chek kondisi motuba. Tapi kalau tidak tahu dan tidak bisa menangani satu masalah pada motuba lebih baik  serahkan saja pada ahlinya. jangan lupa membaca doa sebelum berkendara dan tetap hati-hati dan waspada.

 

Semoga pengalaman ini berguna bagi pembaca

10 Komentar

  1. Saya pernah punya motuba Holden Special tahun 1962.
    Mesinnya kalo dibawa ke Puncak suka overheat juga. AC suka ngadat kayak DeTomasonya Mas Yudi.
    Akhirnya saya ganti radiator baru 1 set dan kompresor AC diganti merk York made in USA. Problems solved, tapi kantong bolong. 😛

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.