cara menyimpan alat pertukangan dan perbengkelan agar tidak “ketlingsut”

cara menyimpan alat pertukangan

Yudibatang – Halo brother biker ๐Ÿ˜€ ,.. Sebagian besar lelaki dewasa biasanya memiliki alat pertukangan dirumahnya. Alat pertukangan atau perkakas seperti tang, obenk, paku, baut, sekrup, ampelas, kawat, kikir, tali rafia dan lain-lain. Nah,.. menyimpan alat pertukangan kalau tidak ditata dengan baik, bisa menyebabkan kita jengkel di saat kita membutuhkan peralatan tersebut tapi alat tersebut tidak ketemu atau”ketlingsut” atau not found. Pas di cari nggak ada, tapi pas lagi nggak nyari malah kelihatan.

( Baca juga :Tutorial melepas dan memasang lampu depan Honda Scoopy )

( Baca juga :Cara mengganti lampu sein yamaha vixion)

Mungkin sebagian dari anda terutama yang suka otak-atik sepeda motor atau otak-atik motuba (mobil tua bangka) pernah merasakan hal itu. Atau anda yang suka hal pertukangan seperti memperbaiki lemari yang rusak, memperbaiki genteng yang bocor atau memperbaiki sepeda onthel tunggangan anak. Ketika anda sedang mencari salah satu alat pertukangan, anda lupan menyimpan alat pertukangan tersebut. pas dicari sampai muter-muter nggak ketemu. Eh dilain hari pas anda tidak membutuhkan alat tersebut malah nongol.

cara menyimpan alat pertukangan

cara menyimpan alat pertukangan dan perbengkelan

Pengalaman seperti itu dulu sering saya alami. Setelah direview dan dianalisa, penyebabnya ternyata alat-alat pertukangan dan perbengkelan harus diletakkan dalam satu tempat khusus. contohnya ditaruh dalam tool box atauย  kotak tempat peralatan. Peralatan inipun harus dipilah-pilah. misalkan Tang, obeng min, obeng plus, kunci pas, kunci sok, kikir ditaruh dalam box terseniri. kemudian alat yang kecil-kecil seperti paku, sekrup, mur baut, mata bor juga dipisah ditaruh dlam box terseniri. Setelah itu tool box dimasukan kedalam lemari.ย  jangan lupa, dikasih gembok!!

Salah satu contoh Tool Box

Oh..iya,.. setelah kita menggunakan perlatan tersebut, biasakan untuk mengembalikan alat tersebut pada tempat semula. Naruhnya jangan sembarangan, apalagi yang punya anak kecil. bahaya,..bisa buat mainan sikecil. Bagi anda yang tinggalnya diperumahan atau dikampung yang padat penduduk, anda harus selektif meminjamkan alat pertukangan pada tetangga. Karena biasanya ada tetangga yang punya kebiasaan meminjam peralatan pertukangan. terus lamaaaa..nggak dikembalikan akhirnya “burrr”. Alat pertukangan tersebut jadi hak milik sipeminjam. :mrgreen:

kalau minjemnya sama kita mungkin bisa kita ingat-ingat, yang repot minjemnya keorang rumah pas kita lagi diluar rumah… wiss..burr dah.. ๐Ÿ˜€ Begitulah cara menyimpan alat pertukangan dan perbengkelan.

Semoga berguna ๐Ÿ˜€

 

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.