pengalaman touring tidur dimasjid dan diusir pengurus masjid

pengalaman touring tidur dimasjid

Yudibatang – Halo brother biker 😀 ,.. Cerita pengalaman touring jaman semono pas lagi seneng-senengnya naik motor. kalau ingat cerita ini kadang membuat saya senyum-senyum sendiri. yups,.. pengalaman touring tidur dimasjid dan diusir pengurus masjid. Sekitar tahun 2010 saya masih ikutan klub motor namanya Yamaha Vixion Club. Saya tergabung dalam YVC-Batang. Waktu itu saya dan rekan-rekan YVC Batang menghadiri acara jambore nasional yang pertama Yamaha Vixion club di Jakarta. total waktu dari kami berangkat, mengikuti acara dan pulang adalah tiga hari.

Singkat kata acara selesai dan saya bersama rekan-rekan YVC Batang pulang menuju ke batang jawa tengah. Kami riding pelan-pelan, kecepatan sekitar 50-60 km/jam karena disamping waktu malam, kami semua kecapaian setelah tiga hari mengikuti acara Jambore nasional YVC Indonesia diJakarta. Oh iya rombongan berjumlah 6 orang dengan 4 motor. Ketua rombongan atau road captain yang juga ketua YVC-Batang waktu itu namanya bro Sigit, saya memanggilnya pak Guru karena beliau bekerja sebagai seorang guru SMP. anggota yang lain bernama foundra dan husain. yang dua orang lagi saya lupa namanya.

Memasuki kota Brebes, Bro Sigit mulai menunjukan perilaku yang aneh dalam berkendara. Sebentar-sebentar kencang, sebentar-sebantar pelan, kadang-kadang ngloyor mau keluar badan jalan, kadang-kadang hampir ketengah jalan. Saya yang kondisinya lumayan masih normal segera maju kedepan dan meminta rombongan berhenti sejenak. Ternyata kondisi BroSigit ngantuk berat! kurang turu. Setelah diskusi, lebih baik rombongan istirahat dulu dikota Brebes. Waktu menunjukan jam 03.30 pagi.

pengalaman touring tidur dimasjid

Sampai dikota brebes, 1 motor yang dinaiki berboncengan memisahkan diri mau mampir kerumah sodaranya, Akhirnya diputuskan kami berempat (tiga motor) mampir keMesjid agung Brebes yang letaknya persis didepan Alun-alun Brebes. Di Masjid agung Brebes ini terdapat anak tangga sebelum masuk keteras masjid dan disamping anak tangga ada semacam pipa besi untuk pegangan. karena kondisi lelah dan mengantuk berat, tanpa dikomando kami masing-masing mencari tempat sendiri-sendiri buat tidur. Seingat saya broSigit tidur ditangga kedua dari bawah, dua rekan yang lain (broFaundra dan Brohusen )tidur dianak tangga ketiga dan keempat. sementara saya tidur diteras masjid disamping saka/tiang.

bahasa jawanya nih tidur langsung “Bek sek” 😀 .Lagi enak-enak tidur tiba-tiba terdengar suara “theng..theng..theng..theng..tangi!!..tangi!!..tangi!!(bangun!!..bangun!!..bangun!!..). Saya segera bangun ternyata sang penjaga masjid yang menyuruh kami bangun sambil memukul-mukul besi pipa disamping anak tangga sambil menggerutu… “woh..ora sembayang mukur andon turu thok” ( Woh..nggak solat cuman numpang tidur doang) . Saya lihat dua rekan saya mulai bangun, namun broSigit masih terlelap tidur sambil mulutnya terbuka dan mendengkur ,.. weduss!!.

poto ilustrasi

saya bangunkan broSigit dan mengajak segera pindah dari masjid karena azan subuh sudah mulai dikumandangkan. Dan tentunya akan banyak orang berdatangan yang akan menunaikan sholat subuh. kami berempat segera menuju ke parkiran motor disamping masjid. saya segera memakai sepatu, jaket dan safety gear lainnya. Setelah saya siap, saya lihat dua rekan saya juga sudah siap. Tapi..ternyata bro sigit malah tidur lagi sambil jongkok disamping motor. .Jiah!!..malah tidur lagi..  saya segera membangunkannya kembali.. “pakguru!!..pak guru!!.. tangi!..tangi!!.. ayo ndang pindah golek tempat liane nggo turu”(Pakguru!!..pakguru!!..bangun!!..bangun!.. ayo segera pindah dari sini cari tempat lain buat tidur” ).

Brosigitpun bangun, walau masih males-malesan dia segera menggunakan safety gear dan kamipun pindah ketempat lain. Masuk kejalan raya, kami terus riding walau terlihat motor brosigit masih “sempoyongan” dan oleng. Ketemulah sebuah toko yang memiliki teras lumayan lebar dan lantainya dari keramik. Akhirnya kami berhenti dan melanjutkan tidur. Seumur-umur baru merasakan tidur di emperan toko laksana tidur diatas kasur busa yang empuk. begitulah cerita pengalaman touring tidur dimasjid dan diusir pengurus masjid.

5 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.