Benarkah kendaraan dengan tekhnologi sederhana lebih mudah ditangani ketika terjadi “troble”

tekhnologi sederhana
Master Motuba mbah Susilo Pandoyo

Yudibatang – Halo brother biker 😀 … Dalam dunia otomotif baik kendaraan roda dua ataupun roda empat, tekhnologinya semakin hari terus berkembang. Pada dasarnya tekhnologi terbaru diciptakan untuk efisiensi dan memudahkan serta kenyamanan para pengguna kendaraan. Contoh paling kelihatan, dulu… kebanyakan mesin-mesin mobil dan sepeda motor sistem pengabutannya menggunakan karburator. Tekhnologi terus berkembang dan akhirnya sekarang hampir semua mobil dan sepeda motor beralih tekhnologi untuk urusan pengabutan dimesinnya. Dari Karburator berpindah dengan sistem injeksi yang dimanage menggunakan ECU. Namun ,.. kendaraan dengan tekhnologi sederhana lebih mudah ditangani bila terjadi troble.

( Baca :Keuntungan memelihara motuba )

Bahasa iklan Mobil

DiIndonesia mobil lebih duluan mengaplikasi sistem pengabutan dengan sistem injeksi sekitar tahun 90an. Untuk sepeda motor kalau tidak salah Suzuki sudah mulai duluan dengan motor bebeknya, kemudian Honda dengan supra x125 PGMFI. Saat itu konsumen masih “asing” dengan sistem injeksi dan lebih memilih yang tipe karbu. Puncaknya ditahun 2007 Yamaha mengeluarkan motor sport naked “brand new” dengan sistem injeksi yaitu Yamaha Vixion.

Disinilah konsumen pengguna sepeda motor sudah mulai berubah mindsetnya. Mindset yang mengatakan mesin injeksi lebih ribet dari mesin karbu, sedikit demi sedikit mulai terkikis. Dan sekarang hampir semua sepeda motor dan mobil yang beredar dipasaran menggunakan sistem injeksi. Tapiii… dalam keseharian pengguna kendaraan masih berpikir bahwasannya kendaraan dengan tekhnologi sederhana lebih mudah ditangani ketika terjadi “troble”.

mengatasi sekring motor putus

Okay,.. ada contoh kasus yang pernah saya lihat. Ada sebuah motuba sedan (kalau nggak salah Honda Celio) tahun 90an mogok didaerah jepara. Kemudian mobil tersebut dibawa kesebuah bengkel mobil pinggir jalan. Simekanik mulai mengecek kondisi mobil mulai dari busi, fuel pump dan kelistrikan. nah..saat mengecek kondisi aki, si mekanik melakukannya dengan cara tradisional yaitu melepas salah satu kabel yang menghubungkan ke aki dan menempelkannya kebody. cara tradisional, bila timbul percikan api maka aki masih bagus. namun cara ini malah membuat eror ECU motuba tersebut.

Akhirnya motuba tersebut harus “njogrok” dibengkel menunggu kiriman ECU baru dari delaer mobil. ada kasus lain, mobil BMW itu kalau mau lepas aki nggak boleh sembarangan. ada mekanisme tersendiri, kalau tidak dilakukan oleh mekanik yang berpengalaman, melepas dan mengganti AKi baru mobil BMW malah terjadi eror. begitu juga tehnologi pada sepeda motor. Contoh motor tua bangka Suzuki A100, mesinnya mbrebet. cukup dilepas businnya diamplas ujung businya lalu dipasang lagi, motor langsung ngacir. kalau menurut yudibatang, untuk saat ini kendaraan dengan tekhnologi sederhana lebih mudah ditangani ketika terjadi “troble”. bagaimana menurut pendapat anda? 😀

8 Komentar

  1. Kalo saya, buat offroad kami pake mobil teknologi jadul yg ber-karburator. Soale kalo mogok di hutan gampang ditangani.
    Buat on road kami pake mobil teknologi modern, soale faktanya mobil berteknologi modern lebih reliable, interval servis lebih panjang, dan lebih hemat bbm.
    Syaratnya pemeliharaan harus sesuai buku panduan.

    Hal yg patut disayangkan pada sebagian montir dan pengguna kendaraan, yaitu tidak membaca buku panduan. Sehingga kadang (eh sering) terjadi salah operasi seperti cerita mobil Honda di atas.

  2. di mobil (kek nya di motor juga sih) dengan teknologi baru … biasanya ada sensor-sensor elektronik yang sensitif Mbah
    misale ngecek kerusakan siKibaliyut juga mesti pake laptop buat cari tahu bagian mana yang rusak lewat kedipan lampu

  3. Suzuki Tornado GS atau RGR, klo mogok paling businya kena oli, ganti busi yg udh dicadangkan di bawah jok jos lg. yg busi mati itu di bersihin bensin di amplas lg normal. Beat FI temen klo mogok busi mati ya ganti busi baru, klo pake bekas gak bisa harus busi baru.

    hahahaha

    Pernah juga chop businya pecah, cukup di ambil kawatnya aja tempelin ke busi jalan lg

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.