Enggan berurusan dengan polisi bila mengalami atau melihat kecelakaan kecil

Enggan berurusan dengan polisi bila mengalami atau melihat kecelakaan kecil
pengendara motor jatuh

Yudibatang.com – Halo brother biker 😀 ,.. Bagi pembaca yang tinggal dikampung atau dikota namun jalanan kampung, mungkin pernah mendengar atau melihat kejadian kecelakaan kecil. Contohnya seperti srempetan sepeda motor dan lain-lain. Masyarakat di sekitar tepi jalan raya atau di dekat lokasi kejadian kecelakaan biasanya akan segera memberikan pertolongan kepada pemotor yang mengalami kecelakaan sambil berkata dan tengak tengok. “masuk..masuk..awas nanti ada polisi ” . Beberapa orang membantu berdiri pengendara motor yang mengalami kecelakaan, sembari mengajak masuk ke dalam rumah terdekat ditepi jalan. Beberapa orang yang lain membantu membawa dan meminggirkan sepeda motor yang jatuh ketrotoar. kebanyakan masyarakat Enggan berurusan dengan polisi bila mengalami atau melihat kecelakaan kecil.

( Baca :Tips menghadapi oknum polantas pemeras biker )

Biasanya sipemilik rumah yang menjadi tempat “persinggahan” sementara pelaku dan korban kecelakaan kecil, akan berusaha membantu dengan memberikan minuman teh manis dan mengobati luka-luka sipemotor yang terluka kecil dengan obat luka. Lalu kedua belah pihak yang mengalami kecelakaan menyelesaikan persoalannya dengan kekeluargaan. Kemudian masyarakat diluar rumah berusaha membubarkan diri seolah tidak terjadi apa-apa… maksudnya agar tidak memancing perhatian kalau-kalau ada polisi lewat.

Setelah saya perhatikan, fenomena masyarakat yang Enggan berurusan dengan polisi bila mengalami atau melihat kecelakaan kecil juga terjadi dibeberapa daerah di kabupaten kecil atau wilayah kecamatan. Menurut beberapa tetangga saya, Sudah menjadi rahasia umum… masyarakat enggan berurusan dengan polisi bila mengalami kecelakaan kecil. Masyarakat trauma karena pernah mengetahui ada kecelakaan sepeda motor.. lalu kedua belah pihak antara pelaku dan korban sudah damai. Namun karena ada polisi, akhirnya mereka harus berurusan dengan “keribetan” khas polisi Indonesia. Sebenarnya tidak semua polisi seperti itu, ada juga polisi yang baik. Tapi jumlahnya sedikit dibandingkan oknumnya.  Bagaimana dengan daerah anda?

SSttt .. Nanti malam ada artikel horor,… stay tuned 😀

 

11 Komentar

  1. Inyong pernah kecelakaan, d pinggirkan k rumah terdekat..wis damai, gak taunya yg punya rumah polisi n Wis telp polantas..wehhh.. dadi panjang urusan..pagi2 wis naik pickup e polantas.. terpaksa buwuh maning nang kantor polisi..apes, duh Gusti..

  2. sama Mbah Yud … di Jekardah juga sama, kalo cuman kecelakaan kecil/ ringan mendingan damai antara pelaku dan korban kecelakaan … urus secara kekeluargaan lebih cepet dan gak ribet …
    intinya yaaa … kepercayaan masyarakat terhadap aparat (prosedur hukum) memang sangat rendah, makanya gak jarang ada kejadian main hakim sendiri

  3. mayoritas begitu mbah, tp saya pernah kejadian juga di tabrak dr belakang ama pemotor sudah tua. saya bawa kepinggir, SIM dan STNK ditahan dipos polisi dengan mengatakan untuk memutuskan dulu mau seperti apa ama ybs tersebut., akhirnya sama2 damai, setelah damai ya itu SIM dan STNK diberikan kembali kepada saya. mungkin kebanyakan oknum nya drpd yg bener nya, yg benernya jg ada meskipun gak banyak.

  4. pengalaman saya malah ditolongi polisi kang, pas di cikarang, dari cibarusah arah ke lippo cikarang, di pertigaan pasir randu, ada buruh pabrik kayaknya habis lembur nggak konsen, ada truk didepan, banting kanan, nabrak saya kang, sama polisi dibantu kekeluargaan, dibeliin minum segala sama polisinys..
    mungkin disana emang sering kali ya kang..

  5. tapi ada juga kasus lain mbah Yud. misalnya si A lewat suatu wilayah, nah tiba-tiba dia diserempet oleh pemotor lain hingga sama-sama jatuh dan menarik perhatian warga sekitar hingga berkerumun. ndilalah si penyerempet itu adalah warga kampung situ, walhasil si A pun dituduh alias difitnah sbg pihak yg bersalah oleh warga sekitar dan diperas ramai-ramai sebagai “uang damai”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.