Pengalaman naik bis bumel nabrak di Jalan raya Ngawi-Jawa Timur

naik bis bumel nabrak
poto ilustrasi

Yudibatang.com – Halo brother biker 😀 ,.. Ini sebenarnya artikel lama, namun saya re-fresh kembali. Kata orang tua, hindari berpergian pada hari Jum’at menjelang waktu solat jumat. Apa lagi kita berniat untuk menghindari sholat jum’at ! Bisa apes. Pengalaman naik bis bumel nabrak di Jalan raya Ngawi-Jawa Timur ini terjadi sekitar tahun 2005 alias 13 tahun yang lalu. Yups..dulu sekitar tahun 2004 hingga tahun 2008 saya sering bepergian menggunakan bis bumel ke kewilayah Jawa timur (Ponorogo, Surabaya, Jombang dan Pasuruan). Saya lebih sering menggunakan jasa angkutan Bis bumel untuk melakukan Perjalanan menuju kota-kota tersebut, karena saat itu belum ada bis patas dari Solo ke Madiun. Bisa Patas tidak melewati madiun melainkan langsung bablas lewat ngawi.

( Baca juga :Pengalaman naik bis malam bumel berisi bencoleng)

Nah..pada tahun 2005, waktu itu hari Jum’at sekitar jam 11 siang saya hendak pulang dari Ponorogo mau menuju ke Semarang. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam dengan 1 x naik angkot dan 3 x ganti bis.

1. Angkot Ponorogo kota – terminal Ponorogo

2. Bus Bumel/ekonomi Ponorogo – Madiun

3. Bus Bumel/ekonomi madiun – Solo

4. Bus patas Solo – Semarang

Bisa dibayangkan betapa capeknya perjalanan dengan gonta-ganti bus-bus bumel 😥 Yah..memang sarana transportasi di Jawa timur saat itu, khususnya didaerah Ponorogo-madiun kondisinya memang seperti itu. Bisa naik travel tapi jamnya sudah ditentukan, gak bisa seenaknya naik dan itupun harus keMadiun kota dulu. Waktu itu juga saya belum berpengalaman naik kereta api. Disaat saya siap-siap mau berangkat, ada “suara” yang membisikkan ditelinga kanan.. “berangkatnya nanti siang aja bro, habis jum’atan dan makan siang..” Namun ditelinga kiri “sesuatu yang lain” membisikkan.. ” Berangkat sekarang saja bleh..nanti malah kemaleman sampai semarang..” . dan mulai timbullah keraguan dihati.

Akhirnya saya mengikuti bisikan ditelinga kiri. Hai Jumat jam 11 siang menjelang waktu solat Jumat saya start dari Ponorogo. Setelah naik angkot dan sekali naik bus bumel, saya sampai di Madiun jam 12.30 (weleh..malah nggak jum’atan). Kemudian saya menunggu bus dihalte bus. Sial!! sekitar setengah jam saya menunggu, malah nggak ada bis yang lewat. oh..iya bus-bus surabayanan waktu itu ada Sumber Kencono, Eka, Mira, Restu dan satu lagi bus gurem namanya Dahlia Indah. Jam satu siang, mulai muncul bis-bis jurusan Solo – Yogya. Bis pertama lewat, bisnya bagus tapi penumpangnya penuh, saya nggak jadi naik. Bis kedua, ketiga dan seterusnya datang juga sama, penumpaknya penuh sesak. Saya masih belum naik, dalam hati menyesal.. “Kalau tau begini ..mendingan tadi jum’atan dulu.. “ . Kemudian datang lagi bis yang lain, bisnya penumpangnya kosong tapi bisnya jelek, saya batal naik.

Setelah satu jam dihalte dan belum dapat bis, akhirnya saya naik bis seadanya. Saya naik bis bumel nama bisnya Dahlia Indah. Menurut saya bus yang saya tumpangi termasuk bis “rombengan”, disamping bodinya sudah jelek dan banyak berkarat, joknya juga banyak yang robek. posisi tempat duduk 2-3. Dan kalau saya duduk, dengkul saya mentok kejok depan saya. Because badan sudah capek dan ngantuk, saya tertidur dengan posisi kepala menyandar pada jok depan. Cuaca panas, banyak pedagang asongan silih berganti masuk kedalam bis menawarkan dagangannya plus pengamen jalanan yang menyayikan lagu-lagu campur sarinan. Saya terjaga sejenak, lihat diluar kaca jendela, wah..baru sampe terminal ngawi…wis tidur lagi.

Bis tua bangka ini berjalan tersendat-sendat, sepertinya mesinnya ada yang nggak beres..namun bis tetep berjalan. Baru sekitar lima belas menit tertidur, tiba-tiba badan saya seperti ada yang menarik kebelakang beberapa saat, kepala saya yang tadinya menyandar dijok depan langsung terdorong kebelakang sampai badan pada posisi tegak dan kemudian badan seperti dilempar kedepan dengan cepat dan terdengar suara benturan keras “glodak!!” (ternyata bus menerem mendadak menghindari mobil box didepannya dan nggak nyampe, kemudian bus menabrak bagian belakang mobil box tersebut), hidung saya terbentur dengan keras kejok depan bagian atas. Semua penumpang panik, berebut keluar bus. Saya tertegun sejenak, dan mengucur darah segar dari hidung saya dan belepotan dimana-mana.

Saya seperti linglung belum sadar kalau saya mengalami kecelakaan naik bis , penumpamg ibu-ibu yang duduk dijok seberang kanan malah teriak-teriak.. “Mas..mas..itu hidungnya berdarah!!” sembari mengeluarkan tisu yang diberikan kepada saya. Saya turun dari bis sembari memegangi hidung saya dengan tisu, agar darah tak bercecer. Turun dari bus, semua penumpang melihat ke arah saya…wis kepala terasa pusing, badan lemes seperti mau pingsan. Saya segera masuk kedalam warung makan terdekat untuk membasuh hidung saya yang berdarah. Setelah itu saya raba hidung saya… Ya Allah, hidung saya jadi rata!!.. yang tadinya mancung, malah jadi mblesek.. muncul perasaan kalut..waduh!!..jangan-jangan gegar otak!! jangan-jangan tulang hidung saya remuk!! belum hilang rasa kalut, petugas polisi lalu lintas mencari-cari saya.. “mana tadi penumpang yang terluka?”. Kemudian petugas mengantar saya dengan mobil patroli polisi, mobilnya Kijang kotak yang didalamnya sudah nggak ada joknya.

Saya duduk ndlozor bersama seorang ibu2 berumur sekitar 40an yang juga terluka, bibirnya sobek!! dan seorang lagi kenek bus. Kami korban kecelakaan naik bis dibawa kerumah sakit didaerah kota ngawi. Saya langsung dibawa keIGD (Instalasi gawat darurat). Seorang dokter jaga hendak memberikan oksigen, namun saya menolak karena saya masih bisa bernafas normal. Setelah memeriksa sebentar, dokter keluar sebentar dan kembali membawa peralatan. dokter mengeluarkan alat semacam gunting namun ujungnya tumpul.. “mas..rilex saja, saya coba membetulkan posisi tulang rawan hidungnya”.. wis. saya pasrah..dokter memasukan alat tersebut kelubang hidung saya kemudian mengangkat keatas dengan cepat dan berbunyi “krek”. stelah hidung saya dibetulkan, saya bertanya kedokter “pak, apakah saya gagar otak?” dokter menjawab, kalau melihat kondisi fisik mas, sepertinya tidak terjadi gegar otak. Alhamdulillah saya masih diberi keselamatan,.. so dari pengalaman saya naik bis bumel nabrak, Lebih baik jangan bepergian menjelang solat Jumat,… kata orang tegal “ora ilok”, kalat orang Betawi “Pamali”.

 

Semoga berguna 😀

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.