mendaki jalan pegunungan berbatu koral bersama Honda scoopy

jalan pegunungan berbatu

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 Hari minggu tanggal 18 September saya riding mendaki jalan pegunungan berbatu koral bersama Honda scoopy. menuju kesebuah desa dipegunungan didaerah pedalaman Batang, jawa tengah menggunakan Honda scoopy. Desa tersebut bernama Desa Silurah terletak sekitar 25 Km dari kota Batang. tujuan saya riding kesana untuk menjemput pengasuh anak. yah ..karena sulitnya transportsi menuju desa tersebut, terpaksa saya jemput sendiri.

(Baca :Ternyata Sikupi memang cantik)

jalan pegunungan berbatu

Oh..iya..enam bulan yang lalu saya sudah pernah melewati jalan ini. pada waktu itu jalannya masih cukup layak untuk dilalui. Kenapa nggak pake motor batangan?? yah..karena sipengasuh anak sudah berumur. jadi akan kesulitan kalau mau mbonceng motor batangan. Namun ketika mau menapaki jalan tersebut terlintas sedikit keraguan dihati. Busjett!! jalanananya jalan pegunungan berbatu koral semua. dengan sudut kemiringan tanjakan dan turunan sekitar 45 derajat sampai 60 derajat. konsisinya hujan lagi. Wiss…sudah kepalang tanggung lanjut sajalah. Jalan pelan-pelan dengan kedua kaki tetap menapak ketanah untuk menjaga keseimbangan. Terasa ban belakang mengsal..mengsol. ngesot kekanan dan ngesot kekiri. weh sepeda motor penduduk desa sekitar sini pasti pada cepet rusak nih.

pengunci rem scoopy

untungnya Honda scoopy dilengkapi fitur pengunci tuas rem belakang. jadi saya bisa mengambil gambar ditengah-tengah tanjakan tanpa takut motor ngglundung kebawah. setelah sekitar 7 kilo berkendara dengan “goyang dombret” sampai juga diperbatasan desa silurah tersebut. masuk sekitar 3 kilo disambut situasi jalan yang sepi dan beraura mistis. kata penduduk setempat, dijalan tersebut yang ada batu besarnya, tingkat keangkerannya sangat gawat!!

jalan pegunungan berbatu

karena disitu ada penunggunya… (weh..bisa buat uji nyali untuk menambah pengalaman riding mistis lagi nih.. :mrgreen: ) saya berhenti sejenak untuk ambil photo..walau agak sedikit merinding… kemudian lanjut perjalanan sambil membunyikan klakson… permisi mbah…aku putumu mbah.. 😆

Namun segawat-gawatnya penunggu batu, masih lebih gawat pengemplang uang rakyat. lho apa hubungannya?? menurut penduduk desa. itu jalan harusnya sudah diperbaiki karena sudah dapat kucuran dana dari pemerintah daerah namun uangnya menguap entah kemana.

About yudibatang 2295 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor

26 Komentar

  1. Aku suka suasana yang seperti ini…sebetulnya digambar batu itu malah gak ada apa-apanya Mas…justru yang digambar terakhir itu ada “sesuatunya”…banyak lagi…hehehehe. tapi bener mas…yang perlu ditakuti adalah orang yang gemar makan uang rakyat…karena mereka jalan ini jadi keliatan seram….merekalah setan yang sesungguhnya….

    • Mungkin yang diitung sudut antara garis tegak lurus dan permukaan jalan itu kali bro.. tapi kalo ngitungnya dari garis datarnya jadinya 81 derajat kayaknya CMIIW 😀

  2. di petungkriyono,lebak barang ato kandangserang(ke 3 nya di pekalongan) banyak juga jalan model begituan,dgn sudut 45 derajat.an,ini fakta,bukan cuma omdo,kalo 19 derajat mah sambil merem jg bs,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.