Pengalaman waktu kecil, menjadi persyaratan ritual selamatan rumah

selamatan rumah
ilustrasi yudibatang kecil

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 ,.. Share pengalaman saya waktu masih kecil. Saya pernah menjadi persyaratan ritual selamatan rumah. Pengalaman ini terjadi diwaktu yudibatang masih kecil..sekitar tahun 1984, umur yudibatang sembilan tahun (kelas 3 SD). yudibatang tinggal disebuah desa kecamatan namanya Desa Balapulang, Kabupaten Tegal-Jawa Tengah. Semenjak umur 6 bulan, saya sudah ditinggal wafat ayah saya. Orang-orang pada waktu itu memanggil saya bocah yatim (anak yatim).

balapulang

Hari minggu jam tiga sore saya jalan sendirian disuruh ibu membeli minyak tanah diwarung dekat jalan raya. selagi berjalan pulang, saya disapa tetangga saya namanya Pak Tukha. Pekerjaannya perajin “perhiasan emas” dan istrinya, orang-orang memanggilanya “Yu Er” penjual makanan tradisional namanya samir (sejenis serabi). Rumah beliau terletak persis dipinggir jalan raya Balapulang (jalan raya Tegal-purwokerto). Sedangkan rumah saya masih masuk kegang sekitar 30 meter. (Dialog dalam bahasa Tegal alus dan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia 😀 )

Pak Tukha : “Yud, sing ngendi? ” (Yud, dari mana)
Yudi kecil : “Tumbas lenga tanah pak Tukha” (Beli minyak tanah pak Tukha)
Pak Tukha : “Koen gelem ora tak jak mlaku-mlaku nang Slawi?” (kamu mau nggak saya ajak jalan-jalan kekota Slawi?)
Yudi kecil : “Purun pakTukha, tapi kulo sanjang ibu rumihin nggeh?” (mau pak Tukha, tapi saya pamit ibu saya dulu ya?)
Pak Tukha : “ya wis, mengko mene maning ya?” (ya udah, nanti kesini lagi ya?)

Diajak pak Tukha tapi nggak tahu kalau mau ritual selamatan rumah.

saya bergegas pulang ingin segera lapor keibu. sampe dirumah, saya ijin keibu kalau saya mau diajak jalan-jalan kekota Slawi oleh PakTukha. Ibu saya mengijinkan dan menyuruh saya mandi dulu sembari menyiapkan baju yang layak. Setelah mandi dan ganti baju, saya segera menuju kerumah pak Tukha. Ternyata pakTukha sudah siap didepan rumahnya dan sudah menyiapkan mobil untuk kami (Mobilnya Mitsubishi colt jadoel).

Dalam perjalanan saya merasa senang sekali, maklum anak kampung bro. Jarang sekali jalan-jalan naik mobil pribadi. Jarak dari Desa saya ke Kota Slawi sekitar 12 km. singkat kata jam empat sore kami sampai tujuan. Sampai saat itu saya belum tahu mau diajak jalan-jalan kemana. seingat saya kami berhenti didaerah Slawi namanya “Singa”. Karena pada waktu itu ada bioskop yang bernama “singa”.

Gedung Bioskop SINGA JL. Jend. Sudirman Kabupaten Tegal (LS)

*poto bioskop singa yang kini mangkrak, sumber: begawantegal.blogspot.com

Setelah turun dari mobil saya diajak jalan oleh paktukha masuk kedalam gang. Sekitar 50 meter dari gang saya melihat banyak orang berkerumun seperti menunggu kedatangan seseorang (mereka sambil “longak-longok”). Ternyata mereka semua menunggu kedatangan saya (saya nggak tahu kenapa kok sangat ditunggu-tunggu dan diperlakukan bak seorang raja 😀 ) Terlihat orang-orang tersebut berkerumun disebuah rumah kuno yang cukup besar. Mereka sumua menggunakan sarung, kemeja dan kopiah.

pakTukha mempersilahkan saya masuk kedalam rumah besar itu. Disitu banyak makanan dan jajanan tradisional serta minuman teh manis. pak Tukha mempersilahkan saya duduk dan menyuruh saya menikmati makanan yang ada diruangan tengah rumah besar itu. Wah..senang sekali rasanya semua pandangan mata orang-orang disekitar rumah tertuju pada saya.

Selamatan rumah saya diminta mengambil dan menaruh pusaka

rumah kuno
*poto Ilustrasi

Setelah duduk, menikmati hidangan dan istirahat sejenak, pakTukha mulai berbicara kepada saya.
pak Tukha : “Yud, mengko koen mlaku ngintili pak Kiyai ya?” (Yud, nanti kamu ngikutin dibelakang pakKiyai ya?)
Yudi kecil : “Kulo gengken nopo paktukha?” (saya suruh ngapain pakTukha?)
pak Tukha : “koen manut pak kiyai bae, nang pinggir umah..mengko nang kono ana luang, terus koen buka kotak kayu sing nang pinggir luang, terus isine dijukut latane didokon nang luwang kuwe” (kamu ikut pak kiyai saja, disebelah rumah nanti disitu ada liang tanah, terus kamu buka kotak kayu yang dipinggir liang tanah, terus isinya kamu ambil dan diletakkan kedalam liang tanah)
yudi kecil : (sambil garuk-garuk kepala) “nggeh pak” (ya udah pak)
Selanjutnya saya berjalan dari dalam rumah menuju keluar mengikuti pakKiyai dari belakang. pak kiyai berjalan sambil membawa kotak kayu dengan kedua tangannya (sperti paskibraka membawa bendera) sambil membaca ayat-ayat Alqur’an. semua orang diluar dan disamping rumah yang memakai sarung dan kopyah juga membaca ayat-ayat Alqur’an.

keluar pintu depan pandangan saya tertuju pada sekelompok makhluk yang asing berwarna putih transparan. (mengingat-ingat sambil ngeri nih..) mereka berdiri dibelakang orang-orang bersarung dan jumlahnya banyak banget. Karena saya masih kecil jadi pandangan saya hanya sebatas dada orang dewasa. Saya berjalan tapi pandangan terus melihat makhluk-makhluk tersebut. Mungkin karena masih lugu, saya tidak menyadari apa yang saya lihat.

Melihat mahluk transparan saat prosesi Selamatan rumah

Sesampai disamping rumah, memang ada sebuah liang yang baru digali. Dimensinya sekitar 50×30 centi meter dengan kedalaman sekitar setengah meter. Orang-orang bersarung memberi ruang kepada saya membentuk setengah lingkaran agar saya bisa berdiri disamping liang. Ayat-ayat Alqur’an masih terdengar disekeliling saya. Kemudian pak kiyai jongkok sembari menyuruh saya untuk jongkok. posisi saya dan pakkiyai jongkok berhadapan diantara kotak kayu. Pak Kiyai memberikan sebuah tanda agar saya membuka kotak kayu tersbut. Pelan-pelan saya membuka kotak kayu tersebut. Setelah dibuka.. ternyata isinya “sesuatu benda” yang dibungkus kain putih..

keris

alas kotak dan samping dalam kotak dilapisi kain putih dan disekitar benda yang dibungkus itu banyak terdapat bunga-bunga. (yang paling saya ingat bunga melati, bunga mawar merah dan bunga untuk ziarah kubur). Baunya harum berbagai macam wangi bunga (Mungkin bunga tujuh rupa). pakkiyai memberikan tanda lagi agar saya mengangkat benda tersebut dan membuka kain pembungkusnya. Saya angkat benda tersebut dan saya buka pembungkusnya. Ternyata benda itu adalah sebuah keris. Saya benar-benar lupa bentuk kerisnya. Yang saya ingat hanya warnanya saja, coklat.

saya merasa biasa saja, tidak ada perasaan yang aneh. Pak Kiyai menyuruh saya menaruh keris tersebut kedalam liang. kemudin saya taruh pelan-pelan keris tersebut kedalam liang tanah. Setelah ditaruh, pak kiyai memberi tanda kepada orang-orang yang membawa cangkul untuk segera mengurug/menutup liang tersebut. setelah selesai diurug, saya kembali masuk kedalam rumah. Namun makhluk-makhluk transparan putih yang tadi terlihat, sudah tidak ada.

Selesai prosesi Selamatan rumah saya dapat uang dan makanan

Didalam rumah pakTukha terlihat senang dan sumringah serta mempersilahkan saya makan. weh..bener-bener kaya raja. Makannya kupat opor ayam yang diberi sambal goreng ati dan ada telur dan ayam gorengnya. Setelah acara selesai pakTukha memberi beberapa lembar uang kertas dan satu kantong plastik jajanan kesaya. (seingat saya jumlahnya empat ribu rupiah, kalo dikurskan sekarang sekitar seratus ribu rupiahlah )

DIGITAL CAMERA

kemudian paktukha mengantar saya pulang naik mobil yang tadi. dalam perjalanan pulang pakTukha berbicara kesaya:
PakTukha : “yud, suwun ya..wis ngrewangi nylameti umah” (yud, terima kasih ya sudah ikut membantu selamatan rumah)
Yudi kecil : “nggeh paktukha, bisane sing ngangkat keris kudu kulo sih pakTukha?” (ya pak tukha, mengapa yang ngangkat keris harus saya sih paktukha?)
Pak Tukha : “jarene pakKiyai sing bisa ngangkat keris mukur koen thok” (kata pakKiyai yang bisa ngangkat keris hanya kamu)
yudi kecil : “oh..kados niku” (Oh..begitu ya)

Sesampai diBalapulang, turun dari mobil saya salaman dengan paktukha. Saya segera lari pulang kerumah, nggak sabar ingin cerita kepada ibu. sesampai dirumah saya disambut ibu, setelah cium tangan, saya “wadul” (cerita) keibu saya apa yang baru saya alami. Dan uang pemberian dari paktukha saya berikan semuanya kepada ibu saya. Demikianlah pengalaman kisah nyata waktu kecil, menjadi persyaratan prosesi ritual selamatan rumah. 😀

Update : Barusan jam delapan pagi seorang teman SMA yang baru membaca cerita ini menelpon, menurut “orang tua” ritual selamatan rumah seperti diatas adalah ritual untuk menangkal ilmu hitam, santet, teluh dan lain-lain. dan mahluk putih transparan yang saya lihat adalah para malaikat (Wallahuallam). dan masih menurut beliau anak yatim yang dipilih adalaha anak yatim “khusus” dan selalu dilindungi para Malaikat… Alhamdulillah… 😀

 

About yudibatang 2210 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor

30 Komentar

  1. hebat bro, bakat dari kecil rupanya bs liat mahluk alus 😀

    biasanya yang bisa kayak gitu, emang khusus orang pilihan, cos namanya khodam kan jodoh2an 😀

    termasuk khodam parewangan dsb, jarene simbah google tapi… 😀

  2. pantas klo yg menyakiti anak yatim gak lama bakal “terbalaskan”…rupanya di lindungi malaikat serem jeee (rame banget lagi yg melindungi)…

    • sy kira itu adlh khodam…..mungkin khodam kepunyaan dr nenek moyangnya mz yudi..
      dari jihat bapak atau ibu…atau nenek..dan seterusnya….

      mz…..hmm…akur SD ku klas3 jaman taun tsb….
      …..DUNIA PENUH DGN MISTERI…

      • Sedikit nambahi dan meluruskan: :mrgreen:

        Mohon dikoreksi Bang Yudi, itu yg makhluk transparan yg Anda lihat yang jelas bukan “malaikat”, namun sebangsa “jin”. Karena apa? Karena malaikat itu tingkatannya lebih tinggi dari ‘cahaya’, dan setau Saia sesuai ilmu Agama Islam (entah hadist/keterangan mana Saia lupa) menjelaskan bahwa manusia manapun tidak akan dapat melihat ‘malaikat’, kecuali Rosululloh SAW (Nabi Muhammad). 🙂

        Sebagai gambaran penampakan jin tsb bisa jadi ‘jin muslim’ yg ikut melantunkan ayat Al-Quran atau bs jd jg ‘jin kafir’ yg merasa terganggu akan doa2 yg dibacakan.

        Nah untuk untuk jaman2 tahun segitu memang mistis sangat kental Bang, jarang2 jg orang2 yg tau ttg agama gk spti skrg, sudah banyak yg tau walau msh belum maksimal.
        Bang Yudi mjd org yg ‘terpilih’ karena memang Anda msh polos, buktinya Anda tidak takut bahkan cuek, dan juga belum punya tanggung jawab besar dan juga dosa besar, beda dgn orang dewasa (yg sudah khitan).

        CMIIW. :mrgreen: v

  3. nang daerah posong ya mas….
    mbiyen kancane aq akeh bocah posong….
    dadi kelingan nnt Casper karo kang masku n adiku nang singa….
    terakhir nang slawi singa wes katon singit…

  4. meh podo om pengalamane . . beda ne mbah ku kyai ne hihi. .
    aq ada banyak pengalaman ki om podo sampean. .
    suk mbek posting ne ya omm. .

  5. Colt station 1200? Mitsubishi ya mas? Lejent kui. Tak unduh nggih. Sering butuh buat acuan soale.
    Thx mas, sehat selalu tambah sukses n berkah

1 Trackback / Pingback

  1. Pengalaman riding dibikin bingung lelembut penunggu kuburan didesa kasepuhan Batang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.