pengalaman “ngawal” pick up di palak polisi diTegal Jawa tengah

di palak polisi diTegal

Yudibatang.com – Halo brother biker 😀 … Sudah lama nggak nulis artikel tentang polisi dipantura. Sebenarnya sebelum saya nulis artikel ini, saya sudah sering sekali melihat polisi yang memberhentikan mobil truk atau pick up yang melintas dipantura Cirebon – Batang. Namun waktu itu saya melihatnya sambil naik motor, jadi saya enggan berhenti hanya sekedar melihat dan memoto polisi-polisi tersebut. Nah.. kali ini saya baru mengalami dan merasakannya sendiri. waktu”ngawal” mobil pick up bawa kursi rotan di palak polisi diTegal Jawa tengah.

( Baca :Derita supir truk di tilang DLLAJ )

polisikorup2528damaiitu20ribu2529

Yups.. sekarang yudibatang buka usaha toko mebel rotan dinBatang. Setiap dua minggu sekali saya “belanja” dagangan kedaerah Cirebon-Jawa barat. Biasanya saya berangkat hari sabtu pagi dan kembali pulang keBatang jam 9 malam dari Cirebon. Biasanya saya kalau pas ngawal dagangan menggunakan truk, aman-aman saja jarang dihentikan oleh polisi. Nah… waktu itu saya dapatnya mobil pick up Daihatsu grand max. Mau nggak mau barang bawaan saya jadi agak sedikit tinggi (tapi nggak tinggi-tinggi amat sih) dan ditutup dengan kain terpal.

peta terminal dan pacific mall Tegal

Dua kali di palak polisi di Tegal

Berangkat dari Cirebon jam10 malam, oh..iya supirnya namanya pak Goni orang Cirebon. Perjalanan dari Cirebon hingga ke Brebes Jawa tengah lancar-lancar saja. Namun memasuki kota Tegal tepatnya sekitar seratus meter sebelum terminal Tegal, tiba-tiba pakGoni menghentikan mobilnya. Saya bertanya “ada apa pak?kok berhenti?”. pak Goni menjawab “ada polisi mas” sambil membuka dompet yang berisi surat-surat kendaraan dan diselipi uang dua puluh ribu.

11061766_871239569602579_8283737053556923116_n

*poto ilustrasi

Saya mencoba menengok kebelakang, ternyata polisi pake motor dinas tapi ketika wajahnya ngelongok dari sisi kanan supir dan melihat saya, langsung wajahnya disembunyikan. Entahlah saya nggak tahu. kemudian pak Goni turun dan menyerahkan surat-surat kendaraan plus uang dua puluh ribu. Kemudian kamipun melanjutkan perjalanan. saya penasaran dan bertanya lagi kepakGoni “pak Goni, tadi kayaknya pakPolisinya nggak meminta kita berhenti, kok pakGoni berhenti?”. PakGoni menjawab “ada kodenya mas kalau Polisi mau minta uang , tadi polisinya menyalakan lampu dim dimotornya”. saya menjawab “Ooo… bararti kalau polisi mau minta uang itu kodenya pake lampu dim ya?”“Iya mas” jawab pakGoni.

pos polisi pacific mall Tegal

Baru jalan sekitar lima kilometer, Mobil yang kami tumpangi kembali disetop polisi. Kali ini lokasinya di pos polisi Traffic light Mall Pacific, Tegal. Pak Gonipun turun sambil menyiapkan surat-surat kendaraan dan uang 20 ribu. Ternyata pak Goni kembali lagi dan meminjam uang saya sepuluh ribu lagi. Busyet dah!!! total pak Goni harus mengeluarkan uang 50 ribu untuk oknum polisi lalu lintas. Sesampainya diBatang, walaupun pakGoni tidak meminta uang ganti “mel” kepada saya, tapi saya tetap inisiatip mengganti uang yang dikeluarkan pak Goni untuk oknum Polisi. Hmmm… baru kali ini nih.. mengalami sendiri. Ini yang membuat “transportasion cost” meningkat… sial!!.

7 Komentar

    • Tidak bisa. La wong itu nanti juga buat setoran ke atas, terus ke atasnya lagi sampai ke pucuk pimpinan kok.

      Tapi biasanya polisi juga nggak berani kalau kita tidak ada kesalahan sama sekali.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.