Marquez memilih menggunakan Sasis lawas 2014, Indikasi R&D Honda perlu penyegaran??

Halo brother biker 😀 … Bagi penggemar Motogp tentu tahu Tim Repsol Honda adalah tim terbesar dan terkaya diMotogp. Didua musim terakhir (2013 dan 2014) Repsol Honda selalu meraih gelar Juara dunia. Namun ditahun 2015 ini peforma tim repsol Honda seperti kedodoran menghadapi tim Movistar Yamaha.

marquez tes chassis 2016

Dari sembilan seri yang sudah berjalan, Repsol Honda hanya meraih dua kemenangan sedangkan Movistar yamaha meraih tujuh kemenangan!! Pasca motogp sachsenring tim repsol Honda melakukan test selama dua hari.  mencoba Honda RC213V dengan kombinasi Sasis 2016 dengan mesin 2015 . .  dan akhirnya Marc Marquez memutuskan untuk tetap menggunakan Sasis 2014 di paruh musim kedua MotoGP 2015.

071015_motor_marquez_2.vadapt.620.high.0

Marquez : ” Sasis ini benar-benar baru, namun dengan spesifikasi mesin 2015. Kemungkinan besar digunakan pada akhir musim 2015. Dengan sasis baru saya memperoleh feeling yang positif dan Juga negatif. Sekarang kami harus mengecek semua data terutama bagian kelemahan. Jika kami mau menggunakan sasis ini ( sasis baru) maka kami harus melakukan beberapa perubahan. Namun untuk sementara saya masih akan menggunakan sasis (2014) yang telah saya gunakan di dua Race terakhir ( Assen dan sachsenring )  “

Menurut opini pribadi yudibatang, Marquez tetap memilih menggunakan chassis lawas tahun 2014 karena ada “sesuatu yang kurang” pada chassis baru tahun 2016. Motogp adalah gelaran tertinggi dan paling bergengsi didunia bagi pabrikan sepeda motor. maka orang-orang dalam tim R&D (Research and Development) harus memiliki “skill” dan pengetahuan serta pengalaman yang diatas rata-rata.

honda-rc213v-frame

Boss dan penonton tidak mau tahu bagaimana mereka melakukan penelitian dan tetek bengek…yang penting hasilnya!! Nah ditahun 2015 ini sepertinya hasil kerja tim R&D Repsol Honda mengalami anti klimaks dan perlu penyegaran. Setelah chassis baru tahun 2015 “dibuang” oleh Marquez, giliran chassis tahun 2016 ini Marquez juga enggan menggunakannya. Haruskah tim R&D Repsol melakukan penyegaran dengan merekrut talenta-talenta muda dan fress yang penuh dengan ide-ide cemerlang dan semangat yang baru??

 

Silahkan share pendapat anda 😀

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.