bertanya alamat ketika naik motor, ada etikanya

bertanya alamat

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 … Artikel ringan namun sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari- hari. Judul artikel diatas maksudnya begini. kalau pas kita sedang naik sepeda motor kesuatu daerah lain yang masih asing. dan ternyata kita bingung, nyasar serta belum ketemu juga tujuan kita. lalu kita harus menanyakan alamat kepada penduduk sekitar. Anda tidak boleh sembarangan naya alamat saat naik motor. semua ada etikanya atau ada sopan santunnya. begini etika yang baik bila akan bertanya alamat saat naik motor menurut yudibatang. :

(Baca : Etika Meminjam motor, sebelum dan sesudahnya )

irfan jombliz

1.Pinggirkan motor serta matikan mesin

2.Lepas helm bila anda menggunakan helm full face atau lepas masker anda bila menggunakan helm half face.

3.Awali pembicaraan dengan senyuman dan kata-kata yang sopan. contoh.. “permisi.. “, “Mau numpang tanya..”, dan lain lain.

4.Ucapkan terimakasih dan beri senyuman ketika orang yang ditanya selesai menjawab pertanyaan anda.

Jangan heran ketika anda sedang naik motor dan berhenti untuk bertanya alamat kepada seseorang di daerah yang asing tapi orang yang ditanya seperti tidak respon. Biasanya hal itu di sebabkan posisi mesin motor anda mesih menyala dan anda tidak membuka helm terlebih dahulu. Serta tidak ada kata kunci yang disebutkan. Misal kata Maaf, permisi dan lain-lain. Otomatis orang yang ditanya akan bereaksi acuh-tak acuh atau tetap menjawab tapi alamatnya disasarin.

Note : Cara bertanya alamat ini kurang efektif bila diterapkan dikota – kota besar seperti Jakarta.

About yudibatang 2295 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor

8 Komentar

  1. kalo helm fullface ya kudu dilepas dulu (agar suaara jelas dan yang jawab ga usah pakai suara keras). dan mesin juga kudu dimatikan (fungsinya hampir sama agar yang jawab ga capek2 sambil ninggikan suara).

    kalo posisi yang ditanya ada di pinggir jalan bukan sedang lagi duduk alias nyantai, maka ga apa kita tetap di motor.

  2. di jakarta juga efektif cara begitu, biasanya sih gak perlu matiin mesin, motor metik suaranya kan halus. kecuali motor sialan yang suaranya brang brong brang brong. helm half face cukup turunin masker aja gak perlu copotin helm. kalo helm full face memang harus dicopotin dulu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.