Persaudaraan klub motor/mobil , kendaraannya dijual persaudaraannyapun bubar

ikut klub motor

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 … Di Indonesia banyak sekali terdapat klub ataupun komunitas kendaraan roda dua dan roda empat. mulai dari klub kendaraan kelas “eprek-eprek” hingga klub kendaraan keluaran terbaru. Umumnya klub atau komunitas tersebut tergabung karena para anggotanya memiliki jenis kendaraan yang sama dan semerek. klub atau komunitas kendaraan ini biasanya akan melakukan kegiatan kopdar alias kopi darat. bisanya acara kopdar diadakan seminggu sekali, ada yang dua minggu sekali dan lain-lain. Selain kopdar juga ada acara touring, baksos, annyversary dan lain-lain. Karena itu membuat Persaudaraan klub motor dan mobil  akan terjalin.

Yudibatang sendiri dulu pernah ikutan salah satu klub sepeda motor di Batang Jawa tengah. Jadi sedikit banyak tahu tentang seluk beluk klub ataupun komunitas kendaraan bermotor. Kata yang sering digembar-gemborkan dalam klub atau komunitas kendaraan adalah “brotherhood”, “paseduluran”, “persaudaraan” dan lain-lain. Namun setelah diamati,  persaudaraan klub motor atau mobil ada batasannya. Walaupan ada kata Brotherhood no limit yang berarti Persaudaraan tiada batas. Yups.. intinya masalah ekonomi, seseorang bisa ikutan klub atau komunitas biasanya karena kondisi ekonominya cenderung sudah mendingan atau mapan. Makanya orang tersebut memiliki waktu, biaya dan tenaga untuk klub. namuuun ketika ekonomi goyang atau kebutuhan sudah mulai bertambah dan ujung-ujungnya kendaraannya dijual. persaudaraan dalam klubnyapun bubar.

touring biker pemula

Ada juga pemotor bergejil yang sok – sokan ikutan klub motor. Padahal makan dan uang masih minta orang tua. Yang odel begini masih labil dan cuman ikut – ikutan. Saat sudah berpisah dari orang tua dan harus mencari nafkah untuk keluarga, barulah cara berfikirnya akan berubah.

Bagaimana menurut anda?

*Artikel terkait

Baca : mau ikutan klub motor tapi harus diplonco dulu,.. nggak deh

About yudibatang 2519 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor

8 Komentar

  1. Berarti anggotanya masih mental tempe…prospeknya masih kurang berat dan kurang jauh, bisa dibilang kelas anak2 baik secara keanggotaan dan klubnya

    • Mas Bro Priyo, seandainya masbro ikut klub tapi suatu hari kerjaan maspriyo kena PHK, dan tdk ada pemasukan sama sekali dan terpaksa motor harus dijual untuk menutup kebutuhan, kondisi ekonomi maspriyo tidak menentu. pasti yg dipikirkan utama ya keluarga maspriyo (anak dan istri). masa iya buat makan aja susah masih mau ikutan klub yang menyita waktu, biaya dan tenaga. motornyapun sudah nggak ada. Beda cerita kalau maspriyo biaya hidupnya masih ditanggung orang tua 😀

  2. Begitulah kalau di klub motor/mobil yang ngumpul hanya karena kesamaan merk dan jenis apalagi kalau bikinnya buru2 beberapa saat setelah produknya dilaunching….jangan heran kalau ada yang join karena potensi bisnis di sesama anggota club tinggi, bila tujuan sudah tercapai ya sampai disitu saja.

1 Trackback / Pingback

  1. Keluarga lebih penting dibandingkan dengan klub atau komunitas |

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.