Pengalaman teman, menaklukan perempuan sombong dengan pelet media ludah

Yudibatang.com – Halo brother biker 😀 .. Artikel horor malam jumat kali ini agak berbeda,…mencoba menceritakan pengalaman teman yang berbau magis!! ilmu pelet tradisional!!.Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan negara kepulauan dan terdiri dari berbagai suku, dan tiap suku memiliki keaneka ragaman seni dan budaya. Kalau brother biker ingat pelajaran Bahasa Indonesia waktu SMP, ada pelajaran tentang puisi, syair dan “Mantera” ,… Nah..cerita horor sekarang ini ada bau-bau manteranya. Yups,.. pelet media ludah. Pengalaman teman yang kebetulan yudibatang ikut menyaksikan ini terjadi sekitar tahun 1995. Waktu itu saya bekerja disebuah pabrik mebel rotan di daerah suka resmi Cikarang. (Dekat Lippo Cikarang). Beberapa cerita horor di daerah Desa suka resmi ini pernah juga saya tulis salah satunya dibawah ini.

(baca :Pengalaman dicegat kuntilanak penunggu kuburan di desa suka resmi)

Okay,..lanjut. Pabrik rotan ini termasuk besar, karyawannya banyak. waktu itu saya sudah bekerja dipabrik tersebut sekitar 1 tahunan. Karyawan yang bekerja dipabrik tersebut mendapat fasilitas kontrakan petak beserta kasur dan bantal. Nah,.. saya tinggal bersama dua karyawan asal dari daerah Salatiga pedalaman (jawa tengah). Yang saya ingat namanya hanya satu saja,..beliau bernama wahid. Saat itu Wahid sudah berumur sekitar 25tahun tapi masih bujangan,orangnya ramah dan ibadahnya rajin. sedangkan saya masih bergejil alias usia belasan. Kontrakan tempat kami tinggal hanya sebuah kamar ukuran 3x3m. Dan banyak berjejer sekitar ada 20 kamar (berhadap-hadapan 10 kamar). Orang yang mengontrak disitu juga dari berbagai daerah, ada pria dan wanita serta bekerja diberbagai perusahaan. karena wilayah kontrakan dekat dengan kawasan industri. Oh,..iya kebanyakan orang yang ngontrak statusnya masih pada single alias pada belum kawin.

Nah,..suatu hari ada penghuni baru yang mengontrak didekat kontrakan kami. Seorang perempuan berumur sekitar 23an yang lumayan cantik untuk ukuran seorang karyawan pabrik. Namun perempuan tersebut jarang keluar kontrakan dan bergaul dengan sesama penghuni yang lain. Suatu pagi ketika saya dan wahid hendak berangkat bekerja (saya jalan dikiri dan wahid sebelah kanan). Kami berpapasan dengan perempuan penghuni baru. Saya hanya diam namun Wahid mencoba beramah tamah dengan menyapa perempuan tersebut. “Baru pulang mbak” sapa Wahid. Ternyata ,… diluar dugaan perempuan tersebut tidak menjawab sapaan wahid namun malah meludah didepan wahid!

ilustrasi kontrakan

Saya lihat ekspresi wajah wahid seperti sangat kesal,.. kami berdua berhenti dan Wahid terus memandangi perempuan yang meludahinya. Ketika siperempuan sudah masuk kedalam kontrakan saya melihat Wahid melakukan gerakan aneh!! Wahid terlihat mencari sesuatu,… ternyata mencari kantong plastik bekas. Saya amati terus,..ternyata ludah perempuan yang masih ada ditanah diambil oleh wahid dengan menggunakan kantong plastik. Ludah campur tanah berhasil dibungkus kantong plastik. Belum terjawab rasa penasaran saya, Wahid ngomong sendiri pake bahasa jawa .. “Wong wedok kok sombonge puol,..disapa apik-apik malah ngidohi. titenono kowe “ translate “perempuan kok sombong sekali, disapa baik-baik malah ngeludahi,.. tunggu pembalasanku”. Saya bertanya kepada Wahid tentang maskud mengantungi tanah dan ludah tersebut. Wahid malah bilang kamu nggak usah ikut-ikutan masih kecil. sem! guman saya dalam hati.

Singkat kata kami berangkat kerja dan bekerja seperti biasa. Namun saat pulang kerja, saya tidak ketemu Wahid jadi saya pulang sendiri. Sehabis maghrib Wahid baru datang ke kontrakan dan saat saya tanya habis dari mana, wahid hanya menjawab maen. Sehabis isa kami makan bersama karena wahid suka memasak. Karena kecapean seharian bekerja saya ketiduran. Saat tengah malam saya terjaga karena mendengar ada suara orang sedang memasak. Pelan-pelan saya melihat kedapur,… ternyata wahid sedang menggoreng sesuatu. Saya berdiri dibelakang wahid tapi wahid terlihat sangat konsentrasi hingga tak sadar kalau ada saya dibelakangnya. Saya amati ternyata Wahid menggoreng tanah! yups,.. tanah campur ludah yang diambilnya tadi pagi. Namun menggorengnya tidak menggunakan minyak goreng. Terlihat disamping kompor wahid sudah menaruh kain putih selebar mungkin 20x20cm.

Kemudian tanah yang sudah digoreng ditaruh diatas kain putih. Dan wahid seperti membaca sebuah mantera,… bahasanya tidak begitu jelas bagi saya. Yang saya ingat ada kata “sijabang bayine,…”. Kemudian setelah mantera dibaca, tanah yang sudah digoreng digulung dan diikat dengan kain putih. Wahid masih belum sadar kalau saya ada dibelakangnya. Dan sayapun pelan-pelan kembali kekasur dan pura-pura tidur. Saat pagi tiba, wahid bilang kepada saya kalau nanti sepulang kerja mau maen kesodaranya di bekasi dan wahid akan menginap.

Saat pulang kerja, saya kaget ketika sampai didepan kontrakan. Perempuan yang kemarin meludahi wahid sudah duduk didepan kontrakan dan menanyakan kepada saya dimana Wahid. Saya bilang lagi kebekasi, siperempuan itu seperti pengin ketemu banget dengan Wahid. Dia bilang kangen pengin ketemu wahid. Saya kaget sekali, ini perempuan kenapa. kemarin sombong sekali sekarang bilang kangen. Saya bilang tunggu saja besok, wahid menginap dibekasi. Ternyata perempuan ini seperti tergila-gila pada wahid. setiap lima menit sekali datang kekaontrakan saya dan menanyakan wahid. Asem!! saya jadi nggak bisa tidur karena pintu kamar bolak-balik diketok terus. Tahun segitu belum ada telpon seluler bro,.. adanya telpon rumah. jadi saya nggak bisa menghubungi wahid. Tetangga kontrakan mulai pada curiga dengan tingkah polah siperempuan tersebut. Nggak mau jadi korban salah sasaran, sayapun pergi mengungsi dikamar kontrakan teman.

keesokan pagi saya kembali kekontrakan saya karena harus mandi dan ganti baju sebelum kerja. Ternyata Wahid sudah ada didepan keontrakan dan seperti sedang diskusi dengan beberapa orang. Ternyata perempuan yang tergila-gila pada wahid sengaja di pelet dengan menggunakan media ludah. Dan ada kerabat perempuan tersebut yang mengetahui dan meminta kepada Wahid untuk melepas pengaruh majik pada perempuan tersebut. Untungnya wahid bukan orang yang nakal, tujuannya memelet perempuan tersebut hanyanuntuk memberi pelajaran. Setelah pengaruh pelet hilang, siperempuan diantar kerabatnya mendatangi wahid untuk meminta maaf. Hiii,…

 

10 Komentar

  1. sem, fotonya yg bawah bikin kaget !!!,
    mbah knp tmn nya tdak dikasih nama “bunga” saja, gmn kalau tau apa gak tersinggung nnti, sekedar opini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.