pengalaman kecelakaan bis gara-gara kuwalat membohongi ibu

kuwalat membohongi ibu
yudibatang dan ibunda

Yudibatang.com – Halo brother biker 😀 ,.. Artikel pengalaman pribadi yang terjadi sekitar 23 tahun yang lalu dan selalu saya ingat seumur hidup. Sebenarnya ini pengalaman yang tidak baik, tapi rasanya perlu saya share kepada para pembaca agar para pembaca jangan ikut-ikutan karena efeknya sangat memedenkan (mengerikan). Yups,.. pengalaman kecelakaan bis gara-gara kuwalat membohongi ibu.

( Baca : Ibu adalah keramat hidup, Selagi masih ada bahagiakanlah ibumu)

( Baca :Alat temuan pertama yudibatang, mixer pegangan adonan roti)

Sejenak kita melambungkan angan kembali kemasa kecil, dimana kita di rawat, dididik dengan penuh kasih sayang oleh Ibu kita. Bayangkan 9 bulan kita berada dalam kandungannya ,..gratis ora mbayar. Dilahirkan ke dunia oleh ibu kita dengan penuh perjuangan dan taruhan nyawa. Serta dirawat dan dibesarkan penuh dengan kasih sayang oleh ibu kita. Ndang balio bagi para brother biker yang diperantauan dan ibunya masih ada. Dan menangislah serta kirimkan doa bagi kalian yang belum sempat membahagiakan ibu kalian tapi terlanjur sudah dipanggil oleh yang kuasa. Cerita begini,..

yudibatang bersama teman-teman SMA N1 Slawi

Saat itu sekitar tahun 1995 saya bekerja di sebuah pabrik mebel rotan di daerah Cikarang Jawa barat. Waktu itu saya masih remaja atau masih “bergejil”. Hari kerja ditempat kerja saya dari senin hingg sabtu setengah hari. Biasanya sebulan sekali saya pulang ke kampung halaman di desa Balapulang Tegal- Jawa tengah. Pulang dihari sabtu jam 2 an dan balik lagi ke cikarang hari minggu malam. Tujuan pulang tentu melepas kangen sama ibu, maklumlah saya anak bungsu he,..he… Nah,..suatu hari saya pulang ke Balapulang dihari Sabtu malam namun keesokan harinya di Minggu pagi saya pemitan kepada ibu kalau saya mau balik ke Cikarang. Ibu saya terheran-heran sambil bertanya  dalam bahasa Tegal

Ibu : “tumben temen yud, tembe teka mau bengi koh,..esuk pan balik maning? balike mengko bengi bae oh,.” translate: “Tumben Yud,..baru datang tadi malam kok pagi-pagi mau balik lagi ? Pulangnya nanti malam saja”. Saya menjawab

Yudibatang : “Iya bu, nyong kesusu soale ana pegawean sing kudu dilembur” translate: ” Iya bu,..saya terburu-buru, soalnya ada pekerjaan yang harus saya lembur”.

Kuwalat membohongi ibu

Saat itu saya belum tahu kalau bisa kuwalat membohongi ibu. Yups,..sebenarnya saya tidak terburu-buru dan tidak ada lembur. Saya membohongi ibu karena mau maen kerumah calon gebetan,..he..he… Sayapun pamitan kepada ibu, ibu saya sudah menyiapkan oleh-oleh yang ditaruh didalam kardus tapi saya tolak dengan alasan repot. (Kalau ingat kejadian itu saya sangat menyesal sekali). Jam sembilan pagi saya keluar dari rumah dan naik angkot ke sebuah kota tempat calon gebetan. Jam sepuluh saya sampai dirumah calon gebetan daaan,… ternyata orang yang saya tuju tidak dirumah alias sedang keluar. Habis itu saya kebingungan, mau balik ke Balapulang tapi sudah pamit sama ibu, mau pulang kecikarang tapi masih terlalu pagi.

Lalu saya menuju terminal Bis Tegal dan duduk-duduk diterminal. Satu jam berlalu, saya putuskan naik bis kembali keCikarang. Saya ingat sekali nama bisnya Kramat Jati. Bis Ekonomi non AC tempat duduk 2-3. Saya kebagian tempat duduk dibelakang pojok kanan samping jendela kaca. Oh,.. iya tahun 90an jalan pantura menuju jakarta masih dua arah (satu jalan digunakan untuk kendaraaan dari dua arah yang berlawanan). Bis berangkat sekitar jam 12 siang,… sampai didaerah saya Subang – Jawa Barat, saya mengantuk lalu saya tutup kaca jendela dengan kain korden dan saya tidur. Mata baru mau terpejam tiba-tiba saya merasa laju bus sperti tidak stabil dan limbung,… lalu saya merasakan benturan dibodi bis tepat disamping saya,…. “duarrr!!!..”… pyarrr!!!.

Ya Allah,.. ternyata bodi bis bagian belakang kanan berbenturan dengan besi bak dam truk!! Bus yang saya tumpangi mendahului kendaraan didepannya tapi dari arah berlawanan ada dam truk yang melaju kencang juga. jaraknya tidak cukup, budi bis sudah masuk 3/4 tapi bagian belakang berbenturan dengan bak besi dam truk. Saya teringat sekali ketika terjadi benturan, kaca bis langsung pecah dan pecahan kaca berhamburan kedalam kabin. Beruntung saya menutup kaca dengan korden, jadi saya tidak terluka. Sementara penumpang yang duduk tepat didepan saya tidak menutup kaca dengan korden, sebagian wajahnya terluka kena pecahan kaca. Bus langsung menepi dan berhenti, kru bis memeriksa kondisi penumpang.

ibu
ibu

Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, saya selamat tidak terluka tapi badan saya lemes dan pucat. Saya langsung teringat ibu dirumah,… dan berkata dalam hati ,.. “ini gara-gara kuwalat membohongi ibu.” Bis kembali melanjutkan perjalanan dengan kondisi kaca belakang pecah. sekitar satu kiloan, bis mampir kesebuah rumah makan dan kru bus sementara memperbaiki kaca bus dengan dikasih bambu sebgai frame pengganti dan diberi plastik bening. Bis sampai di Cikarang jam 8 malam alias terlambat. Semenjak kejadian itu, saya tidak berani lagi membohongi ibu, pokoknya apa yang dikatakan ibu, ikutin saja,… apalagi kalau ibu kita seorang yang ahli ibadah,… ucapannya kaya wali bro,.. memedenkan. Semoga berguna 😀

 

11 Komentar

  1. Mas Yud, temen SMA cewek cantik di tengah yg bajunya agak cerah duduk dibelakang mas gondrong itu siapa mas? Haha
    Kok cantik yaa. Tp mesti udah tua. Haha

  2. tempat duduk belakang kanan memang paling beresiko.pernah pengalaman naik sumber kencono kejadian persis sama dgn ini,penumpang yg duduk di posisi sama kaya om yudi meninggal.
    hindari posisi itu

  3. Balas dong Mas Yud, di foto itu ada temen SMA cewek cantik di tengah yg bajunya agak cerah duduk dibelakang mas yg jongkok di tengah bawah itu siapa mas?

    Bales lah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.