Pengalaman uwak, lagi tirakat bertemu hantu gayung dan kuda nil!

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 ,.. Malam jumat waktunya artikel horor bin seram,…aaauuuu… Cerita horor malam jumat ini tentang pengalaman uwak, lagi tirakat bertemu hantu gayung dan kuda nil. Oh,… Iya Cerita Uwak Yudibatang yang bernama Almarhum Uwak Ali ini sudah beberapa kali yudibatang tulis diblog ini.

(Baca :Pengalaman uwak, dihadang kuntilanak penunggu perempatan angker desa balapulang wetan)

Okay,…langsung saja. Cerita horor Uwak ali yang bertemu hantu gayung dan kuda nil ini terjadi sekitar tahun 60an. Kejadiannya di Desa Balapulang Kulon kabupaten Tegal. Tahun 60an suasana desa balapulang masih sangat sepi dan penduduknya juga relatif masih sedikit. Belum ada listrik, untuk penerangan dimalam hari biasanya penduduk mengandalkan lampu “ceplik” atau lampu teplok ataun lampu minyak. Untuk penduduk yang ekonominya agak lumayan sudah menggunakan petromak. Saat itu Uwak Ali masih hidup sendiri alias bujangan. Sekedar gambaran, Uwak ali muda tampangnya ganteng dan memiliki postur tinggi besar dan berkulit sawo matang. Uwak Ali juga orangnya rajin ibadah.

poto ilustrasi

Lanjut,.. suatu hari Uwak Ali sedang naksir dengan seorang gadis desa yang memiliki paras cantik nan menawan. Gadis desa itupun sebenarnya naksir kepada uwak Ali. Entah gimana ceritanya, si gadis ini jadi benci sekali dengan uwak Ali. Padahal uwak Ali tidak melakukan hal-hal yang negatif. Uwak Ali berfikir mungkin ada “pengaruh jahat” yang hinggap di gadis itu dan menyebabkan rasa benci yang sangat amat kepada wak Ali. Konon jaman dulu kalau ada gadis cantik nan menawan akan ada banyak pemuda yang mendekatinya dan kadang ada yang main black majik segala.

Tirakat bertemu hantu gayung

Kemudian uwak Ali melakukan tirakat dengan cara puasa disiang hari dan malam harinya berdzikir selama tujuh hari tujuh malam berturut-turut. Disiang hari wak Ali tetap beraktifitas seperti biasan sambil tirakat tapi dimalam hari wak Ali lebih banyak berada di Mushola. Mushola letaknya di gang Mangga Balapulang Kulon. Tirakat Uwak Ali ini sebagai ikhtiar kepada yang maha kuasa agar pengaruh jahat pada sigadis itu hilang. Hari pertama hingga hari keenam, Uwak Ali sukses menyelesaikan puasa dan dzikirnya. nah,.. pada hari ketujuh atau hari terakhir tirakat uwak Ali menemui godaan yang hampir menggagalkan tirakatnya.

poto ilustrasi

Dimalam terakhir wak Ali tirakat, wak Ali mulai menemui kejadian aneh. Oh,..iya gambaran mushola jaman dulu atau lebih pas disebut surau bangunanya kecil. Mungkin sekitar 6×4 meter. dan disamping mushola terdapat kamar mandi sekaligus buat ambil air wudu. dan disamping kamar mandi terdapat Sumur timba atau sumur kerek. Karena jaman segitu belum ada pompa air, warga yang mau solat bergantian menimba air dari sumur dan dimasukkan kedalam bak mandi yang ukurannya cukup besar. Dan kebetulan dimusola tersebut tidak terdapat padasan atau semacam gentong yang ada pancurannya. Orang yang mau mandi atau mau ambil air wudu menggunakan gayung yang terbuat dari batok kelapa dibelah dan diberi pegangan kayu.

Sekitar tengah malam , wak Ali hendak melakukan sholat malam. Wak Ali berjalan menuju kesamping mushola untuk mengambil air wudu. Suasana sangat sepi sekali, gelap dan di musola hanya diterangi remang cahaya lampu minyak. Saat itu kalau malam hari masih terdengar suara-suara hewan-hewan malam seperti jangkrik, burung malam dan lain-lain. “krik..krik..krik… kuuuk,…kuuuk… ” pokoknya suasananya bikin ciut nyali untuk orang jaman sekarang ini.

poto ilustrasi

memukul hantu gayung

Wak Ali berjalan sambil memegang lampu minyak. Masuk kedalam kamar mandi, ternyata air dibak mandi tinggal setengah. Wak ali meletakan lampu minyak dibibir bak mandi kemudian mulai menimba air disumur. Wak Ali melepas ember yang diikat tali karet ban kedalam sumur. Setelah dirasa ember sudah masuk kedalam air, Wak Ali mulai menarik tali karet pembawa ember keatas. namun ,.. wak Ali merasa ember yang didalam sumur itu berat sekali.

Wak ali merasa ada sesuatu yang membuat ember menjadi berat. Pelan-pelan wak ali berusaha sekuat tenaga menarik ember. Namun tetap terasa berat. Kemudian wak ali berkata sendiri “Kowen aja ngganggu enyong, diuculna!.. kepret sisan!” translate : “kamu jangan ganggu saya, lepaskan! tak tempeleng kamu!”. Aneh! beban diember jadi ringan. Setelah ember berhasil diangkat keluar, ternyata ada gayung dari tempurung kelapa yang nyangkut diember.

poto ilustrasi hantu gayung batok kelapa

Wak Ali mengambil gayung dan menaruh dibibir kolam. Wak Ali lanjut menimba air sumur hingga bak kolam terisi penuh. Setelah selesai menimba air, wak ali hendak mengambil air wudu dengan cara mengambil air dari kolam menggunakan gayung batok kelapa. Saat wak Ali mau memegang gagang gayung, tiba-tiba gayung berpindah sendiri! wak Ali coba menangkap gayung tersebut namun gayung berpindah lebih jauh. gayung batok kelapa bisa bergerak melompat sendiri. Sadar yang dihadapi gayung berhantu, wak Ali memukul gayung tersebut hingga pecah berantakan. Prakkk!!

Wak ali kembali berkata sendiri,… “yen wani, maju mene! aja umpet-umpetan!” Translate “kalau berani maju sini! jangan sembunyi-sembunyi!” . Namun tak ada jawaban terdengar,.. Wak Ali hanya merasakan angin berhembus keras melewati wajahnya. Hiii… namun wak Ali tidak merasa takut. Akhirnya wak Ali mengambil air wudu dengan cara langsung memasukan tangannya kedalam bak air.

setelah hantu gayung ,muncul hantu kuda nil

Setelah selesai mengambil air wudu, Wak ali kembali masuk kedalam mushola dan mengerjakan sholat malam. Selesai sholat, wak Ali melakukan dzikir. Saat selesai dzikir, mata wak Ali mulai terasa mengantuk. katanya salah satu sarat tirakat ini tidak boleh tertidur diwaktu malam. Untuk mengusir rasa kantuk, wak ali berjalan sendiri menyusuri kegelapan malam menuju sungai. lebar sungai sekitar dua meteran dan ada jembatan kecil yang terbuat dari kayu jati diatasnya.

ditawan kalong wewe

Saat berada diatas jembatan, wak ali mendengar seperti suara percikan air yang keras didalam disungai.  padahal kondisi sungai saat itu alirannya sedang tenang. Wak Ali mengamati sesuatu yang kecupak-kecupak didalam sungai. sediki demi sedikit mulai terlihat nahluk muncul kepermukaan. Lho! Kuda Nil!! menurut wak Ali mahluk aneh tersebut bentuknya mirip kuda nil badannya sebesar kerbau. namun dimulutnya terdapat dua taring diatas dan dua taring dibawah!

Wak Ali tetap berdiri diatas jembatan tidak bergeser sedikitpun. Wak Ali sudah siap menghadapi segala resiko melaksanakan tirakat ini. Mahluk aneh tersebut muncul kepermukaan dan keluar dari sungai. Posisi mahluk sudah dipinggir sungai dan menatap wak Ali. Mahluk itu berlari menuju ke arah wak Ali. Mak prekiiittiiikk!! sempat sedikit aga ragu dan hampir berlari meninggalkan mahluk itu. Uwak Ali pasrah tetap berdiri.

genderuwo pantura
gendruwo ilustrasi

Hantu kuda Nil lebih serem dari hantu gayung

Simahluk sudah berada didepan Uwak Ali dan berhenti. Suaranya seperti monster! dengus nafas mahluk itu terdengar keras bikin merinding bulu kuduk. yang lebih seram mulutnya menganga siap menerkam wak Ali. Sambil membaca-baca do’a didalam hati, wak Ali berucap kepada mahluk tersebut. “Hai Kisanak, monggoh yen kowen pan mangan aku,.. tapi sarate siji. Aja nganti ana getih netes nang lemah” translate : ‘Hai Kisanak, silahkan kalau kamu mau memakan saya,.. tapi dengan satu syarat. jangan ada darah yang menetes ditanah.”

Wak Ali berusaha kuat menatap mata mahluk itu. mahluk itu yang tadinya matanya yang merah membara menatap wak ali, berangsur-angsur meredup dan membalikan badan meninggalkan wak Ali. Mahluk itu kembali masuk kedalam sungai dan menghilang. Wak ali kembali berjalan menuju Mushola. Waktu sudah memasuki waktu sholat subuh. wak Ali membunyikan kentongan dan mengumandangkan adzan subuh.

Singat cerita wak Ali berhasil sukses melaksanakan tirakatnya melalui ujian-ujian horor yang seram. Keesokan harinya Si Gadis cantik datang menemui wak Ali dan meminta maaf dengan sikapnya yang membenci wak Ali. Wak Ali memafkan sigadis tersebut namun wak Ali enggan melanjutkan hubungan dengan gadis tersebut. Karena wak ali sadar, gadis tersebut terlalu cantik dan terlalu baik baginya.

About yudibatang 2123 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.