ketika pemotor bergejil minta tolong dinetralin gigi motornya

pemotor bergejil
Bro Susilo pakar Motuba

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 ,.. orang yang pertama kali mempopulerkan kata bergejil adalah Mbah Sus alias Mbah Susilo Pandoyo. Mbah sus ini orang asli Semarang namun sudah lama tinggal di Jakarta. Mbah Sus pernah cerita, Beliau memiliki sepeda motor bebek Suzuki Shogun lawas dirumahnya. Dan motor tua bangka itu kesehariannya hanya diparkir diluar rumah, namun sudah diberi semacam kunci rahasia. Mbah Sus ini berusia sekitar lima puluh tahunan.

(Baca :Keuntungan memiliki dan mengendarai motor tua bangka )

Biker pengalaman
yudibatang ditolong mbah Susilo saat keleleran dijakarta jam 12 malam

Nah,..suatu hari ada anak remaja yang main kerumah mbah Sus. Anak remaja ini juga pengguna motor suzuki shogun. Namun si anak remaja ini kurang memiliki sopan santun karena kalau memanggil mbah Sus dengan sebutan Bro. Dan mbah Sus berkata ” Jil,.. bergejil kowe iki umure kacek adoh karo aku,.. ojo ngundang wong tua nganggo bra bre bra bro,.. dussnan!” Translate : “Jil,.. Bergejil ,.. kamu itu umurnya selisihnya jauh dengan saya. Jangan panggil orang tua dengan sebutan bro,.. Kambing luh!” he..he..

Semenjak itu kata bergejil mulai populer di grup facebook Motuba alias mobil tua bangka. Lalu admin motuba membuat grup kusus penyuka motor bekas dengan nama Bekakas alias bergejil penyuka motor bekas,..wkwkwkw..

Pemotor bergejil

Kembali pada cerita,.. ketika pemotor bergejil meminta tolong di netralin gigi motornya. Pemotor bergejil umumnya masih berumur belasan tahun. pengalaman dan pengetahuan tentang seluk-beluk sepeda motor masih sangat sediiiiikiiit sekaleeee. Hal ini pernah saya alami sendiri didepan rumah. Saat itu sehabis solat maghrib saya hendak kewarung untuk membeli rokok. dipinggir jalan terlihat seorang remaja alias bergejil diatas motor Honda Megapro lampu bulet yang sedang berhenti tapi mesin motornya masih hidup dan gasnya di blayer-blayer.

alay

Seolah-olah sibergejil ini lagi ingin pemer… “Nih..gua nih!! Lagi ngeset motor!!…” brruumm..bruumm…”Saya melintas dengan cuek saja. Namun, ketika saya sampai diwarung, terdengar mesin motornya “mblebeque” dan mesinnya mati. sesaat kemudian terdengar suara motor yang diengkol tapi mesinnya nggak bisa hidup. Terdengar suara engkolan dan mesin motornyanya…“dijeglug aja gelem…jleg..jleg.. dijeglug aja gelem..jleg,..jleg”.

Selesai beli rokok, saya berjalan pulang. saya perhatikan, motornya nggak mau hidep karena posisi transmisi masih masuk gigi atau belum netral dan saat motor diengkol motor seperti mau loncat. Tapi saya cuek saja pura-pura tidak tahu. Ketika saya berjalan tepat disamping si bergejil dan motornya, si bergejil memanggil saya dengan sopan… “Pak..nyuwun tulung, saget netralke gigi motor??” translate “Pak…minta tolong, bisa menetralkan gigi motor ini??” saya jawab “kene le, tak cobane” translate“Sini nak, saya coba dulu”. Karena saat itu sehari-hari tunggangan saya motor batangan, ya mudah saja buat netralin gigi motor. Lalu sekalian saya engkolin motornya hingga mesinnya menyala.

“Iki le, motore wis murup…sesuk meneh nek durung lancar numpak montor ojo gagahan” Translate “Ini nak, motornya sudah nyala, besok lagi kalau belum lancar naik motor jangan belagu” Si bergejil menjawab sambil malu-malu “Nggih pak, nyuwun ngapenten pak” translate “ya pak, mohon maaf pak”. Dari pengalaman ini, kebanyakan pemotor bergejil cuman bisa muntir gas doang dan pengetahuan tentang tehnis sepeda motornya bisa dikatakan nol.

About yudibatang 2159 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor

2 Komentar

  1. coba di pasar induk kramat jati, tahun segitu tuh motor Shogun diangkat ke mobil bak pasar tetep dicolong walau diakal transmisine, rantaine di tinggal wkwkwk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.