Pengalaman diteroror hantu penunggu arca tua

hantu penunggu arca

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 ,.. malam juamat waktunya artikel horor. Artikel horor kali ini menceritakan pengalaman seorang teman yang berasal dari Sleman Yogyakarta. Beliau bernama Mbah Mono. Mbah Mono bersama temannya yang bernama tarno pernah diteror hantu penunggu arca tua.

(Baca : Pengalaman seram supir mobil rental diteror kuntilanak penunggu jembatan pungangan pandansari – batang)

Pengalaman horor ini terjadi sekitar tahun 1996 saat Mono dan tarno waktu masih sekolah dulu mbah. Ceritanya waktu itu pas liburan kuliah, Mono berkunjung ke rumah temannya yang tinggal di daerah Sambirejo, Prambanan, Sleman, DIY. Waktu itu lagi booming cari bakalan tanaman Bonsai dan kebetulan di daerah itu banyak.

Nah, awalnya Mono dan Tarno mencari bahan bonsai di sekitar kampung. Tapi sepertinya tanaman bahan bonsai sudah habis diambil orang. Karena kurang puas, Tarno mengajak Mono naik ke sekitar Candi Ijo. Waktu itu suasananya belum rame seperti sekarang. kebanyakan yang berkunjung ke Candi ijo adalah mahasiswa Arkeologi atau peneliti. Suasananya angker mbah, meskipun di siang hari. Hawanya sejuk tapi rasanya gimana gitu.

Mono, tarno dan dua temannya lagi naik keatas bukit dan pandangan mata selalu tertuju ke pepohonan. siapa tahu dapat bahan tanaman bonsai. Sampe akhirnya mereka berempat ketemu dengan Arca. Entah kenapa perasaan Mono jadi nggak karuan. Di tahun 1996 belum ada hp yang dilengkapi kamera, jadi foto diambil nyomot dari pesbuk.

Akhirnya, salah satu teman Mono yang bernama tarno mendapatkan bahan tanaman bonsai. bakalan pohon Kemuning. Sepertinya cocok dibuat bonsai dengan gaya tegak. Jam tiga sore mereka berempat pulang dan bakalan bonsai itu sukses diambil dan siap dibawa pulang. Oh,..iya Tarno adalah orang Pekalongan. Tarno merasa yakin kalo bonsai itu bisa dicetaknya. Singkat cerita kita pulang jam setengah empat begitu bonsai bisa dibawa turun.

diteroror hantu penunggu arca tua

Sampei di kost, malam itu juga si Tarno tidur nyenyak setelah menaruh bakalan bonsai ke dalam pot. Hari kedua mulai timbul masalah. Tiap malam sebelum tidur, kamar kost si Tarno sering diketuk pintunya oleh seseorang. Tapi begitu dibuka, zonk. Nggak ada seorangpun yang berada didepan pintu. Bukan cuma pintu aja yang diketuk, kaca jendela juga diketuk. Si Tarno masih belum menyadari dan dia pikir suara ketukan pintu itu mungkin berasal dari kamar kost sebelah.

hantu penunggu arca

Kejadian teror mengetuk pintu terus berlangsung hingga 4 malam. Mengingat lokasi kost yang rame, mungkin si Tarno bisa juga salah denger. Namun Pas malam ke 4, yang didenger Tarno bukan cuma suara ketukan pintu ato jendela, tapi juga terdengar suara orang menangis sesenggukkan. Merintih kesakitan dan melas. Anehnya, yang mendenger suara tangisan tersebut cuma Tarno. Temen kost dan ibu kost, sama sekali nggak mendengar. Ulah si Tarno yang kebingungan akhirnya didengar tetangga kampung. Kebetulan si tetangga ini punya “daya linuwih” ngerti hal ghaib.

Menurut penerawangan si tetangga, suara ketukan dan suara orang menangis itu berasal dari dongklah bonsai yang dirawat Tarno. Kebetulan bonsai kemuning itu ditaruh di emperan kost. Solusinya, bonsai itu harus dikembalikan ke tempat asalnya. Begitu saran si tetangga.

Si Tarno akhirnya nurut dengan saran tersebut. Bersama 6 orang, Tarno kembali naik keatas bukit untuk mengembalikan pohon Kemuning di tempat asalnya. Nah, menurut si Tarno ada kejadian aneh lagi. Lokasi awal penemuan bonsai kemuning nggak ketemu. Beberapa jam mereka naik turun bukit tapi nggak ketemu lokasi pengambilan pohonnya.

hantu penunggu arca

Hampir setiap jengkal tanah bebatuan atau padas, kondisinya beda banget saat awal mula Tarno ngambil. Rombongan Tarno akhirnya pasrah, hanya menaruh bonsai yang diikat karung goni itu sembarangan. Kebetulan, siang itu lewat warga sekitar yang pulang mencari rumput. Atas bantuan si bapak pencari rumput itu bonsai ditanam kembali, meskipun menurut Tarno lokasi asalnya bukan disitu. Setelelah selesai mengembalikan bonsai, rombongan termasuk dikasih sedikit wejangan.

Intinya tempat tersebut bukan tempat sembarangan. Menurut kisahnya si bapak, tempat itu dikenal wingit, warga sekitar jarang yang berani sembrono di daerah tersebut, apalagi sampai mengambil tanaman.
Sejak saat itu Tarno nggak pernah main bonsai. Bapak pencari rumput itu juga berpesan untuk tidak asal mencari bahan bonsai di alam, terutama pohon Widoro, Serut, Kemuning, Kanthil dan Kepuh. Konon pohon tersebut sudah ada penunggunya meskipun berukuran kecil. Wallahu Alam bi Shawab.

Diceritakan oleh Mbah Mono Ria Jenaka dari Sleman

About yudibatang 2415 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.