Pangalaman naik motor malam hari tersesat di Desa Lelembut

desa lelembut
gundul pringis

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 ,.. malam jumat kliwon,.. waktunya artikel horor. Artikel horor kali ini menceritakan pengalaman saya sendiri saat naik motor malam hari tersesat di desa lelembut. Ceritanya panjang dan tidak bersambung. siapkan cemilan, kopi dan rokok. Bila anda pas sendirian di rumah dan lokasinya jauh dari keramaian. siapkan sarung, botol aqua kosong dan penutup telinga. Hiii….

(Baca : Tips agar bisa melihat lelembut )

( Baca : Riding malam, kenali bau mahluk halus yang khas)

Okay,.. langsung saja… pengalaman naik motor malam hari tersesat di Desa Lelembut ini terjadi di tahun 2006. Saat itu saya bekerja disebuah perusahaan trading mebel yang berkantor di daerah Bukit sari Semarang. Di kantor tersebut juga terdapat mes atau kamar untuk menginap. Saat itu saya sedang berada di kantor bersama teman saya yang bernama Yusup. Yusup memiliki sebuah motor bebek Honda Supra Fit tahun 2006.

desa lelembut

Di hari yang sama, istri saya sedang ada kegiatan pelatihan dari tempat kerjanya. Lokasi pelatihan disebuah gedung yang berdekatan dengan gedung Universitas negeri semarang didaerah Sekaran Gunung Pati. Karena jarak dari kantor saya kedaeah Unnes yang relatif dekat, saya mengajak istri saya untuk bersilaturohmi kerumah sodara yang ada diSemarang. jam 7 malam saya menjemput istri ke daerah Unnes.

singkat cerita jam sepuluh malam kami pulang dan saya mengantar istri kembali ketempat pelatihannya. Oh..ya walaupun jarak dari kantor saya di Bukit sari menuju keUnnes Semarang relatif dekat, saya belum pernah sama sekali melewati jalan menuju tempat tersebut. sebenarnya ada jalan yang lebih dekat yaitu melewati jatingaleh. Tapi karena nggak tahu, saya ambil jalan memutar yang jauh melewati Ungaran.

desa lelembut

awal mula akan tersesat di Desa Lelembut

Ketika saya mau pulang, saya kebingungan mau lewat jalan yang mana. kalau mau lewat ungaran lagi, jaraknya jauh sekali. Tapi kalau mau lewat jatingaleh, saya belum tau jalan sama sekali. Waktu sudah menunjukkan jam sebelas malam. Setelah menimbang-nimbang masalah jarak dan waktu, Akhirnya saya putuskan pulang lewat jalan yang menuju jatingaleh. Disini drama dimulai, Saya nyalakan motor pinjeman teman Honda Supra fit tahun 2006. Saya naik motor malam menyusuri jalan aspal kecil disekitar daerah Unnes Semarang.

desa lelembut

sekitar lima belas menit riding, Saya melewati halaman depan kampus unnes Semarang. Saya teruskan berkendara pelan sekitar 40 kpj. Namun,.. Semakin lama kok kondisinya semakin gelap dan sepi. Saya berguman dalam hati “dimana jalan tembusnya nih..?”. Terlihat di sebelah kanan dan kiri hanya ada semak-semak dan pohon-pohon. Gelap dan dingin mencekam… sriiipppiiiit! Mulai tercium bau bunga melati yang sangat menyengat. dalam hati berkata.. “waduh kuntilanak mau nongol nih..”.

Tengkuk seperti ada yang niup… merindiiiing!!. Mak prekitiikk!! saya berusaha tetap tenang dan waspada. Terlintas bayangan putih dikaca sepion sebelah kiri. Sekitar lima belas menit berlalu.. Saya kaget dan berbicara sendiri “Lho!! kok saya lewat halaman depan Unnes lagi!.”. Ternyata saya naik motor hanya mengelilingi unnes!. Saya mencoba terus riding mencari jalan tembus yang menuju ke arah jatingaleh. Tiba-tiba tercium bau singkong bakar.. dalam hati berkata “.. waduh apes banget guwa.. bau kaya gini biasanya genderuwo mau nongol..”

jalan angker
*poto ilustrasi

berputar-putar di unes semarang

Lho.. inikan jalan yang tadi!! ternyata saya riding malam kembali melewati halaman Unnes dan hanya muterin gedung Unnes semarang. kembali tengkuk seperti ada yang niup.. merinddiiing. Jok belakang terasa berat!!.. saya tetapkan hati untuk tidak panik sambil baca-baca do’a sebisanya. Lima belas menit berlalu.. tidak ada penampakan. Namun saya kembali riding malam melewati halaman Unnes lagi!!. saya berhenti sejenak dan terheran-heran, kenapa saya hanya berputar-putar mengelilingi kampus Unnes Saja. mau bertanya kepada orang, tapi sepi sekali. nggak ada orang yang bisa ditanya. Saya coba lagi!! Jalan sepuluh menit, tercium bau wangi bunga melati lagi. (waduh.. apa lagi nih.. ) Kembali lagi tengkuk seperti ada yang niup dari belakang… merriiindiing…

nyetir ditemani kuntilanak

Hah!! Ini jalan yang sama telah saya lewati tiga kali!! badan rasanya mulai gak karuan.. dingin mencekam, merinding, berkeringat dan muncul perasaan takut. saya paksakan untuk tetap tenang dan tidak panik.. namun bau wangi bunga melati semakin menyengat mengganggu konsentrasi saya. sekitar dua puluh meter diantara semak-semak dan pohon pisang disebelah kiri jalan..tersorot lampu motor penampakan putih berambut panjang.

bertemu kuntilanak sebelum tersesat di Desa Lelembut

Wuaaaa…!! reflek saya plintir gas.. karena takut, kaget dan panik. nguweenngg!! gusrak!! saya ndlosor diantara semak-semak dan pohon pisang. Reflek saya segera bangun tergopoh-gopoh dan mengucap kalimat (sambil gemeteran ) dalam bahasa tegal: “Kisanak.. permisi enyong numpang liwat..tulung aja ngganggu enyong” terjemahan : “Kisanak.. permisi saya numpang lewat..tolong jangan ganggu saya” was-was, cemas, takut, ngerii, panik bercampur aduk menyelimuti perasaan saya. Bener-bener riding bertemu hantu di Unnes .

Namun hantu yang tersorot lampu tadi tidak nampak lagi. Sepertinya kuntilanak..hanya bau wanginya saja yang menyengat yang masih menusuk hidung. Buru-buru sambil baca-baca do’a sebisanya, saya berdirikan dan nyalakan motor gak perduli badan terluka atau tidak. satu tujuan, saya harus keluar dari tempat seram itu. Saya paksa untuk terus riding malam itu. Mulai ketemu perkampungan.. Alhamdulillah sampai juga kedunia nyata. Terlihat dari jauh papan penunjuk arah jatingaleh. Sayapun mengikuti arah papan penunjuk tersebut.

setelah melihat papan penunjuk jalan arah jatingaleh, saya tetep riding lurus. karena papan penunjuk arah tersebut posisinya meragukan. papan penunjuk tidak berada diatas tiang, namun hanya teronggok diatas tanah yang tertutup semak-semak. Dan menunjuknya kearah kiri (seharusnya kekanan). sekitar 5 km saya sampai diperempatan traffic light. Entah daerah mana dan tidak ada seorangpun ditraffic light tersebut. Benar-benar kebingungan dipersimpangan. Akhirnya saya putuskan tetep lurus. lama-lama mentok disebuah bangunan seperti kampus tertulis STIKUBANK.

Saya tengak tengok sepi nggak ada orang lewat. saya putar balik menuju papan penunjuk arah jatingaleh kembali. walau dalam hati agak ragu saya tetap mengikuti jalan tersebut. Jalannya tanah masuk kerumah-rumah penduduk. sejenak saya berhenti dan melihat jam diHP. waktu sudah menunjukan pukul 00:15. Hiks.. sudah satu jam lebih.. belum juga ketemu jalan pulang.

Terlihat dikejauhan ada tiga orang bapak-bapak sedang ngobrol-ngobrol didepan sebuah rumah. Saya segera menghampiri mereka dan saya bertanya. “pak, permisi..mau nanya jalan yang kearah jatingaleh kemana ya?”. salah satu dari mereka menjawab dengan bahasa jawa. “liwat kre’te’k kono mas”. terjemahan: “Lewat jembatan sana mas,”.  “mase menuju jalan aspal, terus kekanan sekitar seratus meter ada jembatan dikiri jembatan..lha itu jembatannya”. Sayapun segera putar balik dan mengikuti petunjuk arah dari bapak-bapak tersebut. Namun setelah sampai  di jembatan tersebut hati jadi was-was. karena jembatannya gelap dan banyak semak-semak.

peri alas roban

saya kembali putar balik menuju bapak-bapak yang tadi. Namun mereka bertiga sudah tidak ada. Perlu pembaca ketahui saat itu saya seperti kebingungan dan linglung. saya lanjutkan menyusuri jalan tanah. pelan-pelan saya jalan karena lama-lama jalan yang saya lewati semakin terjal dan menanjak, berkelok-kelok dan becek. dikanan kirinya hanya pohon-pohon dan semak-semak serta gelaaapp. sekitar 10 km terlihat seperti ada tugu perbatasan desa. saya mencoba berhenti dan membacanya. namun sepertinya tulisannya sudah tidak terbaca dan temboknya sudah agak mengelupas dan tua.

tersesat di Desa Lelembut

Saya lanjut lagi, mulai terlihat rumah-rumah penduduk yang yang dindingnya terbuat dari bilik bambu. Rumah-rumah hanya diterangi lampu minyak dan mulai ada orang berjalan. Saya hentikan motor mencoba mau bertanya kepada orang tersebut. Namun orang tersebut sudah berlalu pergi. saya masih tertegun diatas motor dipinggir jalan. lama-lama terlihat banyak orang pada lalu lalang. saya perhatikan sepertinya mereka acuh tak acuh dengan kehadiran saya. Orang-orang tersebut berpakaian layaknya orang jaman dulu. Yang laki-laki menggunakan baju tanpa kancing, bercelana panjang hitam sebetis. Dan yang perempuan berkebaya serta memakai kain jarik. Benar-benar pemandangan yang aneh!!

Jangan-jangan ini desa lelembut?. waudush! bisa gawat kalau saya tersesat di Desa Lelembut. mereka seperti melakukan aktivitas seperti dipasar tradisional. semakin lama orangnya semakin rame. Saya semakin bingung. saya coba kucek-kucek mata saya… pemandangan masih seperti itu. teringat cerita ibu saya waktu saya kecil, beliau pernah dibawa “arad-aradan” (dibawa masuk kealam jin ).

Dalam hati saya berkata “jangan-jangan saya dibawa arad-aradan masuk ke desa lelembut”. saya lihat ada satu perempuan berambut panjang yang lagi berdiri terdiam membelakangi saya. Dia berjarak sekitar 10 meter didepan saya. Niat hati mau bertanya. namun belum sempat beranjak dari motor, mulai tercium bau bangkai. Saya perhatikan perempuan itu… hah!! terlihat samar-samar seperti ada sesuatu yang menetes dibalik rambut panjangnya!!. 😯 Saya palingkan pandangan dan mencoba melihat pemandangan orang-orang jaman dulu yang sedang berlalu lalang di tempat semacam pasar tradisional jaman dulu. Ternyata,..lama-lama pemandangan itu menjadi kabur dan orang-orangnya yang terlihat hanya semacam bayangan – bayangan putih. Mak prekitiiikkk!!!

diteror hantu

Lepas dari desa lelembut

Merasa ada yang nggak beres, saya langsung nyalakan motor dan putar balik. berusaha pergi menjauh dari orang-orang tersebut. melihat dispion sepertinya mereka masih acuh saja. Saya merasa sangat takut, karena kuatir tidak bisa kembali kealam nyata dan terus tersesat di desa lelembut. Alhamdulillah saya sudah sampai pada tugu perbatasan desa. Dan saya sampai pada tempat bapak-bapak yang tadi lagi pada ngobrol. saya terus saja tanpa menyapa mereka. lihat dispion kiri.. ternyata bapak-bapak yang tadi hanya terlihat kepala saja tiga buah. hhiii. mungkin ini yang dinamakan hantu endas klunthung, salah satu penghuni kampung siluman.

Alhamdulillah saya sampai pada papan penunjuk arah jati ngaleh lagi. Saya berhenti sejenak dan ambil nafas serta mengeluarkannya dengan pelan-pelan. Kemudian saya baca-baca do’a memohon diberikan petunjuk pada yang maha kuasa. lalu munculah ide, saya harus balik lagi menyusuri jalan awal saya datang. saya nyalakan motor dan kembali menyusuri jalan awal. lewat Unnes kemudian lewat Ungaran dan meninggalkan desa lelembut. Sampailah dipom bensin sukun semarang. saya berhenti beli minum dan isi bensin full (maklum motor pinjaman) lanjut perjalanan sampai juga dikantor. Lihat jam diHP sudah menunjukan pukul 01:00.

Motor terlihat berlumpur dan kotor sekali, langsung saya cuci bersih. Motor saya cek, tidak ada yang rusak. kebetulan yusup siempunaya motor masih nonton tv. saya kembalikan kunci kontak dan langsung mandi. Kawatir ada lelembut yang nempel dibaju, maka  baju dan celana yang saya pakai tadi langsung saya buang ketempat sampah.

(Baca : Kisah tetangga hilang dibawa kalong wewe didesa Balapulang tegal)

Alhamdulillah.. setelah melewati kejadian-kejadian yang aneh hingga tersesat didesa lelembut, saya masih diberi perlindungan dan keselamatan hingga sekarang. Demikianlah brother biker pengalaman saya naik motor tersesat di desa lelembut. semoga pembaca jangan sampai ada yang mengalami kejadian seperti yang pernah saya alami.

About yudibatang 2359 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor

6 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.