Tes Yamaha R15V2 bekas Batang – Cirebon kondisi apa adanya… performa loyo!

tes yamaha R15V2 bekas

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker πŸ˜€ ,… Melanjutkan artikel sebelumnya yaitu Setelah membeli motor bekas, perlu check and re-check kondisi motor. Keesokan paginya saya tes Yamaha R15V2 bekas ini dengan kondisi apa adanya. Mulai dari mesin yang belum saya otak – atik. oli mesin terakhir ganti sekitar awal bulan Mei sebelum lebaran menurut penjualnya. Komstir oblag, shock depan kiri bocor. ada rembesan oli disekitar bawah crancase, Ban masih bawaan pabrik dari tahun 2014 belum pernah ganti. Kembangannya masih bagus, mungkin saat pertama beli, ban dan velk langsung diganti dan disimpan. karet bannya sudah agak keras. kampas rem sudah aus dan perlu ganti. Selain itu saya belum servis fuell pump dan injector.

tes yama r15v2 bekas

karena waktu yang mepet dan saya harus berangkat kerja menuju ke Cirebon Jawa barat. saya tidak sempat membawa ke bengkel dan tetap tes Yamaha R15v2 bekas dari Batang Jawa Tengah menuju ke Cirebon Jawa barat. karena kalau nggak bawa motor, aktivitas kerja selama di Cirebon akan terhambat. Yups,.. bekakas yamaha R15V2 ini mau buat gledekan dari Kontrakan menuju ke Pabrik-pabrik rotan yang akan saya datangi.

Tes Yamaha R15V2 bekas YUDIBATANG.COM

Okay lanjut,.. Sebelum riding pastikan sudah cukup tidur , sudah makan, ngopi dan udud. Pake safety gear standar. Dari rumah awalnya saya pake jaket kulit bawaan Nmax. Buat jaga-jaga saya bawa jaket hadiah dari Suzuki yaitu jaket Suzuki Nex II yang tidak terlalu panas. Jaket suzuki saya lipat dan ditaruh di tas ransel. Helm hadiah dari Honda yaitu helm Kyt Explorer. Celana jeans dan sepatu biasa.

Yudibatang mengendarai yamaha R15V2 bekas start dari batang Jawa tengah

start dari Batang dan berhenti di SPBU Pekalongan untuk isi bensin. Ternyata jaket bawaan Nmax ini gerah bin panas dan bikin keringat gembrobyos. Sambil nunggu antrian, saya lepas jaket kulit namex dan ganti dengan jaket suzuki Nex II. Perlu pembaca ketahui, saya sudah hampir 7 tahun tidak mengendarai motor kopling atau motor sport menempuh perjalanan jarak jauh. Jadi tes Yamaha R15v2 bekas ini seperti pengenalan kembali setelah lama terbiasa memakai motor matik yang hanya butuh gas dan rem.

Tes Yamaha R15V2 bekas jarak jauh

Nah,.. Tes yamaha R15V2 bekas ini kedua tangan dan kedua kaki semuanya aktif bergerak. Tangan kanan untuk mengatur bukaan gas dan menarik tuas rem depan. tangan kiri untuk menarik dan melepas tuas kopling. Kaki kiri untuk memindahkan transmisi ( naik dan turun) dan kaki kanan untuk menginjak tuas rem belakang. Kebayangkan untuk mengoperasikan motor sport jauh lebih ribet dibandingkan dengan mengoperasikan motor matik. Apalagi motor sport fairing yang setangnya mengaplikasikan setang jepit atau bahasa kerennya “Clip-On”. Namun disinilah art dan keasyikannya. contohnya saat motor kondisi diam di traffic light, saya harus siap-siap menekan tuas transmisi pada posisi Gigi ke-1 dan jari2 kiri menarik tuas kopling. saat lampu traffic light menyala hijau, putar gas pelan-pelan dan lepas kopling pelan-pelan. kalau gak pas, mesin motor akan mati dan akan di klasonin pengendara lain dari belakang…he..he.. Lanjut.. lewat jalan pantura dari Pekalongan hingga pintu tol Pemalang, jalanan ramai lancar namun kondisi aspalnya berfariasi. kadang mulus, kadang ada tembelan yang nggak rata, ada lubang dan yang bikin ngeri ada gundukan aspal yang bisa bikin pemotor terjungkal.

Masuk jalan lingkar pemalang, kondisi aspal mulai mulus dan lalu lintas mulai lengang. Saya punya kesempatan membuka trotle penuh, namun tidak saya lakukan. Yups,.. nyali masih belum keluar karena kelamaan naik motor matik plus saya belum kenal banget dengan yamaha R15v2 bekas ini. Paling-paling speed mentok di 100 km/jam.. dan berasa ngeri! Nafas motor terasa berat! mungkin ini karena kondisi motor tidak dirawat oleh pemilik sebelumnya. Lanjut menyusuri jalan pantura pemalang hingga ke tegal. Saya riding dikecepatan 70-80-90 km/jam… pokoknya dibawah 100 km/jam.

Tes Yamaha R15V2 bekas performa loyo

lepas kota tegal terus menyusuri pantura hingga ke brebes. lalu lintas tambah ramai dan banyak kendaraan berat. melawati Losari dan melintasi sungai Cisanggarung yang memebelah wilayah jawa tengah dan jawa barat lalu lintasnya tambah padat. banyak aktifitas ekonomi penduduk setempat. Sayapun riding pelan-pelan. Selepas wilayah losari barulah jalanan pantura wilayah cirebon ini lebih asyik di explorer. moment paling asik saat lagi riding kencang terus mau ketemu jembatan.. kemudian down shifting dari gigi 6-5-4-3 hingga gigi 2 dengan posisi duduk mepet tangki tarik tuas kopling setengah dan lepas pelan2 saat melawati jembatan. Oh iya.. posisi duduk juga berubah dengan pantat dimundurkan dan paha nempel tangki lalu . dan setelah itu kembali plintir gas serta naikin gigi 3-4-5 dan 6 dengan posisi badan membungkuk… asseeekkkk!!! Sampai dipantura gebang nyali saya sudah agak bertambah dan coba geber motor lebih kencang!! mentok 110 km/jam dan mesin motor terasa teriak sekali!!!

Berhenti di jalan pantura Gebang – Cirebon jawa barat

Wah,..baru ingat tak terasa saya sudah riding lebih dari dua jam tanpa henti. Saya kurangi kecepatan dan berhenti dipinggir jalan pantura. Minum sedikit demi sedikit disambi ngudud dulu. Tak lupa poto-poto dan shoting pendek he..he.. Alhamdulillah akhirnya saya sampai di cirebon dengan selamat dan motor tidak ada trouble sama sekali. hanya performanya yang loyo!! dan hal yang tadinya digembar-gemborkan orang, kalau naik motor sport dengan stang jepit bikin boyoken bin sakit pinggang, ternyata tidak terbukti sama sekali!! Bagi orang yang nalarnya sehat dan berfikir bener tentu tidak akan mengatakan “boyoken” kalau belum mencoba sendiri. Wong cuma jare-jare doang kok ya pada teriak-teriak “boyoken”?!. weduss!!

Kalau naik motor sport dengan setang jepit bisa bikin sakit pinggang, lalu mengapa para pembalap motogp, moto2, wsbk dan balap lainnya tidak ada yang mengeluhkan sakit pinggang?! padahal posisi setang motor2 balap itu berada dibawah segitiga setang!! dan posisinya lebih nunduk lagi alias “nglabruk” kata orang tegal. Yang saya rasakan boyok bin pinggang tidak sakit sama sekali dan sampai cirebon saya bisa bekerja sampai sore. Nah,.. malamnya yang terasa pegal itu betisnya! yups,.. ini disebabkan karena saya sudah lama sekali tidak mengendarai motor sport. Next .. mau cek kondisi rembesan oli dibawah crancase sekalian ganti oli dan filter oli,…

About yudibatang 2672 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor. Contact email yudi.indonesia@yahoo.co.id

5 Komentar

  1. Wong cuma jare-jare doang kok ya pada teriak-teriak β€œboyoken”?!. weduss!!

    ngiahahahahahaha πŸ˜€ πŸ˜€

  2. Terakhir kali kena macet pas ke Jakarta lewat Pasar Gembrong ketika Gatsu n MT Haryono ditutup. Buka tutup gas sedikit2. Tangan kiri pegel poll. Klo 2 jam lancar jaya sih ya engga tp pas ketemu macet yg jalan brenti jalan brenti dlm wkt singkat ya br kerasa cape nya. Jalan lancar 2 jam ama macet 2 jam mending jalan lancar 3 jam sekalian

  3. Motor sport stang jepit underyoke boyoken mbah nek di dipakai harian plus lewat jalan ora rata aspal e, aku iso ngomong ngene soale punya motor sport 700cc mbah. Moto gp kan ora harian mbah 2 minggu atau 1 bln sblm seri selanjutnya ya jelas ra boyoken, apalagi stang R15 ora terlalu nunduk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.