Naik motor bisa mengurangi berat badan lho,.. **

naik motor bisa mengurangi berat

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 ,.. Seperti pada judul naik motor bisa mengurangi berat badan lho.. ** . tanda bintang dua diatas menandakan persyaratan tertentu. Jadi begini ceritanya… Dulu sekitar tahun 2004 hingga tahun 2013, saya sering sekali naik motor jarak jauh. terutama perjalanan dari rumah menuju tempat kerja. dan perjalanan tersebut menempuh jarak lebih dari 100 km. kadang naik motor dari Batang ke semarang jawa tengah. kadang naik motor dari Batang menuju ke Cirebon jawa barat. dan perjalanan naik motor tersebut hampir setiap minggu saya lakukan. Waktu itu berat badan saya maksimal hanya mencapai 75 kg. Dengan tinggi badan 175 cm, berat badan saya masih masuk kategori ideal.

naik motor bisa mengurangi berat
Tahun 2012, yudibatang ketemu rombongan Oto Blogger indonesia di pantura Brebes.

Nah,.. ditahun 2016, saya kembali bekerja di luar kota tepatnya di Cirebon jawa barat. namun SOP dari perusahaan, untuk perjalanan dari Rumah menuju ke Cirebon harus menggunakan transportasi umum. Diutamakan menggunakan Kereta Api. Kadang saya menggunakan Bus. Waktu berlalu, saya jarang sekali melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor. Tak terasa berat badan saya semakin naik. Puncaknya ditahun 2021 awal. berat badan saya mencapai 88 kg! Badan terasa kurang enak buat bergerak. Nah,.. dibulan Juni, PT.KAI mengeluarkan kebijakan baru bahwa untuk calon penumpang kereta Api harus bisa menunjukan kartu Vaksin. Karena alasan tertentu, saya tidak bisa divaksin. maka saya tidak bisa naik kereta api untuk perjalanan dari rumah menuju ke Cirebon dan sebaliknya.

Alternatifnya kalau nggak naik bis ya naik sepeda motor. Kebetulan di akhir bulan Mei 2021 saya sudah meminang bekakas alias motor bekas Yamaha R15V2 keluaran tahun 2014.. Nah.. saatnya Back to pantura menggunakan Sepeda motor. Kalau di hitung-hitung, saya sudah melakukan perjalanan dari Batang menuju ke cirebon dan sebaliknya setiap minggu. Senin pagi menuju ke cirebon dan sabtu pagi pulang ke batang menggunakan yamaha r15v2. Bisa dikatakan saya rutin melakukan perjalanan jarak jauh dengan naik motor.

Naik motor bisa mengurangi berat badan layaknya pembalap motogp

Ternyata sekarang berat badan saya turun menjadi 81 kg. alias turun sekitar 7 kg selama tiga bulan. Weehh!! lumayan juga ternyata penurunannya. ternyata memang benar naik motor bisa mengurangi berat badan. tapi naik motornya harus rutin dan menempuh perjalanan jarak jauh diatas 100 km. Kok bisa?! kalau di analisa,.. perjalanan naik motor jarak jauh terutama motor sport itu seperti olah raga. Apalagi perjalanan dilakukan disiang hari dan memakai safety gear komplit. helm full face, jaket kalep yang bisa bikin keringat gembrobyos serasa masuk ruang sauna.. he..he..

Pembalap Aprilia Aleix espargaro

sebagai info tambahan, saya pernah membaca disebuah artikel (saya lupa artikel dimana). bahwa setiap pembalap motogp akan kehilangan berat badan sekitar 3 kg untuk sekali balapan!.. Sampean bisa lihat sendiri, nggak ada pembalap motogp yang badannya gemuk. hampir semua pembalap badannya terlihat kurus. pipinya terlihat rata cenderung peot hehehe.. Bila saya bandingkan dengan kebiasaan saya naik motor jarak jauh menggunakan motor sport, kok rasanya mirip-mirip. Riding position pembalap motogp pada kecepatan tinggi seperti orang “ngklabrug” alias tengkurap. Dada nempel tangki, lutut dan baha menjepit tangki. sesekali bokonge dalam posisi “njiplong” wakakk.. mirip2lah dengan saya pas melibas jalan pantura hehe..

Moment yang bikin naik motor bisa mengurangi berat badan

moment paling asik saat lagi riding kencang terus mau ketemu jembatan.. kemudian down shifting dari gigi 6-5-4-3 hingga gigi 2 dengan posisi duduk mepet tangki tarik tuas kopling setengah dan lepas pelan2 saat melawati jembatan. Oh iya.. posisi duduk juga berubah dengan pantat dimundurkan dan paha nempel tangki lalu . dan setelah itu kembali plintir gas serta naikin gigi 3-4-5 dan 6 hingga top speed dengan posisi badan membungkuk… asseeekkkk!!!

Yudibatang diatas KiSlamet Yamaha R15v2 lawas

Oh,.. iya naik motor bisa mengurangi berat badan ini tidak berlaku untuk pengendara metik ya. karena menurut opini yudibatang, riding posisi naik motor metik itu seperti duduk mbegogok! pantat terasa dipaku ke jok dan monoton. kaki anteng tidak ada pergerakan pada engsel tumit. karena naik motor matik tidak perlu naik dan turun gigi. Yang terjadi malah berat badannya ajek plus perutnya tambah gamblong. Hahaha…

Kembali ke halaman utama

About yudibatang 2685 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor. Contact email yudi.indonesia@yahoo.co.id

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.