Pengalaman “misuhi” tukang parkir Minimarket di Sipait Pekalongan

pengalaman misuhi tukang parkir

YUDIBATANG.COM – Halo brother biker 😀 ,.. Hampir semua orang sepakat, dua jenis tukang parkir yang njelehi adalah tukang parkir ATM dan tukang parkir Minimarket. Pas kita datang, mereka nggak ada. namun pas kita mau jalan mereka muncul minta uang. Nah,.. Saya punya pengalaman “Misuhi” atau bahasa Indonesia marahi tukang parkir minimarket.

Ceritanya begini, kemarin hari Selasa 05 Okteober 2021, saya riding dari batang jawa tengah hendak menuju Cirebon Jawa barat. Kalau kondisi jalanan normal, biasanya saya istirahat sekali didaerah Bulakamba – Brebes. namun karena Jalan pantura Pekalongan mengalamai kemacetan karena ada perbaikan jalan, saya putuskan berhenti disebuah minimarket di daerah Sipait kabupaten Pekalongan. Yups,.. karena saya merasa haus sekali plus gembrobyos.

Baca juga Tukang parkir siluman

Pengalaman misuhi tukang parkir

pengalaman misuhi tukang parkir

Sebelum saya masuk halaman minimarket, tidak ada orang yang markirin alias tukang parkir. Sebenarnya nominal uangnya nggak seberapa buat ngasih tukang parkir, namun entah mengapa saya merasa seperti nggak ikhlas. Karena sudah jelas ada tulisan parkir gratis. Saya standar motor, lepas helm dan masuk ke dalam minimarket. Saya beli air mineral dan larutan penyegar biar badan sweger. Saat duduk minum di meja minimarket, ada pemotor lain yang juga habis beli minum dan ngobrol2 dengan saya. Saya nggak nanya namanya, cuman beliau bekerja di daerah Limpung batang dan hendak pulang ke Tegal menemui istrinya yang lagi hamil muda. Singkat kata saya merasa sudah cukup untuk istirahat, dan saya pamit duluan dengan pemotor tersebut.

Saat saya memakai balaclava atau topeng ninja. datang orang dengan baju biasa namun membawa peluit. Saya perguman dalam hati “Tadi nggak ada tukang parkir, kok sekarang tiba2 berdiri di belakang motor?!”.. Saya siapkan uang 500 rupiah, dan saya memakai helm. Sebelum si tukang parkir membantu narik motor saya, saya samperin dan saya kasih uang 500 rupiah. Si tukang parkir berkata “Lima ngatus maning?!” seraya membentak. Saya berguman dalam hati “Kiye wong njaluk diganjul”. Saya menjawab : ” Endi karcise?”. Si tukang parkir tidak bisa menunjukan karcis parkir dan nggak berani memandang saya. Lalu saya bentak “lima ngatus belih gelem?! kyeh mene tak jaluk ming!”.. “raimu tukang parkir liar,.. asuuu!!” saya mulai emosi dan hampir saya jotos. namun si tukang parkir pergi. Saya naik motor dan bermaksut menyamperi situkang parkir mau saya gajul ndase.. namun si tukang parkir seperti ketakutan pergi kesamping minimarket dan ngobrol dengan orang lain.

Saya tahan emosi.. wis biarinlah.. kalau saya jotos nanti urusan sama polisi. Saya lanjut perjalanan dengan perasaan cukup puas.. Pengalaman misuhi tukang parkir. He..he.. Sekedar info, tukang parkir beginian kalau sendirian cuman berani gertak doang, kalau kitanya lebih beringas mereka akan pikir dua kali dan menghindari kita. Semoga berguna

Kembali ke Halaman Utama

About yudibatang 2685 Articles
Pemotor sederhana yang suka berbagi pengalaman seputar sepeda motor dan cerita horor. Contact email yudi.indonesia@yahoo.co.id

1 Komentar

  1. Tukang parkir model gini mmg menyebalkan..serasa dipalak, pengalaman dulu di jogja tukang parkir atm, bocengan 2 org, temen saya yg turun ambil duit saya tunggu di atas motor, begitu selesai eh tukang parkir nya dtg maksa minta duit

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.